Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki

Kompas.com, 10 Maret 2026, 20:15 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Perempuan Indonesia bisa menyelesaikan kursus Generative AI (GenAI) dengan tingkat kelulusan 0,9 persen lebih tinggi dibanding laki-laki, menurut laporan platform pembelajaran daring Coursera.

"Data kami menunjukkan bahwa ketika perempuan di Indonesia mendapatkan akses terhadap peluang pembelajaran GenAI, mereka memperlihatkan ketekunan dan komitmen yang kuat untuk menguasai keterampilan ini," kata Learning Science Research Lead di Coursera, Dr. Alexandra Urban lewat keterangan resmi, dilansir Selasa (10/3/2026).

"Indonesia memiliki basis perempuan yang sangat besar dan penuh motivasi, dan perluasan akses terhadap pendidikan GenAI akan menjadi kunci untuk menggali potensi penuh talenta bangsa ini," tambah dia. 

Baca juga:

Partisipasi perempuan Indonesia belajar GenAI meningkat

Kursus yang praktis lebih diminati

Laporan Coursera menunjukkan, perempuan Indonesia lulus kursus GenAI 0,9 persen lebih tinggi dari laki-laki. Dok. Unsplash/Hannah Busing Laporan Coursera menunjukkan, perempuan Indonesia lulus kursus GenAI 0,9 persen lebih tinggi dari laki-laki.

Laporan bertajuk One Year Later: The Gender Gap in GenAI ini menunjukkan partisipasi perempuan yang terus meningkat untuk belajar GenAI.

Sebab, perempuan menyumbang 32 persen dari pendaftaran kursus GenAI di Indonesia tahun 2025, meningkat dari 31 persen pada tahun 2024, dengan peningkatan satu poin persentase secara tahunan.

Angka tersebut menunjukkan urgensi untuk menurunkan hambatan masuk dan memperluas akses terhadap jalur pembelajaran AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan). 

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika, perempuan mencakup 49 persen pengguna internet. Namun, baru 27 persen perempuan yang bekerja di sektor teknologi.

Angka ini masih di bawah rata-rata global yang mencapai 40 persen.

Tidak hanya itu, desain kursus cukup memengaruhi minat. Perempuan cenderung memilih kursus yang ramah pemula dan praktis.

Mereka lebih suka materi yang bisa langsung diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Contohnya, alat produktivitas dan integrasi AI di tempat kerja.

Baca juga:

Laporan Coursera menunjukkan, perempuan Indonesia lulus kursus GenAI 0,9 persen lebih tinggi dari laki-laki. Freepik/DC Studio Laporan Coursera menunjukkan, perempuan Indonesia lulus kursus GenAI 0,9 persen lebih tinggi dari laki-laki.

Berikut beberapa kursus yang diminati perempuan di Coursera:

  1. Social Media Management dari Meta, dengan pendaftaran peserta didik perempuan sebesar 54,6 persen
  2. Satisfaction Guaranteed: Develop Customer Loyalty Online dari Google, dengan pendaftaran peserta didik perempuan sebesar 46,9 persen
  3. Design Fundamentals with AI dari Adobe, dengan pendaftaran peserta didik perempuan sebesar 46,1 persen
  4. Digital Marketing: Platforms, Data, and Technologies dari University of Illinois Urbana Champain, dengan pendaftaran peserta didik perempuan sebesar 42,1 persen
  5. Introduction to Data Analytics dari IBM, dengan pendaftaran peserta didik perempuan sebesar 42,1 persen

Fokus pada keterampilan manusia

Tidak hanya belajar teknis, perempuan Indonesia juga mengasah keterampilan berpikir kritis. Pada tahun 2025, pendaftaran kursus berpikir kritis oleh perempuan naik menjadi 40 persen. 

Tren ini menunjukkan, perempuan tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tapi juga secara aktif mengasah keterampilan manusia yang penting untuk pertumbuhan profesional jangka panjang.

Sebagai informasi, Coursera didirikan oleh Andrew Ng dan Daphne Koller tahun 2012. Misinya adalah menyediakan akses universal terhadap pembelajaran kelas dunia. 

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau