KOMPAS.com – Kompetensi teknis anak bangsa kembali memukau panggung internasional, tepatnya di Malaysia.
Melalui subholding PLN Nusantara Power (PLN NP), PLN Group sukses menuntaskan dua titik krusial proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) atau kereta cepat/medium listrik di Malaysia lebih cepat dari target yang disepakati.
Proyek itu juga dilakukan bersama anak usaha PLN NP, yaitu PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC).
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan, keberhasilan itu merupakan wujud konkret transformasi dan ekspansi global PLN.
"Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (9/3/2026).
Baca juga: Manfaatkan Biomassa, PLN IP Produksi Energi Bersih 1.101,59 GWh Sepanjang 2025
Darmawan mengatakan, langkah perluasan bisnis itu didukung oleh kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki PLN.
“Kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia," jelasnya.
Adapun kedua titik proyek ECRL tersebut, yakni Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang diselesaikan 15 hari lebih awal dari jadwal.
Kemudian, FS 09 di Jambu Rias, Pahang yang juga mencatat percepatan signifikan dengan rampung satu bulan lebih cepat dari target.
Penyelesaian proyek yang lebih cepat dari target itu mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan.
Baca juga: PLN Garap Proyek Kereta Listrik Malaysia, Dua Infrastruktur Rampung Lebih Cepat
Head Project Management Office TNB Tn Azreen Bin Othman mengapresiasi keberhasilan penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung.
Menurutnya, FS 01 dan FS 09 merupakan bagian krusial dalam sistem elektrifikasi ECRL sehingga penyelesaian lebih awal dari target merupakan capaian yang membanggakan.
“Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas," ujarnya.
Untuk diketahui, ECRL merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer (km) yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.
Proyek itu sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo serta diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton karbondioksida (CO?) per tahun saat mulai beroperasi pada 2027.
Azreen menambahkan, pihaknya berharap kinerja tersebut dapat berlanjut pada proyek-proyek berikutnya.
Baca juga: PLN Kantongi Pasokan 84 Juta Ton Batu Bara, Tepis Isu Ancaman Listrik Padam
"Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.
Keberhasilan PLN dalam proyek ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung infrastruktur transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara.
Dalam proyek elektrifikasi ECRL, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).
Dalam hal ini, PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sedangkan PLN NPC berperan dalam pengadaan peralatan pendukung dan mengeksekusi pekerjaan konstruksi sekaligus pelaksanaan komisioning.
Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10.
Baca juga: Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN
Proyek tersebut dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni 2026.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan, penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam proyek strategis lintas negara.
"Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional," ujar Ruly.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction Djarot Hutabri menjelaskan, PLN NPC telah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang pembangkitan dan transmisi.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam mengerjakan proyek elektrifikasi ECRL di Malaysia.
Baca juga: Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik
Ia memastikan, PLN NPC siap melaksanakan design and build untuk elektrifikasi FS ECRL yang mencakup pembangunan 132 kV switching station, instalasi overhead transmission line (OHL) dan underground cable sepanjang 3 km.
Djarot menegaskan, PLN juga siap mendukung pekerjaan pendukung lainnya demi memastikan proyek tersebut dikerjakan tepat waktu dan berstandar tinggi.
"Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global,” katanya.
Djarot menambahkan, apresiasi dari TSG dan TNB juga menjadi bukti bahwa PLN Group mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis.
Baca juga: Nyamar Jadi Petugas PLN, Dua Pencuri Kabel di Asahan Gagal Beraksi
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya