Penulis
KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan desain Tanggul Tegak Multifungsi atau TTMF untuk mengatasi banjir rob dan abrasi di wilayah pesisir.
TTMF dirancang sebagai struktur tanggul laut berbasis blok modular beton yang ramping dan hemat material. Desain ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan akan tanggul yang kuat, tapi tetap ramah lingkungan.
Baca juga:
Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Dinar Catur Istiyanto, mengatakan, pengembangan TTMF berangkat dari kebutuhan akan alternatif desain tanggul yang tetap memenuhi standar keselamatan struktur tanpa memberi tekanan berlebihan terhadap lingkungan.
"Struktur tanggul urugan itu membutuhkan pasir dan batuan dalam jumlah sangat besar. Sumber materialnya mau tidak mau diambil dari gunung atau laut, dan ini tentu berdampak pada lingkungan," kata Dinar, dilansir dari Antara, Jumat (20/2/2026).
Ilustrasi banjir rob merendam dua RT di Jakarta Utara. BRIN mengembangkan desain Tanggul Tegak Multifungsi (TTMF) untuk atasi banjir rob, abrasi, dan kenaikan muka air laut. Berbeda dengan tanggul konvensional yang melebar hingga ratusan meter ke arah laut, TTMF dirancang dengan konfigurasi tegak atau vertical seawall berbahan beton bertulang.
Desain ini disebut membuat penggunaan ruang menjadi lebih efisien.
Struktur TTMF menggunakan sistem blok modular atau caisson. Blok-blok ini disusun seperti kepingan lego.
Sistem ini membuat perencanaan dan pelaksanaan konstruksi menjadi lebih fleksibel. Desainnya juga disesuaikan dengan kemampuan alat berat yang tersedia di dalam negeri.
"Blok-blok beton ini diproduksi di darat dengan berat yang disesuaikan kapasitas crane nasional, sekitar 60 ton per blok, lalu disusun di lokasi. Dengan cara ini, konstruksi bisa berlangsung lebih cepat," tutur Dinar.
Keunggulan utama TTMF adalah efisiensi ruang. Lebar tanggul bisa disesuaikan dengan kebutuhan fungsi di atasnya.
Jika dirancang sebagai pendukung jalan raya, lebarnya cukup 10 hingga 20 meter, jauh lebih sempit dibanding tanggul urugan konvensional.
Sesuai namanya, TTMF tidak hanya berperan sebagai pelindung pantai dari gelombang laut, tapi juga tanggul waduk kedap air. Bahkan, TTMF dirancang untuk mengemban fungsi tambahan yang bernilai ekonomi.
Baca juga:
Ilustrasi banjir rob. Banjir akibat pasang air laut mengenangi kawasan Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (11/11/2021). BRIN mengembangkan desain Tanggul Tegak Multifungsi (TTMF) untuk atasi banjir rob, abrasi, dan kenaikan muka air laut. Salah satu inovasi penting dalam desain ini adalah integrasi sistem penangkap energi gelombang laut tipe Oscillating Water Column atau OWC. Teknologi ini memungkinkan energi gelombang laut dikonversi menjadi listrik.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya