Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konflik AS-Israel Vs Iran, FAO Ingatkan Petani dan Pekerja Migran Bisa Terdampak Parah

Kompas.com, 27 Maret 2026, 19:11 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Negara mana saja yang rentan?

Dalam jangka pendek, prioritas harus diberikan kepada negara-negara yang sedang mengalami panen padi, misalnya Sri Lanka dan Bangladesh.

Negara-negara Afrika yang bergantung pada impor pupuk juga rentan, eksportir besar seperti Argentina, Brasil, dan Amerika Serikat juga akan terpengaruh.

Sementara itu, di negara-negara Teluk, Torero mencatat bahwa harga pangan sudah melonjak di Iran meski negara tersebut memproduksi sekitar 70 persen dari pasokan pangannya sendiri, sisanya diimpor.

Adapun importir pangan besar seperti Qatar dan Uni Emirat Arab akan menghadapi tantangan karena tidak ada kapal yang menuju ke wilayah tersebut.

Baca juga:

Negara-negara Teluk juga menampung jutaan pekerja migran dari Asia Selatan dan Afrika Timur. Kiriman uang ke negara asal mereka dapat menurun jika konflik berlanjut.

Untuk mengurangi krisis, Torero menekankan perlunya menemukan jalur maritim alternatif dalam jangka pendek.

Dalam jangka menengah, negara-negara harus mulai mencari sumber impor pupuk yang lebih beragam, memperkuat kerja sama cadangan pangan di wilayah masing-masing, dan menghindari larangan ekspor.

Sementara itu, memperkuat ketahanan pangan akan menjadi hal yang sangat penting dalam jangka panjang.

"Kita perlu memperlakukan sistem pangan dengan kepentingan strategis yang sama seperti sektor energi dan transportasi, serta berinvestasi secara serius untuk meminimalkan dampak guncangan tersebut," pungkasnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Produksi Pangan Harian Jadi Pemicu Utama Kerusakan Hutan
Produksi Pangan Harian Jadi Pemicu Utama Kerusakan Hutan
LSM/Figur
Konflik AS-Israel Vs Iran, FAO Ingatkan Petani dan Pekerja Migran Bisa Terdampak Parah
Konflik AS-Israel Vs Iran, FAO Ingatkan Petani dan Pekerja Migran Bisa Terdampak Parah
Pemerintah
Kedokteran Hewan IPB University Tembus Top 100 Dunia
Kedokteran Hewan IPB University Tembus Top 100 Dunia
Pemerintah
CFO Prediksi Dampak AI Terhadap Tenaga Kerja Masih Minim Tahun Ini
CFO Prediksi Dampak AI Terhadap Tenaga Kerja Masih Minim Tahun Ini
LSM/Figur
Bahan Bakar Nabati di Indonesia Terhambat Lahan, Ini Solusi Lain Kurangi Impor BBM
Bahan Bakar Nabati di Indonesia Terhambat Lahan, Ini Solusi Lain Kurangi Impor BBM
LSM/Figur
Balai Besar TNBTS Identifikasi Temuan 2 Spesies Anggrek Baru
Balai Besar TNBTS Identifikasi Temuan 2 Spesies Anggrek Baru
Pemerintah
Lowongan Kerja Analis Lingkungan Senior untuk Perusahaan di Qatar, Cek Syaratnya
Lowongan Kerja Analis Lingkungan Senior untuk Perusahaan di Qatar, Cek Syaratnya
Swasta
Ruang Kerja Terbuka Bikin Otak Karyawan Bekerja Lebih Keras
Ruang Kerja Terbuka Bikin Otak Karyawan Bekerja Lebih Keras
LSM/Figur
Kesehatan Jadi Pendorong Utama Tren Diet Berkelanjutan Global
Kesehatan Jadi Pendorong Utama Tren Diet Berkelanjutan Global
LSM/Figur
Air Purifier Disebut Bantu Serap Mikroplastik di Dalam Ruangan
Air Purifier Disebut Bantu Serap Mikroplastik di Dalam Ruangan
Swasta
Indonesia Bisa Andalkan EV untuk Ganti BBM, Apa Industrinya Sudah Siap?
Indonesia Bisa Andalkan EV untuk Ganti BBM, Apa Industrinya Sudah Siap?
Pemerintah
Waspada Keberagaman Semu, Ini Alasan Representasi Minoritas Sering Disalahartikan dalam Dunia Kerja
Waspada Keberagaman Semu, Ini Alasan Representasi Minoritas Sering Disalahartikan dalam Dunia Kerja
LSM/Figur
Orangutan Sumatera Bernama Pesek Melahirkan Anak Ke-7 di TN Gunung Leuser
Orangutan Sumatera Bernama Pesek Melahirkan Anak Ke-7 di TN Gunung Leuser
Pemerintah
Tertarik Kerja di Qatar untuk Spesialis Laporan Keberlanjutan? Cek Lowongan Berikut
Tertarik Kerja di Qatar untuk Spesialis Laporan Keberlanjutan? Cek Lowongan Berikut
Swasta
Harga CPO di Indonesia Bisa Naik Jika Konflik AS-Israel Vs Iran Tetap Lanjut
Harga CPO di Indonesia Bisa Naik Jika Konflik AS-Israel Vs Iran Tetap Lanjut
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau