KOMPAS.com - Fenomena hilangnya hiu putih (Carcharodon carcharias) secara tiba-tiba di Kepulauan Neptune, kepulauan di Australia Selatan diyakini akibat serangan paus pembunuh (Orcinus orca). Namun, studi terbaru Flinders University mengungkapkan penyebabnya lebih kompleks dari yang dijelaskan sebelumnya.
Para peneliti menyampaikan, ketidakhadiran hiu putih dalam jangka waktu yang panjang tidak selalu disebabkan oleh terusirnya populasi mereka karena paus pembunuh.
“Hasil studi kami menunjukkan bahwa paus pembunuh memang dapat memicu respons langsung dari hiu putih, tetapi mereka tidak selalu menjadi satu-satunya penjelasan ketika berbicara tentang hilangnya hiu dalam jangka panjang,” ungkap peneliti dari Flinders University dan Western Australian Cetacean Research Centre (CETREC), Isabela Reeves dilansir dari Scetech Daily, Senin (22/2/2026).
Baca juga: Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Para ilmuwan melaporkan absensi berkepanjangan juga dapat mencerminkan pola pergerakan alami hiu. Mereka meneliti data 12 tahun berdasarkan pelacakan akustik bersama dengan catatan penampakan saat pariwisata satwa liar.
Dalam studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Wildlife Research ini, para peneliti menggabungkan lebih dari satu dekade telemetri akustik dengan catatan penampakan dari pariwisata. Tujuannya, menentukan apakah hilangnya hiu pada 2015 itu tidak biasa atau merupakan bagian dari naik turunnya alami kehadiran hiu putih di Kepulauan Neptune.
“Sepanjang studi 12 tahun tersebut, kami mencatat enam ketidakhadiran berkepanjangan selama lebih dari 42 hari, dan hanya satu yang bertepatan dengan kehadiran paus pembunuh," jelas Reeves.
Tim peneliti menyimpulkan, hilangnya hiu putih dalam waktu lama dari Kepulauan Neptune, Australia Selatan, setelah peristiwa pemangsaan tahun 2015 kemungkinan tidak serta-merta disebabkan paus pembunuh.
Baca juga: Polusi Cahaya Kota Bisa Ganggu Sistem Biologis Hiu
“Ketidakhadiran terlama yang kami catat bahkan lebih lama daripada peristiwa tahun 2015 dan terjadi ketika tidak ada paus pembunuh yang terdeteksi sama sekali. Ini menunjukkan bahwa meskipun paus pembunuh dapat memicu kepergian jangka pendek secara langsung, mereka tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab hilangnya hiu secara berkepanjangan dari lokasi asli," papar dia.
Berdasarkan laporan pada 2 Februari 2015, sekitar enam paus pembunuh tampak menyerang dan membunuh seekor hiu putih dengan jarak 20 meter dari kapal selam kandang di Neptune Islands Group Marine Park.
Para pengamat menuturkan, tiga paus tampak menggiring hiu, membatasi pergerakannya. Sementara individu yang lain menghantamnya dengan kepala mereka. Hiu terpaksa menyelam ke permukaan air kemudian muncul di permukaan yang menandai bahwa serangan tersebut berhasil.
Dalam beberapa pekan berikutnya, hiu putih tidak terlihat di area ini selama sekitar dua bulan. Alhasil banyak pihak mengaitkan hilangnya hiu akibat serangan paus pembunuh, lalu membandingkannya dengan insiden serupa yang terdokumentasi di Afrika Selatan.
Penelitian dari Afrika Selatan, Meksiko, dan California menunjukkan ketidakhadiran hiu setelah pertemuan dengan paus pembunuh dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan bahkan dapat menyebabkan pengabaian jangka panjang terhadap lokasi tertentu.
Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya terutama mengandalkan pengamatan permukaan, bukan data pelacakan jangka panjang.
Baca juga: Menanti 100 Tahun Pulihnya Populasi Hiu Paus, Ikan Terbesar Penghuni Nusantara
Penulis senior Profesor Charlie Huveneers, pemimpin Southern Shark Ecology Group, menjelaskan bahwa keberadaan hiu putih di lokasi agregasi bisa sangat bervariasi. Menurut studi, jeda panjang dalam kehadiran hiu terjadi bahkan ketika tidak ada bukti adanya aktivitas paus pembunuh atau kematian hiu.
“Walaupun peristiwa-peristiwa ini tampaknya menyebabkan kepergian segera, ketidakhadiran hiu putih dalam waktu lama di Kepulauan Neptune kemungkinan besar mencerminkan variabilitas alami dalam keberadaan hiu putih daripada respons perilaku terhadap paus pembunuh,” beber Huveneers.
Studi ini menyoroti pentingnya pemantauan jangka panjang untuk memahami pergerakan dan kesetiaan lokasi hiu putih, sekaligus menantang gagasan bahwa paus pembunuh selalu atau satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas ketidakhadiran hiu dalam waktu lama.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya