Selama gelombang panas parah tahun 2016, gambar dari NASA menunjukkan bahwa suhu permukaan tanah di beberapa bagian Thailand mencapai 12 derajat Celsius di atas rata-rata.
Laporan tahun 2020 juga mencatat bahwa lebih dari 50 kota menyamai atau memecahkan rekor panas harian. Sementara itu, wilayah Mae Hong Son mencatat suhu 44,6 derajat Celsius pada 28 April 2016, yang saat itu merupakan suhu udara tertinggi yang pernah tercatat di Thailand.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah kemungkinan bahwa gelombang panas "biasa" di masa depan akan terasa sama parahnya dengan gelombang panas paling berbahaya saat ini. Di masa depan tersebut, panas ekstrem tidak lagi dianggap sebagai kejadian aneh, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Suhu panas yang meningkat berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas kerja, pertanian, dan ketahanan pangan. Suhu yang lebih tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung, pernapasan, dan penyakit menular, di mana dampak terberatnya akan dirasakan oleh kelompok rentan seperti keluarga berpenghasilan rendah, lansia, dan pekerja luar ruangan.
Masyarakat yang terdampak
Masyarakat di pedesaan sangat terancam karena mereka sering kali kesulitan mendapatkan akses ke AC atau sistem pendingin lainnya.
Panas yang berlebihan membuat kerja di luar ruangan menjadi tidak efisien, menurunkan hasil panen, dan meningkatkan penggunaan listrik untuk pendingin ruangan.
Hal tersebut pada akhirnya bisa memperburuk krisis iklim jika pembangkit listriknya masih bergantung pada bahan bakar fosil.
Dengan kata lain, panas bukan hanya ancaman bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga penghambat jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan ketahanan negara.
AC sering dianggap sebagai cara untuk bertahan hidup, tetapi itu saja tidak akan cukup untuk menyelesaikan masalah.
Memperluas akses pendingin ke seluruh negeri akan membutuhkan infrastruktur energi baru yang sangat besar. Selain itu, ketergantungan yang berlebihan pada AC justru bisa memperburuk emisi jika sumber energinya belum ramah lingkungan.
AC adalah salah satu bentuk adaptasi, namun berisiko memperparah krisis jika tidak dibarengi dengan perubahan sistem secara menyeluruh.
Di Thailand, panas ekstrem berkaitan erat dengan kekeringan yang semakin parah, banjir yang lebih sering dan merusak, serta naiknya permukaan air laut yang mengancam masyarakat pesisir dan pusat ekonomi.
Baca juga: Bumi Catat Rekor Panas Ekstrem Tahun 2025, PBB Ingatkan Dampaknya
Tekanan-tekanan ini saling tumpang tindih, sehingga membuat upaya penanganan menjadi lebih sulit dan jauh lebih mahal.
Itulah sebabnya perdebatannya bukan lagi sekadar tentang bagaimana cara menghadapi cuaca yang lebih panas.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya