Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peran Vital Hiu: Bantu Kumpulkan Data Iklim Laut yang Sulit Dipantau

Kompas.com, 30 April 2026, 19:49 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Science X

KOMPAS.com - Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal npj Climate and Atmospheric Science menunjukkan bahwa hiu yang dipasangi sensor elektronik dapat berfungsi sebagai sensor berjalan.

Mereka mengumpulkan data iklim laut di wilayah-wilayah yang sulit dipantau menggunakan metode biasa.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa data suhu dan kedalaman yang dikumpulkan oleh hiu yang diberi tanda dapat meningkatkan akurasi prakiraan laut di wilayah dinamis Atlantik Barat Laut.

Melansir Science X, Rabu (29/4/2026) ini adalah studi pertama yang secara eksperimen menggabungkan data dari sensor yang dipasang pada hewan ke dalam model iklim musiman.

Studi ini membuktikan seberapa besar pengaruhnya terhadap akurasi prakiraan cuaca dan menunjukkan potensi besar untuk digunakan secara resmi di masa depan.

"Hiu sudah bergerak melewati bagian laut yang sulit kita amati," kata Laura H. McDonnell, Ph.D., peneliti dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI).

Baca juga: Studi: Migrasi Hiu Paus Lintasi 12 Batas Negara dan Laut Internasional

"Penelitian ini menunjukkan bahwa data yang mereka kumpulkan dapat membantu mengisi celah-celah penting dan, jika digunakan secara hati-hati, dapat meningkatkan cara kita memprediksi kondisi lautan," terangnya.

Sensor satelit yang dipasang pada hiu mencatat kedalaman dan suhu saat mereka menjelajahi lautan, lalu mengirimkan data tersebut secara langsung.

Selama ini, sensor tersebut hanya digunakan ilmuwan untuk melacak pergerakan hiu, namun kolaborasi ini menciptakan terobosan baru: menggunakan data yang sama untuk memperbaiki prakiraan iklim.

"Predator laut seperti hiu secara alami mencari area laut yang aktif, seperti arus pertemuan (front) dan pusaran air (eddies). Padahal, area-area tersebut adalah lokasi yang sering kali kekurangan data pengamatan dalam model iklim kita," terang Ben Kirtman, Ph.D. ilmuwan atmosfer di Rosenstiel School.

Menguji hiu sebagai pengamat laut

Dalam studinya, peneliti memasang alat pelacak pada 18 hiu biru (Prionace glauca) dan satu hiu mako sirip pendek (Isurus oxyrinchus) di Atlantik Barat Laut.

Hiu-hiu tersebut mengirimkan lebih dari 8.200 profil suhu-kedalaman di berbagai lokasi dan kedalaman hingga hampir 2.000 meter.

Tim kemudian membandingkan kondisi iklim yang sebenarnya terjadi dengan hasil prediksi dari model tradisional, serta model yang sudah digabungkan dengan data dari hiu.

Hasilnya menunjukkan peningkatan akurasi yang nyata, terutama di wilayah pesisir dan perairan dangkal yang sangat penting bagi ekosistem laut serta industri perikanan.

Kendati demikian para peneliti menekankan bahwa sensor pada hewan ini bukan untuk menggantikan sistem pengamatan tradisional, melainkan sebagai alat pelengkap.

Baca juga: Daftar 40 Spesies Baru yang Dilindungi, Ada Hyena hingga Hiu

"Hiu yang dipasangi sensor tidak akan menggantikan sistem pengamatan konvensional. Hasil awal ini menunjukkan bahwa predator laut tersebut dapat memberikan data tambahan yang diambil langsung di lokasi, baik di permukaan maupun di kedalaman laut," tambah McDonnell.

Prakiraan laut yang akurat sangat penting untuk pengelolaan perikanan, operasional laut, dan untuk memahami bagaimana perubahan iklim memengaruhi masyarakat pesisir.

Namun, prakiraan cuaca sering kali paling tidak akurat di wilayah yang kondisinya berubah sangat cepat dan kekurangan data pengamatan langsung.

Sensor yang dipasang pada hewan dapat meningkatkan ketajaman prediksi yang membantu pengambilan keputusan di berbagai sektor, mulai dari rantai pasok makanan laut hingga perencanaan adaptasi iklim.

"Hewan laut selama ini sudah dilacak untuk memahami perilaku mereka terhadap kondisi lingkungan, tetapi studi ini menunjukkan bagaimana data tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk aplikasi iklim dan prakiraan cuaca," kata Neil Hammerschlag, Ph.D, ilmuwan hiu di Rosenstiel School.

Bagi industri perikanan dan masyarakat pesisir, sedikit saja peningkatan dalam akurasi prakiraan laut bisa memberikan dampak yang besar.

Mengurangi ketidakpastian akan membantu orang-orang dalam merencanakan sesuatu, baik itu menentukan lokasi penangkapan ikan, cara mengelola sumber daya, atau cara merespons kondisi alam yang berubah-ubah.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pakar ITB Ingatkan Bahaya Eksploitasi Air akibat El Nino
Pakar ITB Ingatkan Bahaya Eksploitasi Air akibat El Nino
LSM/Figur
Menimbang Energi Surya Vs Biofuel Lewat 'Hitung Cepat'
Menimbang Energi Surya Vs Biofuel Lewat "Hitung Cepat"
Pemerintah
RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada IFCH
RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada IFCH
LSM/Figur
Wamendiktisaintek: Berpikir Kritis Jadi Kunci agar Manusia Tak Tergantikan AI
Wamendiktisaintek: Berpikir Kritis Jadi Kunci agar Manusia Tak Tergantikan AI
Pemerintah
Bumi Makin Panas, Studi Peringatkan Heat Stress Ancam Miliaran Orang
Bumi Makin Panas, Studi Peringatkan Heat Stress Ancam Miliaran Orang
Pemerintah
Efek Suhu Ekstrem pada Padi Ternyata Lebih Parah dari Perkiraan Ahli
Efek Suhu Ekstrem pada Padi Ternyata Lebih Parah dari Perkiraan Ahli
Pemerintah
BMKG: Risiko El Nino Sangat Kuat Bersamaan dengan Musim Kemarau
BMKG: Risiko El Nino Sangat Kuat Bersamaan dengan Musim Kemarau
Pemerintah
Krisis Iklim Jadi Pertimbangan Baru Saat Memilih Hunian
Krisis Iklim Jadi Pertimbangan Baru Saat Memilih Hunian
Swasta
El Nino dan Musim Kemarau Panjang Picu Eksploitasi Air Tanah
El Nino dan Musim Kemarau Panjang Picu Eksploitasi Air Tanah
Pemerintah
UNCTAD: AI dan Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Perdagangan Dunia
UNCTAD: AI dan Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Perdagangan Dunia
Pemerintah
Kebijakan Iklim Penting, tapi Kenapa Sulit Dapat Restu Warga?
Kebijakan Iklim Penting, tapi Kenapa Sulit Dapat Restu Warga?
Pemerintah
PBB Peringatkan Dampak Menguatnya El Nino Pengaruhi Pemanasan Global
PBB Peringatkan Dampak Menguatnya El Nino Pengaruhi Pemanasan Global
Pemerintah
Potensi Jutaan Lapangan Kerja Baru Green Job untuk Talenta dari Berbagai Disiplin Ilmu, Apa yang Dibutuhkan Industri?
Potensi Jutaan Lapangan Kerja Baru Green Job untuk Talenta dari Berbagai Disiplin Ilmu, Apa yang Dibutuhkan Industri?
Pemerintah
IPB Kembangkan Kebun Inovasi Bawang Merah di Demak Jateng, Produktivitas Naik 30 Persen
IPB Kembangkan Kebun Inovasi Bawang Merah di Demak Jateng, Produktivitas Naik 30 Persen
Pemerintah
BRIN: Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur Tidak Tunggal
BRIN: Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur Tidak Tunggal
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau