Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WBA: Lembaga Keuangan Belum Maksimal Dukung Transisi Hijau

Kompas.com, 15 Mei 2026, 15:11 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - World Benchmarking Alliance (WBA) menyebut hanya sebagian kecil dari sektor keuangan yang memiliki rencana kuat untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, dan dana untuk bantuan iklim juga masih jauh dari kata cukup.

Melansir Edie, Kamis (14/5/2026) sektor keuangan global baik itu bank, perusahaan asuransi, maupun pengelola aset memiliki peran yang sangat besar dalam transisi rendah karbon.

Mereka seharusnya mengalihkan modal dalam jumlah besar ke teknologi ramah lingkungan dan menjauh dari bahan bakar fosil. Namun, menurut WBA, lembaga-lembaga ini tidak bergerak cukup cepat.

Pendanaan untuk bahan bakar fosil

Dalam Penilaian Iklim Sistem Keuangan terbaru yang diterbitkan pada 14 Mei, WBA menekankan bahwa meskipun ada kemajuan, lembaga-lembaga keuangan belum berbuat cukup banyak untuk memindahkan modal ke solusi rendah karbon dan menghentikan pendanaan bahan bakar fosil.

Baca juga: Bank Dunia Komitmen Tingkatkan Ketahanan Air untuk 1 Miliar Orang pada 2030

Temuan ini didasarkan pada analisis terhadap 400 lembaga keuangan paling berpengaruh di dunia, termasuk Allianz, BlackRock, dan HSBC.

Lebih dari sepertiga organisasi yang diperiksa, yaitu 146 perusahaan, sudah memiliki rencana transisi iklim yang mencakup sebagian aktivitas keuangan mereka. Artinya, mereka mulai menetapkan ukuran dan target untuk memantau kemajuan, atau memasukkan rencana transisi ke dalam struktur manajemen mereka.

Namun, hal ini juga berarti dua dari setiap tiga perusahaan masih belum memiliki rencana tersebut. Selain itu, jika emisi dari proyek yang mereka danai juga dihitung, ternyata hanya seperempat perusahaan yang menetapkan target.

Secara keseluruhan, laporan tersebut memperkirakan bahwa aktivitas rendah karbon hanya mewakili 2,7 persen dari total aktivitas yang didanai oleh lembaga-lembaga yang diperiksa.

Hal ini bervariasi di setiap wilayah. Lembaga yang bermarkas di Eropa dan Asia Tengah mengalokasikan 3,6 persen dana mereka untuk aktivitas rendah karbon, sementara wilayah Asia Timur dan Pasifik hanya mengalokasikan 1 persen.

Perencanaan transisi juga berbeda-beda tergantung jenis lembaganya. Seperangkat rencana transisi milik bank mencakup target waktu pendanaan untuk solusi rendah karbon yang sesuai dengan target batas pemanasan 1,5 derajat C. Namun, kurang dari 3 persen rencana milik pengelola aset yang memiliki target serupa.

Hal yang paling kritis, laporan tersebut menemukan bahwa hanya dua lembaga yakni ING yang bermarkas di Belanda dan Zürcher Kantonalbank di Swiss yang menunjukkan pembatasan bahan bakar fosil yang kuat, termasuk komitmen untuk menghapus pendanaan fosil secara bertahap dan menghentikan alokasi modal baru.

Pentingnya transisi energi

Selain menghambat transisi rendah karbon, penulis laporan menekankan bahwa keterlibatan lembaga-lembaga tersebut pada bahan bakar fosil membuat mereka rentan terhadap ketidakpastian pasar saat ini, di tengah krisis minyak dan gas global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Baca juga: PBB Usul Pajak bagi Perusahaan Bahan Bakar Fosil dan Orang Terkaya

“Krisis bahan bakar fosil yang terus berulang menunjukkan betapa pentingnya rencana transisi bagi stabilitas ekonomi dunia,” kata Pauliina Murphy dari WBA.

Lembaga keuangan memegang peranan kunci. Keputusan mereka untuk mengalihkan uang ke solusi rendah karbon dan menghentikan pendanaan bahan bakar fosil akan menentukan seberapa cepat ekonomi dunia bisa pulih dan menjadi lebih kuat.

Selain itu dasar-dasar untuk mencapai target suhu 1,5 derajat C semakin terbentuk karena makin banyak lembaga yang membuat rencana dan lebih terbuka dalam memberikan informasi.

Kesempatan sekarang adalah menghubungkan rencana tersebut dengan keputusan ke mana uang akan disalurkan serta janji kebijakan yang jelas untuk menghapus bahan bakar fosil.

Karena tuntutan dari pemerintah, pasar, dan masyarakat terus meningkat, lembaga keuangan yang bergerak lebih awal untuk memperkuat kejujuran dan keterbukaan akan berada dalam posisi yang lebih menguntungkan selama masa perubahan ini.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menengok Si Toddler Panda Rio di Taman Safari Bogor, Tonggak Penting Konservasi Satwa Indonesia
Menengok Si Toddler Panda Rio di Taman Safari Bogor, Tonggak Penting Konservasi Satwa Indonesia
Swasta
Survei Deloitte: Gen Z-Milenial Tunda Menikah hingga Beli Rumah karena Finansial
Survei Deloitte: Gen Z-Milenial Tunda Menikah hingga Beli Rumah karena Finansial
LSM/Figur
Dunia Bisnis Belum Siap Hadapi Bahaya Deepfake dan Kecerdasan Buatan
Dunia Bisnis Belum Siap Hadapi Bahaya Deepfake dan Kecerdasan Buatan
Pemerintah
Warga Jakarta Dukung Program Pilah Sampah, tapi Fasilitas dan Sosialisasi Masih Minim
Warga Jakarta Dukung Program Pilah Sampah, tapi Fasilitas dan Sosialisasi Masih Minim
Pemerintah
Hutan Nabire Rusak akibat Tambang Ilegal, Kemenhut Buru Aktor Utama
Hutan Nabire Rusak akibat Tambang Ilegal, Kemenhut Buru Aktor Utama
Pemerintah
Jutaan Orang Hadapi Ancaman Kemiskinan akibat Krisis Energi dan Perdagangan
Jutaan Orang Hadapi Ancaman Kemiskinan akibat Krisis Energi dan Perdagangan
Pemerintah
Kreator Konten Mukbang Korsel Sumbang Rp 600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
Kreator Konten Mukbang Korsel Sumbang Rp 600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
LSM/Figur
Perangi Mikroplastik, Taiwan Perketat Pengawasan Darat hingga Laut
Perangi Mikroplastik, Taiwan Perketat Pengawasan Darat hingga Laut
Pemerintah
Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan
Indonesia Dinilai Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan
LSM/Figur
Waspada, Hujan Masih Mengintai Indonesia di Masa Peralihan Musim
Waspada, Hujan Masih Mengintai Indonesia di Masa Peralihan Musim
Pemerintah
13 Perusahaan Global PHK Karyawan karena Kehadiran AI
13 Perusahaan Global PHK Karyawan karena Kehadiran AI
Swasta
Rumitnya Pemulung Urus Administrasi demi Akses Layanan Dasar
Rumitnya Pemulung Urus Administrasi demi Akses Layanan Dasar
LSM/Figur
Percepatan Penggunaan Avtur Berkelanjutan di Eropa Berisiko Bebani Industri
Percepatan Penggunaan Avtur Berkelanjutan di Eropa Berisiko Bebani Industri
Pemerintah
Permintaan Pasir Dunia Naik Drastis, PBB Peringatkan Dampak Lingkungan
Permintaan Pasir Dunia Naik Drastis, PBB Peringatkan Dampak Lingkungan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau