Temuan dari studi ini mengungkapkan, penduduk Leipzig di Taman Sains, Torgauer Strasse akan menghirup sekitar 2,1 mikrogram partikel plastik per hari atau setara dengan 0,7 miligram per tahun.
Ukuran partikel nanoplastik yang lebih kecil dapat menembus lebih dalam ke saluran pernapasan, yang membawa potensi lebih tinggi untuk penyakit jangka panjang.
Untuk menyelidiki kemungkinan efek kesehatan, studi Leipzig menghitung risiko relatif berdasarkan model epidemiologi yang ada untuk memperkirakan paparan lingkungan.
Proyeksi ini menghasilkan potensi peningkatan risiko kematian sebesar lima sampai sembilan persen untuk penyakit kardiopulmoner dan 8–13 persen untuk kanker paru-paru.
"Risiko ini lebih tinggi daripada risiko partikel halus PM 2.5, secara umum di Eropa. Pengamatan kami menunjukkan bahwa plastik mikro-nano, meskipun massanya rendah, dapat menimbulkan risiko kesehatan seiring waktu. Peningkatan risiko kematian akibat kanker paru-paru dan penyakit kardiovaskular dapat disebabkan oleh kemungkinan toksisitas spesifik polimer dari partikel plastik," tutur mahasiswa doktoral di Institut Penelitian Troposfer Leibniz (TROPOS), Ankush Kaushik.
Baca juga: Mikroplastik Ditemukan di Satu-satunya Serangga di Antartika
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya