Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lego Investasikan Rp 47,3 Miliar untuk Teknologi Serap Karbon

Kompas.com, 10 Maret 2026, 09:12 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber esgdive

KOMPAS.com - Lego Group menginvestasikan sekitar 2,8 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 47,32 miliar) ke dalam empat proyek penghapusan karbon yang berfokus pada solusi berbasis alam dan teknologi.

Investasi baru ini akan memberikan dukungan bagi proyek-proyek penghijauan skala besar di Negara Bagian Quintana Roo, Meksiko, yang didukung oleh perusahaan solusi pasar karbon Climate Impact Partners, dilansir dari ESG Dive, Senin (9/3/2026).

Baca juga: 

Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk serangkaian proyek berbasis teknologi, termasuk penyimpanan biomassa secara geologis, mineralisasi, dan penghapusan karbon dioksida di laut yang bermitra dengan ClimeFi, sebuah manajer portofolio aset penghapusan karbon.

Dengan begitu total investasi Lego dalam solusi penghapusan karbon kini mencapai hampir Rp 141,96 miliar.

Lego investasi Rp 47 miliar untuk teknologi serap karbon

Lego Group menginvestasikan sekitar 2,8 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 47,32 miliar) ke dalam empat proyek penghapusan karbon.The Lego Group Lego Group menginvestasikan sekitar 2,8 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 47,32 miliar) ke dalam empat proyek penghapusan karbon.

Salah satu pendiri dan CEO ClimeFi, Paolo Piffaretti, menyatakan, investasi terbaru Lego dalam bidang penghapusan karbon menunjukkan komitmen yang diperlukan untuk memperluas skala industri dan mempercepat kemajuan iklim yang nyata.

"Rangkaian proyek yang luas ini mencerminkan pengakuan Lego Group bahwa tidak ada satu jalur tunggal yang dapat menyelesaikan masalah perubahan iklim sendirian," kata Piffaretti.

Tujuan perusahaan mainan konstruksi ini adalah mengurangi emisi karbon dari operasional globalnya mencakup eksplorasi berbagai solusi, baik di dalam maupun di luar rantai nilainya.

Baca juga: 

Target emisi net-zero tahun 2050

Ilustrasi Legoland Malaysia Resort. Lego Group menginvestasikan sekitar 2,8 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 47,32 miliar) ke dalam empat proyek penghapusan karbon.Dok. Wikimedia Commons/Mohd Fazlin Mohd Effendy Ooi Ilustrasi Legoland Malaysia Resort. Lego Group menginvestasikan sekitar 2,8 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 47,32 miliar) ke dalam empat proyek penghapusan karbon.

Investasi terbaru Lego dalam solusi penghapusan karbon selaras dengan strategi keberlanjutan dan target dekarbonisasi yang lebih luas.

Tujuan perusahaan mainan tersebut mencakup pencapaian emisi net-zero pada tahun 2050 yang telah mereka targetkan sejak 2023.

Selain itu, perusahaan menargetkan pengurangan emisi karbon absolut sebesar 37 persen pada tahun 2032, dibandingkan dengan garis dasar tahun 2019.

Tahun lalu, produsen asal Denmark tersebut menyatakan ambisinya untuk meningkatkan kapasitas tenaga surya globalnya sebesar 72 persen pada akhir tahun 2025.

Lego menyatakan bahwa peningkatan kapasitas ini akan membantu mengurangi jejak karbon mereka, serta menyebut ekspansi tenaga surya sebagai "inisiatif utama" yang akan membantu dalam mencapai tujuan keberlanjutan perusahaan.

Perusahaan ini juga menyatakan telah meningkatkan investasi keseluruhannya di bidang keberlanjutan dan lingkungan sebesar 68 persen pada tahun 2024, dibandingkan dengan komitmen pembiayaan tahun 2023.

Lego menyebutkan pula bahwa investasi hijaunya pada tahun 2024 hampir tiga kali lipat dari apa yang mereka belanjakan di sektor tersebut pada tahun 2022 sebuah lonjakan yang selaras dengan target tahun 2023 untuk melipatgandakan investasi keberlanjutannya menjadi sekitar Rp. 23,66 triliun selama tiga tahun.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada IFCH
RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada IFCH
LSM/Figur
Wamendiktisaintek: Berpikir Kritis Jadi Kunci agar Manusia Tak Tergantikan AI
Wamendiktisaintek: Berpikir Kritis Jadi Kunci agar Manusia Tak Tergantikan AI
Pemerintah
Bumi Makin Panas, Studi Peringatkan Heat Stress Ancam Miliaran Orang
Bumi Makin Panas, Studi Peringatkan Heat Stress Ancam Miliaran Orang
Pemerintah
Efek Suhu Ekstrem pada Padi Ternyata Lebih Parah dari Perkiraan Ahli
Efek Suhu Ekstrem pada Padi Ternyata Lebih Parah dari Perkiraan Ahli
Pemerintah
BMKG: Risiko El Nino Sangat Kuat Bersamaan dengan Musim Kemarau
BMKG: Risiko El Nino Sangat Kuat Bersamaan dengan Musim Kemarau
Pemerintah
Krisis Iklim Jadi Pertimbangan Baru Saat Memilih Hunian
Krisis Iklim Jadi Pertimbangan Baru Saat Memilih Hunian
Swasta
El Nino dan Musim Kemarau Panjang Picu Eksploitasi Air Tanah
El Nino dan Musim Kemarau Panjang Picu Eksploitasi Air Tanah
Pemerintah
UNCTAD: AI dan Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Perdagangan Dunia
UNCTAD: AI dan Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Perdagangan Dunia
Pemerintah
Kebijakan Iklim Penting, tapi Kenapa Sulit Dapat Restu Warga?
Kebijakan Iklim Penting, tapi Kenapa Sulit Dapat Restu Warga?
Pemerintah
PBB Peringatkan Dampak Menguatnya El Nino Pengaruhi Pemanasan Global
PBB Peringatkan Dampak Menguatnya El Nino Pengaruhi Pemanasan Global
Pemerintah
Potensi Jutaan Lapangan Kerja Baru Green Job untuk Talenta dari Berbagai Disiplin Ilmu, Apa yang Dibutuhkan Industri?
Potensi Jutaan Lapangan Kerja Baru Green Job untuk Talenta dari Berbagai Disiplin Ilmu, Apa yang Dibutuhkan Industri?
Pemerintah
IPB Kembangkan Kebun Inovasi Bawang Merah di Demak Jateng, Produktivitas Naik 30 Persen
IPB Kembangkan Kebun Inovasi Bawang Merah di Demak Jateng, Produktivitas Naik 30 Persen
Pemerintah
BRIN: Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur Tidak Tunggal
BRIN: Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur Tidak Tunggal
LSM/Figur
Tak Cukup Bayar Retribusi, Pengguna Air Tanah Bakal Wajib Pulihkan Cadangan Air
Tak Cukup Bayar Retribusi, Pengguna Air Tanah Bakal Wajib Pulihkan Cadangan Air
Pemerintah
Sisi Lain Transisi Energi, Ada Jejak Litium di Air Rumah Tangga Selama 15 Tahun
Sisi Lain Transisi Energi, Ada Jejak Litium di Air Rumah Tangga Selama 15 Tahun
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau