KOMPAS.com - Wilayah seluas 1,5 juta km di China bagian tengah diusulkan untuk menjadi pusat keanekaragaman hayati global yang baru.
Studi terbaru yang diterbitkan Nature Ecology & Evolution mengidentifikasi bahwa wilayah di China tengah ini menjadi ruang hidup bagi lebih dari 14.431 spesies tumbuhan berpembuluh.
Meski hanya mempertahankan sekitar 7 persen dari vegetasi aslinya, wilayah di China tengah ini menyimpan setidaknya 2.024 spesies tumbuhan berpembuluh endemik.
Baca juga: Bisakah Pasar Karbon di Asia Tenggara Menjaga Keanekaragaman Hayati?
Secara keseluruhan, hutan berdaun lebar hijau abadi subtropis di Tiongkok Tengah mewakili perpaduan unik antara garis keturunan relik kuno, yang berupa tanaman yang dulunya tersebar luas tetapi sekarang hanya ditemukan di beberapa wilayah, dan kelompok spesies baru yang berevolusi dengan cepat dalam waktu geologis relatif singkat.
Kombinasi tersebut menjadikan wilayah di China tengah ini tak tergantikan dalam hal sejarah evolusi.
Wilayah di China tengah ini juga berfungsi sebagai pusat utama keanekaragaman serangga dan vertebrata.
Diketahui, ada dua kriteria utama suatu wilayah layak menjadi kawasan keanekaragaman hayati global Pertama, wilayah tersebut harus mengandung setidaknya 1.500 spesies tumbuhan berpembuluh yang tidak ditemukan di tempat lain.
Kedua, wilayah tersebut harus telah kehilangan setidaknya 70 persen dari vegetasi alami aslinya. Saat ini, hanya 36 wilayah di seluruh dunia memenuhi kondisi ini.
Berdasarkan data di atas, para peneliti dari Institut Botani di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (IBCAS), yang bekerja sama dengan para ilmuwan dari Australia dan Inggris, mengusulkan untuk secara resmi menetapkan China tengah sebagai pusat keanekaragaman hayati global ke-37.
Baca juga: Perairan Romang-Damer Punya Keanekaragaman Hayati Terlengkap se-Asia
Usulan penetapan tersebut bertujuan melindungi keanekaragaman dan warisan evolusi yang tak tergantikan dari ancaman antropogenik yang semakin meningkat.
Jika diakui, wilayah di China tengah ini akan menjadi menjadi pusat keanekaragaman hayati global ke-5 di Negeri Tirai Bambu itu.
Diketahui, terdapat empat wilayah di China yang telah ditetapkan sebagai pusat keanekaragaman hayati global, yakni Pegunungan Asia Tengah, Indo-Burma, Pegunungan Tiongkok Barat Daya, dan Himalaya.
"Kami berharap penetapan ini akan membantu memperkuat upaya konservasi, memandu perencanaan kawasan lindung di masa depan, dan menarik lebih banyak dukungan internasional untuk melindungi warisan alam yang unik dan terancam di wilayah ini," ujar salah satu penulis studi tersebut, Lu Limin dari IBCAS, dilansir dari Xinhua.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya