KOMPAS.com - Kebocoran gas asam nitrat (HNO3) dari area PT VTM di Cilegon, Banten, harus segera dinetralkan, menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kepala Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Roni Maryana menjelaskan, hal itu karena asam nitrat sangat berbahaya jika terhirup manusia. Penetralan zat asam dilakukan menggunakan basa dengan konsentrasi rendah dan diaplikasikan secara bertahap.
Baca juga:
"Kalau dalam kondisi di lapangan bisa disiram oleh air lah katakanlah dari damkar (pemadam kebakaran), disemprotkan ke gas yang masih ada," kata Roni ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
"Nanti airnya itu yang dikasih amonium hidroksida di airnya, atau bisa juga dicampurkan ke air untuk penyemprot di damkar basa lemah dengan konsentrasi rendah," imbuh dia.
Roni menekankan pentingnya penerapan prosedur penanganan bahan kimia secara ketat untuk mencegah kejadian serupa.
Setiap bahan kimia, lanjut dia, sudah memiliki panduan keselamatan yang tercantum dalam Material Safety Data Sheet (MSDS).
"Itu sebetulnya kalau diikuti saja oleh perusahaan atau pihak-pihak yang menggunakan seharusnya kejadian tersebut bisa diantisipasi," tuturnya.
Selain itu, perusahaan harus mengecek reaktor secara berkala guna mendeteksi lebih awal apabila ada kebocoran gas berbahaya.
"Kita harus menginvestigasi sebetulnya kesalahannya di mana ya, apakah human error (kelalaian manusia) ataukah memang peralatannya yang kurang maintenance (perawatan) atau seperti apa," tutur Roni.
Baca juga: Mengenal Limbah B3 Rumah Tangga yang Berbahaya Bagi Lingkungan dan Kesehatan
BRIN menyampaikan, kebocoran gas asam nitrat di Cilegon sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Penetralan harus segera dilakukan.Sebagai informasi, asap kuning membumbung tinggi di sekitar area PT VTM yang diketahui mengandung asam nitrat.
Roni menjelaskan bahwa asam nitrat tergolong asam kuat dan bersifat toksik saat terhirup.
Paparan uapnya dapat menyebabkan iritasi mata, gangguan pernapasan, dan kerusakan jaringan paru-paru.
"Penanganannya di laboratorium pun enggak boleh di ruangan terbuka, ada ruangan khusus namanya ruang asam atau fume hood. Karena kan asapnya sangat berbahaya, kalau kehirup itu bisa menyebabkan iritasi ke mata maupun ke pernapasan," jelas Roni.
Uap asam nitrat yang lepas ke udara juga dapat membentuk gas nitrogen oksida (NOx) yang berpotensi memicu hujan asam. Kondisi ini dapat menurunkan tingkat keasaman air atau pH antara tiga sampai lima dan membahayakan ekosistem perairan.
"Jadi ke lingkungan bahaya, ke manusia bahaya, maupun ke benda-benda seperti besi kalau kena uap asam nitrat bisa korosi. Karena kan oksidator yang kuat," terang Roni.
Baca juga: Riset BRIN: Angka Partisipasi Kasar Anak Masuk PAUD Hanya 46 Persen
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya