Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah

Kompas.com, 10 April 2026, 18:05 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com -  Perusahaan eksportir buah tropis asal Indonesia, Java Fresh, memperluas pasar ekspor ke China dengan memperkuat kapasitas riset dan pengembangan (research and development/R&D) untuk meningkatkan daya tahan produk.

Langkah ini menjadi penting mengingat standar kualitas dan keamanan pangan di China tergolong ketat, serta tantangan logistik yang membutuhkan waktu pengiriman cukup panjang.

Co-Founder & CEO Java Fresh Margareta Astaman mengatakan, penguatan R&D dilakukan untuk menjawab tantangan distribusi, khususnya dalam menjaga kesegaran buah selama pengiriman.

Baca juga: Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga

“Kami sudah mulai uji coba sejak 2022, dengan pengiriman ke China utara yang memakan waktu hingga 29 hari,” ujar Margareta di Tasikmalaya, Rabu (8/4/2026).

Perpanjang Masa Simpan Buah

Salah satu fokus pengembangan R&D adalah memperpanjang masa simpan buah tropis. Jika sebelumnya buah segar hanya mampu bertahan sekitar satu minggu, kini Java Fresh berhasil memperpanjangnya hingga 35 hari dalam skala industri.

Menurut Margareta, capaian tersebut diperoleh melalui kombinasi teknologi dan pengaturan suhu penyimpanan.

Ia menyebut, dalam tahap uji coba di laboratorium, masa simpan bahkan telah mencapai 45 hari. Namun, untuk penerapan skala industri, perusahaan masih mampu mencapai sekitar 35 hari.

“Dengan perlakuan tertentu, masa simpan bisa meningkat signifikan. Target kami sebenarnya bisa sampai 45 hari agar pengiriman melalui kontainer laut lebih optimal,” kata dia.

Perpanjangan masa simpan ini dinilai penting untuk menekan biaya logistik sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat kerusakan produk selama pengiriman.

Dengan daya tahan yang lebih lama, Java Fresh juga dapat mengurangi limbah pascapanen dan meningkatkan efisiensi operasional.

sedang melakukan coating buah manggis untuk pasar ekspor ke Jerman di rumah pengemasan (packing house) Java Fresh di Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu (8/4/2026). Kompas.com/Manda Firmansyah sedang melakukan coating buah manggis untuk pasar ekspor ke Jerman di rumah pengemasan (packing house) Java Fresh di Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu (8/4/2026).

Saat ini, perusahaan telah mengekspor berbagai buah tropis seperti manggis, salak, dan kelapa ke sekitar 25 negara. Dengan rantai pasok yang semakin kuat, ekspansi pasar ke depan diperkirakan akan semakin luas.

Selain itu, Java Fresh juga melibatkan masyarakat dalam rantai pasoknya, termasuk memberdayakan 210 pekerja perempuan di enam fasilitas pengemasan serta membina ratusan petani lokal.

Dukungan Pendanaan untuk Riset

Pengembangan kapasitas R&D tersebut didukung oleh dana hibah dari DBS Foundation melalui Grant Program 2024. Java Fresh menjadi salah satu dari lima wirausaha sosial yang menerima total pendanaan sebesar Rp 11,5 miliar.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, dukungan tersebut diberikan karena Java Fresh dinilai memiliki potensi dalam memperkuat inovasi dan memperluas dampak sosial.

“Kami melihat ada peluang bagi Java Fresh untuk meningkatkan kapasitas pengiriman dan memperluas pasar global,” ujar Mona.

Baca juga: Krisis Iklim Ganggu Siklus Produksi Manggis, Hasil Panen Petani Turun

Ia menambahkan, peran wirausaha sosial semakin penting dalam menghadirkan solusi yang tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Studi: 15 Persen Pemanasan Global Berasal dari Polutan yang Sering Diabaikan
Studi: 15 Persen Pemanasan Global Berasal dari Polutan yang Sering Diabaikan
Pemerintah
Ekonom: Kenaikan Harga Pertamax Green Pertanda Gagalnya Program Bioetanol
Ekonom: Kenaikan Harga Pertamax Green Pertanda Gagalnya Program Bioetanol
LSM/Figur
Studi: CEO yang Kompeten Lebih Konsisten Komunikasikan Risiko Iklim Perusahaan
Studi: CEO yang Kompeten Lebih Konsisten Komunikasikan Risiko Iklim Perusahaan
LSM/Figur
WRI: Mayoritas Negara G20 Gagal Penuhi Target Atasi Perubahan Iklim
WRI: Mayoritas Negara G20 Gagal Penuhi Target Atasi Perubahan Iklim
Pemerintah
Lindungi Flora dan Fauna Endemik Halmahera, IWIP Resmikan 'Sanctuary Park'
Lindungi Flora dan Fauna Endemik Halmahera, IWIP Resmikan "Sanctuary Park"
Swasta
Walhi: Wacana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Ancam Upaya Pengendalian Polusi Udara
Walhi: Wacana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Ancam Upaya Pengendalian Polusi Udara
LSM/Figur
Meski Ditutup, TPA Bantargebang Tetap Lepaskan Metana Puluhan Tahun ke Depan
Meski Ditutup, TPA Bantargebang Tetap Lepaskan Metana Puluhan Tahun ke Depan
Pemerintah
KLH Berikan Penghargaan Kalpataru ke 16 Pegiat Lingkungan, Ini Daftarnya
KLH Berikan Penghargaan Kalpataru ke 16 Pegiat Lingkungan, Ini Daftarnya
Pemerintah
IESR Desak Pemerintah Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
IESR Desak Pemerintah Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
LSM/Figur
BMKG Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Peluang Terjadinya El Nino
BMKG Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Peluang Terjadinya El Nino
Pemerintah
Grab Indonesia Bakal Tambah Armada EV Tiga Kali Lipat Demi Pangkas Karbon
Grab Indonesia Bakal Tambah Armada EV Tiga Kali Lipat Demi Pangkas Karbon
Pemerintah
Perang Nuklir Skala Kecil di Wilayah Tropis Berpotensi Rusak Total Lapisan Ozon Bumi
Perang Nuklir Skala Kecil di Wilayah Tropis Berpotensi Rusak Total Lapisan Ozon Bumi
Pemerintah
Google Gandeng American Airlines Borong 132 Juta Liter Avtur Berkelanjutan
Google Gandeng American Airlines Borong 132 Juta Liter Avtur Berkelanjutan
Swasta
Aset Miliarder Dunia Sumbang Kerusakan Iklim Paling Parah
Aset Miliarder Dunia Sumbang Kerusakan Iklim Paling Parah
Pemerintah
IPB University Kucurkan Hibah untuk Akselerasi Startup dan Hilirisasi Riset
IPB University Kucurkan Hibah untuk Akselerasi Startup dan Hilirisasi Riset
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau