Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesenjangan Gaji Berdasarkan Gender Makin Lebar pada Tahun 2026

Kompas.com, 8 April 2026, 15:55 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber esgdive

KOMPAS.com - Laporan Payscale mengungkapkan kesenjangan gaji berdasarkan gender meningkat pada tahun 2026.

Sekarang, perempuan hanya berpenghasilan 0,82 dolar AS atau sekitar Rp 13.926 untuk setiap 1 dolar AS (Rp 16.983) yang diterima laki-laki. Jumlah tersebut turun dari 0,83 dolar AS atau sekitar Rp 14.095 pada tahun lalu.

Melansir ESG Dive, Selasa (7/4/2026) Ruth Thomas, pakar strategi dari Payscale mengungkapkan transparansi gaji sangat penting untuk keterlibatan karyawan sekaligus kepatuhan aturan.

"Ketika kesenjangan gaji terus terjadi atau semakin melebar, perempuan cenderung kehilangan semangat kerja, pindah kerja, atau berhenti total. Hal ini mengurangi jumlah tenaga kerja berbakat yang tersedia dan meningkatkan biaya rekrutmen bagi perusahaan,” katanya.

Baca juga: Studi Ungkap Manfaat Kerja untuk Kesehatan Mental, Tak Hanya Gaji

Terjadi di semua tingkat pendidikan

Payscale menemukan bahwa kesenjangan gaji berdasarkan gender terjadi di semua tingkat pendidikan dan "semakin melebar" seiring bertambahnya usia serta kemajuan karier perempuan.

Perempuan berusia 45 tahun ke atas hanya berpenghasilan 0,71 dolar AS (Rp 12.058) untuk setiap 1 dolar AS yang diterima laki-laki, sementara di level eksekutif mereka hanya menerima 0,69 dolar AS (Rp 11.718).

Payscale menyatakan bahwa kesenjangan gaji ini mencerminkan dampak dari perkembangan karier yang lebih lambat, hambatan karena harus mengurus keluarga, serta kurangnya kesempatan untuk menempati posisi kepemimpinan.

Hal serupa juga dicatat oleh Glassdoor. Platform pencarian kerja dan rekrutmen global tersebut membagikan data yang menunjukkan bahwa pendapatan perempuan berhenti tumbuh di akhir usia 30-an, sedangkan gaji laki-laki terus meningkat sepanjang usia 40-an.

Hal ini terlihat dari kesenjangan gaji gender yang semakin lebar seiring berjalannya waktu. Mulai dari perbedaan 12 persen di awal karier, naik menjadi 19 persen setelah sepuluh tahun, hingga mencapai 25 persen setelah 30 tahun bekerja.

Menurut penelitian terbaru dari Hayden Gunnell, asisten profesor di University of Texas, salah satu masalahnya adalah cara pemberian kenaikan gaji. Kenaikan gaji umumnya diberikan berdasarkan persentase dari gaji saat ini.

Penelitian menunjukkan bahwa cara itu justru melestarikan kesenjangan gaji jika gaji awalnya memang sudah tidak setara.

Baca juga: Pekerja Lebih Prioritaskan Remote Working Dibanding Gaji dan Tunjangan

Namun, Payscale melaporkan adanya perbaikan dalam menutup kesenjangan gaji di negara-negara yang memiliki hukum transparansi gaji.

Pada tahun 2026, misalnya saja sembilan wilayah di AS termasuk California, Washington, D.C., dan New York yang memiliki hukum transparansi gaji, berhasil menghapus kesenjangan gaji gender secara efektif.

Meski begitu, enam wilayah lainnya yang punya hukum serupa belum berhasil menutup celah tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa kewajiban mengumumkan gaji saja tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan praktik pemberian gaji yang konsisten dan berbasis data.

Lulu Seikaly, penasihat ketenagakerjaan di Payscale menambahkan dengan adanya hukum baru di berbagai negara dan aturan Uni Eropa, perusahaan harus aktif memantau, mendokumentasikan, dan menjelaskan alasan di balik keputusan gaji mereka atau mereka berisiko melanggar hukum.

sumber https://www.esgdive.com/news/gender-pay-gap-grows-in-2026-equal-pay/816835/

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Swasta
Komitmen Net-Zero Perusahaan Global Tumbuh 61 Persen pada 2025
Komitmen Net-Zero Perusahaan Global Tumbuh 61 Persen pada 2025
Pemerintah
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Pemerintah
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
BrandzView
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Swasta
Lestari Forum 2026: 'Sustainability' Bagian dari Inti Bisnis
Lestari Forum 2026: "Sustainability" Bagian dari Inti Bisnis
Swasta
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
BUMN
Prabowo Bikin Program Listrifikasi Kendaran, Pangkas Pemakaian BBM
Prabowo Bikin Program Listrifikasi Kendaran, Pangkas Pemakaian BBM
Pemerintah
Gletser Asia Mencair, Pasokan Air Miliaran Orang Terancam
Gletser Asia Mencair, Pasokan Air Miliaran Orang Terancam
LSM/Figur
Pemerintah Siapkan Kilang Avtur Ramah Lingkungan dari Jelantah
Pemerintah Siapkan Kilang Avtur Ramah Lingkungan dari Jelantah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau