Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru

Kompas.com, 1 April 2026, 17:03 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wilayah seluas 1,5 juta km di China bagian tengah diusulkan untuk menjadi pusat keanekaragaman hayati global yang baru.

Studi terbaru yang diterbitkan Nature Ecology & Evolution mengidentifikasi bahwa wilayah di China tengah ini menjadi ruang hidup bagi lebih dari 14.431 spesies tumbuhan berpembuluh.

Meski hanya mempertahankan sekitar 7 persen dari vegetasi aslinya, wilayah di China tengah ini menyimpan setidaknya 2.024 spesies tumbuhan berpembuluh endemik.

Baca juga: Bisakah Pasar Karbon di Asia Tenggara Menjaga Keanekaragaman Hayati?

Secara keseluruhan, hutan berdaun lebar hijau abadi subtropis di Tiongkok Tengah mewakili perpaduan unik antara garis keturunan relik kuno, yang berupa tanaman yang dulunya tersebar luas tetapi sekarang hanya ditemukan di beberapa wilayah, dan kelompok spesies baru yang berevolusi dengan cepat dalam waktu geologis relatif singkat.

Kombinasi tersebut menjadikan wilayah di China tengah ini tak tergantikan dalam hal sejarah evolusi.

Wilayah di China tengah ini juga berfungsi sebagai pusat utama keanekaragaman serangga dan vertebrata.

Diketahui, ada dua kriteria utama suatu wilayah layak menjadi kawasan keanekaragaman hayati global Pertama, wilayah tersebut harus mengandung setidaknya 1.500 spesies tumbuhan berpembuluh yang tidak ditemukan di tempat lain.

Kedua, wilayah tersebut harus telah kehilangan setidaknya 70 persen dari vegetasi alami aslinya. Saat ini, hanya 36 wilayah di seluruh dunia memenuhi kondisi ini.

Berdasarkan data di atas, para peneliti dari Institut Botani di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (IBCAS), yang bekerja sama dengan para ilmuwan dari Australia dan Inggris, mengusulkan untuk secara resmi menetapkan China tengah sebagai pusat keanekaragaman hayati global ke-37.

Baca juga: Perairan Romang-Damer Punya Keanekaragaman Hayati Terlengkap se-Asia

Usulan penetapan tersebut bertujuan melindungi keanekaragaman dan warisan evolusi yang tak tergantikan dari ancaman antropogenik yang semakin meningkat.

Jika diakui, wilayah di China tengah ini akan menjadi menjadi pusat keanekaragaman hayati global ke-5 di Negeri Tirai Bambu itu.

Diketahui, terdapat empat wilayah di China yang telah ditetapkan sebagai pusat keanekaragaman hayati global, yakni Pegunungan Asia Tengah, Indo-Burma, Pegunungan Tiongkok Barat Daya, dan Himalaya.

"Kami berharap penetapan ini akan membantu memperkuat upaya konservasi, memandu perencanaan kawasan lindung di masa depan, dan menarik lebih banyak dukungan internasional untuk melindungi warisan alam yang unik dan terancam di wilayah ini," ujar salah satu penulis studi tersebut, Lu Limin dari IBCAS, dilansir dari Xinhua.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Hutan Luksemburg Mengkhawatirkan, Pohon-pohon 'Sekarat' Akibat Krisis Iklim-Spesies Invasif
Hutan Luksemburg Mengkhawatirkan, Pohon-pohon 'Sekarat' Akibat Krisis Iklim-Spesies Invasif
Pemerintah
Dampak Perubahan Iklim, Risiko Banjir Rob Naik 12 Kali Lipat
Dampak Perubahan Iklim, Risiko Banjir Rob Naik 12 Kali Lipat
Pemerintah
Kasus dr Icha, Negara Wajib Jamin Tenaga Kesehatan Bebas Intimidasi
Kasus dr Icha, Negara Wajib Jamin Tenaga Kesehatan Bebas Intimidasi
LSM/Figur
Panas Ekstrem Ancam Kesehatan Jantung, Bagaimana Cara Lindungi Diri?
Panas Ekstrem Ancam Kesehatan Jantung, Bagaimana Cara Lindungi Diri?
LSM/Figur
Penggunaan AC Dinilai Jadi Kebutuhan di Eropa, sekaligus Dilema Iklim
Penggunaan AC Dinilai Jadi Kebutuhan di Eropa, sekaligus Dilema Iklim
Pemerintah
Jutaan Spesies Serangga Belum Ditemukan di Tengah Ancaman Kepunahan Global
Jutaan Spesies Serangga Belum Ditemukan di Tengah Ancaman Kepunahan Global
Pemerintah
Tak Hanya Jadi Rumah Ibadah, Ini Ragam Program Pemberdayaan Umat di Masjid Istiqlal
Tak Hanya Jadi Rumah Ibadah, Ini Ragam Program Pemberdayaan Umat di Masjid Istiqlal
Swasta
Kota-kota di Eropa Kekurangan Tempat Berteduh Saat Gelombang Panas Ekstrem Melanda
Kota-kota di Eropa Kekurangan Tempat Berteduh Saat Gelombang Panas Ekstrem Melanda
LSM/Figur
Google Klaim Berhasil Kurangi Emisi Meski Konsumsi Listrik AI Meningkat
Google Klaim Berhasil Kurangi Emisi Meski Konsumsi Listrik AI Meningkat
Swasta
Studi Perkirakan Gelombang Panas Juni di Eropa Renggut Nyawa 20.000 Orang
Studi Perkirakan Gelombang Panas Juni di Eropa Renggut Nyawa 20.000 Orang
Pemerintah
Yunani Akan Bayar Nelayan untuk Buru Ikan Buntal Invasif
Yunani Akan Bayar Nelayan untuk Buru Ikan Buntal Invasif
Pemerintah
Gelombang Panas di Perancis Tewaskan 2.025 Orang dalam Sepekan
Gelombang Panas di Perancis Tewaskan 2.025 Orang dalam Sepekan
Pemerintah
Kekhawatiran K3 Membayangi Peluang Kerja di Kawasan Industri Nikel Morowali
Kekhawatiran K3 Membayangi Peluang Kerja di Kawasan Industri Nikel Morowali
Swasta
Terinspirasi Kearifan Betawi, Warga Setu Kelola Sampah Organik dengan 'Biopori Gede'
Terinspirasi Kearifan Betawi, Warga Setu Kelola Sampah Organik dengan "Biopori Gede"
LSM/Figur
Kerugian Ekonomi Akibat Makanan Tak Aman Masih Tinggi, BPOM Gandeng IPB Jalankan KKN Tematik
Kerugian Ekonomi Akibat Makanan Tak Aman Masih Tinggi, BPOM Gandeng IPB Jalankan KKN Tematik
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau