Penulis
KOMPAS.com - Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan sebuah pulau terpencil di Samudera Pasifik sebagai lokasi pembuangan limbah nuklir. Pulau itu berjarak hampir 2.000 kilometer dari ibu kota Tokyo, serta jauh dari permukiman padat.
Pulau yang dimaksud adalah Minamitorishima, yang letaknya di wilayah paling timur Jepang. Luasnya sekitar 1,5 kilometer persegi, tertutup untuk wisatawan, dan tidak berpenghuni.
Baca juga:
Menurut pejabat pemerintah, Jepang ingin melakukan survei awal di Pulau Minamitorishima. Survei ini bertujuan untuk menilai apakah pulau tersebut layak menjadi lokasi fasilitas penyimpanan limbah nuklir permanen, dilansir dari AFP, Rabu (4/3/2026).
Energi nuklir disebut kembali dilirik banyak negara. Namun, limbah bahan bakar bekas tetap menjadi masalah besar karena bisa berbahaya selama ribuan tahun.
Jepang juga menghadapi tantangan yang sama. Negeri Sakura ingin kembali memaksimalkan penggunaan energi nuklir secara aman, kebijakan yang muncul sekitar 15 tahun setelah bencana di Fukushima.
"(Pulau Minamitorishima memiliki) beberapa wilayah daratan yang belum dieksplorasi dan berpotensi untuk menampung fasilitas," kata Menteri Industri Jepang, Ryosei Akazawa.
Akazawa juga menyebut pulau berbentuk segitiga yang dikelilingi karang itu memiliki beberapa sifat ilmiah yang menguntungkan.
Baca juga:
Foto yang diambil dari udara tampak PLTN Fukushima Daichi yang sudah rusak di Okuma, Prefektur Fukushima, 24 Agustus 2023. Pemerintah Jepang telah mengajukan permintaan kepada pemerintah kota di Tokyo yang mengelola pulau tersebut. Permintaan itu berisi rencana inspeksi kondisi tanah dan aktivitas vulkanis melalui dokumen geologi.
Langkah ini menjadi tahap pertama dari tiga tahap survei. Tahapan ini diperlukan untuk menentukan lokasi akhir pembuangan limbah nuklir.
Sebelumnya, penyelidikan juga sudah dilakukan di tiga lokasi lain. Lokasi itu berada di dua dari empat pulau utama Jepang, tepatnya dua lokasi berada di Hokkaido dan satu lokasi lainnya berada di Kyushu.
Pulau Minamitorishima disebut sebagai kandidat pertama yang dipilih langsung oleh pemerintah pusat atas inisiatif sendiri.
Pada Januari 2026 lalu, Jepang kembali mengaktifkan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia, lokasinya di wilayah Niigata. Aktivasi ini menjadi yang pertama sejak tragedi Fukushima pada tahun 2011.
Sebagai perbandingan, Finlandia telah membangun fasilitas penyimpanan geologi dalam pertama di dunia bernama Onkalo. Limbah nuklir di lokasi tersebut akan diisolasi sekitar 400 meter di bawah tanah.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya