Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BNPB: Karhutla hingga Banjir Landa Sejumlah Wilayah Indonesia

Kompas.com, 5 Juni 2026, 10:14 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga banjir melanda sejumlah wilayah Indonesia, Rabu Rabu (3/6/2026) sampai Kamis (4/6/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mencatat angin kencang terjadi di daerah Gampong Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. 

Sebanyak 58 kepala keluarga (KK) terdampak, dan harus berpindah ke rumah hunian sementara (huntara) yang masih dalam proses pendataan. 

Baca juga: RI Sudah Masuk Musim Kemarau, Waspada Kekeringan dan Karhutla

"Tim gabungan BNPB bersama BPBD setempat telah melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lokasi kejadian. Kondisi terkini dilaporkan telah kondusif, dan masyarakat telah mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih aman, sementara itu proses pendataan dan penanganan kerusakan masih terus dilakukan," kata Abdul dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026). 

Di sisi lain, banjir melanda Desa Ake Ici, Fidi Jaya, Wedana, dan Nurweda di Kecamatan Weda, Maluku Utara, yang dipicu hujan intensitas tinggi. Sebanyak 150 KK, dan 10 orang harus mengungsi.

Abdul menyebutkan, BPBD Kabupaten Halmahera Tengah bersama Dinas Pekerjaan Umum melakukan penanganan darurat melalui normalisasi drainase di wilayah Kota Weda guna mempercepat surutnya genangan dan memulihkan aktivitas masyarakat.

Karhutla di Aceh

Bencana lainnya dialami Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Api membakar lahan seluas 90 hektare. Di Aceh Barat, luas karhutla mencapai 24,1 hektare. 

Baca juga: Gelombang Panas Picu Harga Jual Listrik di Eropa Jadi Negatif

"Kebakaran hutan dan lahan di Riau juga masih menjadi perhatian nasional. Berdasarkan data hingga Rabu, total luas lahan terbakar sejak 1 Januari 2026 mencapai 15.037 hektare, Pemerintah Provinsi Riau masih menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yang berlaku sejak Kamis (13/2/2026) hingga Minggu (30/11/2026)," papar Abdul. 

Terbaru, karhutla terjadi di Desa Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hulu seluas 1 hektare dan sekitar 5 hektare di Desa Tanjung Kapal, Kabupaten Bengkalis. Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan masih terus dipantau di Kalimantan Tengah. 

Hingga Senin (2/6/2026), total luas lahan terbakar mencapai 448 hektare. Pemerintah daerah masih memberlakukan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan hingga Rabu (10/6/2026). Kejadian serupa yerjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang membakar lahan seluas 98,2 hektare. 

"Berdasarkan laporan BPBD setempat, api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan saat ini dinyatakan kondusif," ucap Abdul. 

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami cuaca panas disertai angin kencang, sementara sebagian wilayah lainnya masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Abdul menekankan bahwa kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan maupun bencana hidrometeorologi.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan, selalu memantau informasi resmi dari pemerintah dan BPBD setempat, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi ancaman bencana di lingkungan sekitarnya," jelas dia. 

Selain itu, pemda diminta memastikan kesiapan personel, peralatan, serta langkah-langkah mitigasi, khususnya di wilayah yang memasuki musim kemarau dan rawan kebakaran hutan dan lahan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau