KOMPAS.com - Lego Group menginvestasikan sekitar 2,8 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 47,32 miliar) ke dalam empat proyek penghapusan karbon yang berfokus pada solusi berbasis alam dan teknologi.
Investasi baru ini akan memberikan dukungan bagi proyek-proyek penghijauan skala besar di Negara Bagian Quintana Roo, Meksiko, yang didukung oleh perusahaan solusi pasar karbon Climate Impact Partners, dilansir dari ESG Dive, Senin (9/3/2026).
Baca juga:
Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk serangkaian proyek berbasis teknologi, termasuk penyimpanan biomassa secara geologis, mineralisasi, dan penghapusan karbon dioksida di laut yang bermitra dengan ClimeFi, sebuah manajer portofolio aset penghapusan karbon.
Dengan begitu total investasi Lego dalam solusi penghapusan karbon kini mencapai hampir Rp 141,96 miliar.
Lego Group menginvestasikan sekitar 2,8 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 47,32 miliar) ke dalam empat proyek penghapusan karbon.Salah satu pendiri dan CEO ClimeFi, Paolo Piffaretti, menyatakan, investasi terbaru Lego dalam bidang penghapusan karbon menunjukkan komitmen yang diperlukan untuk memperluas skala industri dan mempercepat kemajuan iklim yang nyata.
"Rangkaian proyek yang luas ini mencerminkan pengakuan Lego Group bahwa tidak ada satu jalur tunggal yang dapat menyelesaikan masalah perubahan iklim sendirian," kata Piffaretti.
Tujuan perusahaan mainan konstruksi ini adalah mengurangi emisi karbon dari operasional globalnya mencakup eksplorasi berbagai solusi, baik di dalam maupun di luar rantai nilainya.
Baca juga:
Ilustrasi Legoland Malaysia Resort. Lego Group menginvestasikan sekitar 2,8 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 47,32 miliar) ke dalam empat proyek penghapusan karbon.Investasi terbaru Lego dalam solusi penghapusan karbon selaras dengan strategi keberlanjutan dan target dekarbonisasi yang lebih luas.
Tujuan perusahaan mainan tersebut mencakup pencapaian emisi net-zero pada tahun 2050 yang telah mereka targetkan sejak 2023.
Selain itu, perusahaan menargetkan pengurangan emisi karbon absolut sebesar 37 persen pada tahun 2032, dibandingkan dengan garis dasar tahun 2019.
Tahun lalu, produsen asal Denmark tersebut menyatakan ambisinya untuk meningkatkan kapasitas tenaga surya globalnya sebesar 72 persen pada akhir tahun 2025.
Lego menyatakan bahwa peningkatan kapasitas ini akan membantu mengurangi jejak karbon mereka, serta menyebut ekspansi tenaga surya sebagai "inisiatif utama" yang akan membantu dalam mencapai tujuan keberlanjutan perusahaan.
Perusahaan ini juga menyatakan telah meningkatkan investasi keseluruhannya di bidang keberlanjutan dan lingkungan sebesar 68 persen pada tahun 2024, dibandingkan dengan komitmen pembiayaan tahun 2023.
Lego menyebutkan pula bahwa investasi hijaunya pada tahun 2024 hampir tiga kali lipat dari apa yang mereka belanjakan di sektor tersebut pada tahun 2022 sebuah lonjakan yang selaras dengan target tahun 2023 untuk melipatgandakan investasi keberlanjutannya menjadi sekitar Rp. 23,66 triliun selama tiga tahun.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya