Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Oxford Policy Management Buka Lowongan Kerja terkait Konservasi di Indonesia, Ini Syaratnya

Kompas.com, 27 Maret 2026, 09:24 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Oxford Policy Management (OPM) membuka lowongan kerja untuk posisi Energy Transition Accelerate Programme (ETAP) dengan penempatan di Jakarta. Posisi yang dibuka yakni Spesialis Safeguard Keanekaragaman Hayati dan Spesialis Safeguard Sosial.

Dalam unggahan di akun LinkedIn Oxford Policy Management, kandidat yang lolos bertugas mendukung pelaksanaan kegiatan proyek ETAP.

Kemudian, memfasilitasi komunikasi dan koordinasi tim ETAP dengan PLN, mengembangkan pemahaman mendalam tentang proses dan persyaratan Environmental and Social Management System (Sistem Manajemen Lingkungan dan Sosial), serta keterampilan khusus dalam safeguard sosial dan keanekaragaman hayati.

Baca juga: Pekerja Makin Minat Microshifting dan Tinggalkan Jam Kerja 9-to-5

Lalu, mendukung kegiatan terkait safeguard keanekaragaman hayati dan sosial, serta mendukung koordinasi, pelaporan, dan kegiatan peningkatan kapasitas.

Adapun persyaratan posisi Spesialis Safeguard Keanekaragaman Hayati antara lain:

  • Lulusan sarjana di bidang ilmu lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, geografi, atau bidang terkait
  • Memahami konsep utama dalam safeguard keanekaragaman hayati (misalnya habitat kritis, habitat alami, hierarki mitigasi)
  • Kemampuan dasar hingga menengah dalam penggunaan perangkat lunak GIS (misalnya QGIS, ArcGIS), termasuk manajemen data, analisis spasial, dan pembuatan peta (wajib)
  • Familiar dengan IUCN IBAT menjadi nilai tambah

Sementara, kualifikasi untuk posisi Spesialis Safeguard Sosial:

  • Lulusan sarjana di bidang ilmu sosial (misalnya sosiologi, antropologi, studi pembangunan) atau bidang terkait (termasuk ilmu lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, geografi)
  • Fokus pada isu sosial atau keanekaragaman hayati yang dikombinasikan dengan GIS menjadi nilai tambah
  • Memahami konsep utama dalam safeguard sosial (misalnya pengadaan lahan, relokasi, masyarakat adat, pelibatan pemangku kepentingan, serta kondisi ketenagakerjaan)

Persyaratan umum:

  • Memiliki pengalaman relevan lebih dari tujuh tahun di bidang pengelolaan lingkungan atau bidang terkait dalam proyek infrastruktur/energi atau sumber daya alam
  • Memiliki pengalaman dengan proyek yang melibatkan mitra pembangunan internasional (misalnya World Bank, ADB, atau MDB lainnya) serta memahami safeguard sosial dan/atau lingkungan menjadi nilai tambah kuat
  • Berpengalaman bekerja dengan instansi pemerintah, utilitas, atau BUMN di Indonesia menjadi keunggulan, khususnya di sektor energi atau infrastruktur
  • Memiliki kemampuan interpersonal yang baik dan mampu bekerja dalam tim multidisiplin (lingkungan, sosial, teknik, hukum, pengadaan) bersama PLN dan institusi mitra

Baca juga: Fenomena Sticky Floor, Ketika Perempuan Sulit Naik Jabatan di Dunia Kerja

Untuk informasi lengkap dan melamar, silakan klik tautan berikut:
Spesialis Safeguard Keanekaragaman Hayati:
LinkedIn: https://www.linkedin.com/jobs/view/4382562779/
Spesialis Safeguard Sosial:
LinkedIn: https://www.linkedin.com/jobs/view/4384458999/

Lamaran paling lambat dikirimkan pada 17 April 2026.

Dalam beberapa tahun terakhir, OPM telah melaksanakan proyek jangka panjang yang ketat dalam kemitraan dengan Pemerintah Indonesia dan mitra pembangunan melalui penyediaan bantuan teknis dan studi.

Proyek-proyek utamanya meliputi promosi jalur pembangunan rendah karbon, peningkatan pengelolaan sektor kehutanan (Multi-stakeholder Forestry Programme 3/MFP3), penyediaan peningkatan kapasitas untuk mendukung program transfer tunai bersyarat unggulan Indonesia (Building Inclusive Social Assistance/BISA), dan pelaksanaan Survei Inklusi dan Akses Keuangan skala besar (SOFIA) .

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ekonomi Hijau Global Makin Meroket, Nilainya Tembus  Rp178.600 Triliun
Ekonomi Hijau Global Makin Meroket, Nilainya Tembus Rp178.600 Triliun
Pemerintah
Rekor Baru, Gelombang Panas Eropa Catat Suhu dan Kelembapan Tertinggi
Rekor Baru, Gelombang Panas Eropa Catat Suhu dan Kelembapan Tertinggi
Pemerintah
UMKM Perlu Mulai Perhatikan Aspek Keberlanjutan
UMKM Perlu Mulai Perhatikan Aspek Keberlanjutan
Swasta
CRC Dorong Pendekatan Baru untuk Perkuat Ketahanan Kota di Era Digital
CRC Dorong Pendekatan Baru untuk Perkuat Ketahanan Kota di Era Digital
Swasta
IPB University Pamerkan Inovasi Hasil Riset untuk Petani dan Nelayan di PENAS XVII Gorontalo
IPB University Pamerkan Inovasi Hasil Riset untuk Petani dan Nelayan di PENAS XVII Gorontalo
Pemerintah
Tak Pandang Usia, Gelombang Panas Ancam Kesehatan Orang Muda dan Tua
Tak Pandang Usia, Gelombang Panas Ancam Kesehatan Orang Muda dan Tua
Pemerintah
Pusat Data Kini Makin Sering Digugat Secara Hukum Akibat Isu Iklim
Pusat Data Kini Makin Sering Digugat Secara Hukum Akibat Isu Iklim
Pemerintah
Komunitas Properti dan Konstruksi Bersinergi Dukung Perbaikan Fasilitas Pendidikan
Komunitas Properti dan Konstruksi Bersinergi Dukung Perbaikan Fasilitas Pendidikan
Swasta
Kecepatan Adaptasi Tentukan Nasib Mahluk Hidup di Bumi, Kok Bisa?
Kecepatan Adaptasi Tentukan Nasib Mahluk Hidup di Bumi, Kok Bisa?
LSM/Figur
Terjebak Urusan Domestik Tanpa Gaji, Hambat Karier Jutaan Perempuan
Terjebak Urusan Domestik Tanpa Gaji, Hambat Karier Jutaan Perempuan
Pemerintah
Melihat Budi Daya Ikan Ramah Lingkungan di Gang Sempit Ibukota
Melihat Budi Daya Ikan Ramah Lingkungan di Gang Sempit Ibukota
LSM/Figur
Ketergantungan Penduduk di Asia pada Pendingin Ruangan Bisa Perburuk Krisis Iklim
Ketergantungan Penduduk di Asia pada Pendingin Ruangan Bisa Perburuk Krisis Iklim
LSM/Figur
Denmark Usulkan Harga Tiket Pesawat Naik untuk Tekan Emisi Penerbangan
Denmark Usulkan Harga Tiket Pesawat Naik untuk Tekan Emisi Penerbangan
Pemerintah
Kelompok Tani Sinar Cabe Raup Omzet Rp 30 Juta Per Bulan dari Kebun Buah Naga
Kelompok Tani Sinar Cabe Raup Omzet Rp 30 Juta Per Bulan dari Kebun Buah Naga
LSM/Figur
Pemadaman Bergilir Dinilai Ungkap Rapuhnya Ketahanan Listrik Nasional
Pemadaman Bergilir Dinilai Ungkap Rapuhnya Ketahanan Listrik Nasional
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau