Pendekatan tersebut membedakan Filoposy dengan produk massal dan menjadi bagian dari identitas brand.
Isu keberlanjutan mendorong perubahan pola belanja. Konsumen mulai mempertimbangkan umur pakai produk dan dampaknya terhadap lingkungan.
Membeli barang berkualitas yang tahan lama dipandang sebagai langkah untuk mengurangi limbah fesyen serta mendukung konsumsi yang lebih bijak.
Baca juga: Sukses Berkarya Sebelum Usia 30, Ini Cerita 3 Kartini Muda Bangun Brand Fesyen Lokal
Berkat konsep tersebut, Filoposy terpilih sebagai mitra binaan melalui program kurasi yang dilakukan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Dukungan pendampingan membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan pasar.
Ke depan, industri fesyen lokal menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kreativitas dan keberlanjutan bisnis. Craftsmanship dapat menjadi jalan diferensiasi, sekaligus upaya menjaga nilai seni dalam produk yang dihasilkan.
Di tengah arus fast fashion, produk yang memiliki cerita dan kualitas justru menemukan tempatnya di hati konsumen.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya