Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produktivitas Pekerja Turun Saat Cemas Tak Bisa Beli Makan untuk Bertahan Hidup

Kompas.com, 20 Maret 2026, 10:28 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Phys.org

KOMPAS.com - Masalah pangan, salah satunya terkait tidak adanya ketersediaan pangan, bisa meningkatkan kecemasan yang menurunkan produktivitas karyawan di tempat kerja. Hal ini menurut studi yang diterbitkan di Journal of Applied Psychology.

Dampak masalah pangan kerap dikaitkan dengan orang-orang yang menganggur. Padahal, hal itu juga berdampak terhadap mayoritas tenaga kerja. 

Baca juga:

"Kami berharap para pemimpin usaha dapat mengubah pola pikir mereka dan memahami bahwa mendukung karyawan yang menghadapi kerawanan pangan melampaui masalah kemanusiaan dan memberikan manfaat bagi bisnis itu sendiri," kata peneliti utama studi sekaligus seorang mahasiswa doktoral dalam perilaku organisasi di Universitas Washington, Jason Moy, MS, dilansir dari Phys.org, Senin (16/3/2026).

Masalah pangan bikin karyawan cemas, produktivitas turun

Masalah pangan dapat meningkatkan kecemasan pekerja yang menurunkan produktivitas mereka di tempat kerja.freepik.com Masalah pangan dapat meningkatkan kecemasan pekerja yang menurunkan produktivitas mereka di tempat kerja.

Masalah pangan mengacu pada rasa takut atau kecemasan karena tidak mampu membeli cukup makanan untuk bertahan hidup. Kerawanan pangan dapat menyebabkan pengurangan pembelian makanan atau melewatkan makan.

Menurut laporan tahun 2024 dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS), lebih dari 47 juta orang atau 13 persen rumah tangga mengalami kerawanan pangan pada tahun 2023

Studi sebelumnya menemukan bahwa kerawanan pangan dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, anemia, asma, kecemasan, depresi, serta gangguan tidur dan makan.

Temuan studi ini berasal dari tiga eksperimen. Dalam eksperimen pertama secara daring dengan 375 orang dewasa pekerja di AS yang sebelumnya pernah mengalami kerawanan pangan.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok yang diminta untuk mengingat pengalaman kerawanan pangan terakhir mereka atau ketika makanan mudah didapatkan.

Kemudian, peserta dari kedua kelompok itu menulis tentang perasaan dan perilaku mereka di tempat kerja pada hari itu.

Peserta yang mengingat kerawanan pangan melaporkan kecemasan yang jauh lebih tinggi dan kinerja tugas sangat rendah. Selain itu, peserta juga menyebut kerawanan pangan sebabkan keterlibatan kerja yang lebih rendah dan memberikan bantuan semakin sedikit kepada rekan-rekannya.

Dalam percobaan kedua, sebanyak 567 pekerja dewasa di AS yang pernah mengalami kerawanan pangan mencatat buku harian mingguan selama satu bulan.

Hasilnya, laporan peserta mengenai peningkatan kerawanan pangan selama bulan selaras dengan semakin tingginya kecemasan, serta kinerja tugas dan keterlibatan kerja yang lebih rendah.

Dalam percobaan lapangan terakhir dilakukan di Pakistan, dengan 196 pekerja yang secara acak ditugaskan untuk menerima paket makanan atau produk pembersih dan kebersihan.

Para peserta yang menerima paket makanan melaporkan tingkat kecemasan yang jauh lebih rendah, dengan efek menguntungkan pada kinerja kerja dan keterlibatan dalam tugas.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau