JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga banjir melanda sejumlah wilayah Indonesia, Rabu Rabu (3/6/2026) sampai Kamis (4/6/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mencatat angin kencang terjadi di daerah Gampong Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.
Sebanyak 58 kepala keluarga (KK) terdampak, dan harus berpindah ke rumah hunian sementara (huntara) yang masih dalam proses pendataan.
Baca juga: RI Sudah Masuk Musim Kemarau, Waspada Kekeringan dan Karhutla
"Tim gabungan BNPB bersama BPBD setempat telah melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lokasi kejadian. Kondisi terkini dilaporkan telah kondusif, dan masyarakat telah mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih aman, sementara itu proses pendataan dan penanganan kerusakan masih terus dilakukan," kata Abdul dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Di sisi lain, banjir melanda Desa Ake Ici, Fidi Jaya, Wedana, dan Nurweda di Kecamatan Weda, Maluku Utara, yang dipicu hujan intensitas tinggi. Sebanyak 150 KK, dan 10 orang harus mengungsi.
Abdul menyebutkan, BPBD Kabupaten Halmahera Tengah bersama Dinas Pekerjaan Umum melakukan penanganan darurat melalui normalisasi drainase di wilayah Kota Weda guna mempercepat surutnya genangan dan memulihkan aktivitas masyarakat.
Bencana lainnya dialami Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Api membakar lahan seluas 90 hektare. Di Aceh Barat, luas karhutla mencapai 24,1 hektare.
Baca juga: Gelombang Panas Picu Harga Jual Listrik di Eropa Jadi Negatif
"Kebakaran hutan dan lahan di Riau juga masih menjadi perhatian nasional. Berdasarkan data hingga Rabu, total luas lahan terbakar sejak 1 Januari 2026 mencapai 15.037 hektare, Pemerintah Provinsi Riau masih menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yang berlaku sejak Kamis (13/2/2026) hingga Minggu (30/11/2026)," papar Abdul.
Terbaru, karhutla terjadi di Desa Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hulu seluas 1 hektare dan sekitar 5 hektare di Desa Tanjung Kapal, Kabupaten Bengkalis. Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan masih terus dipantau di Kalimantan Tengah.
Hingga Senin (2/6/2026), total luas lahan terbakar mencapai 448 hektare. Pemerintah daerah masih memberlakukan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan hingga Rabu (10/6/2026). Kejadian serupa yerjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang membakar lahan seluas 98,2 hektare.
"Berdasarkan laporan BPBD setempat, api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan saat ini dinyatakan kondusif," ucap Abdul.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami cuaca panas disertai angin kencang, sementara sebagian wilayah lainnya masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Abdul menekankan bahwa kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan maupun bencana hidrometeorologi.
"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan, selalu memantau informasi resmi dari pemerintah dan BPBD setempat, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi ancaman bencana di lingkungan sekitarnya," jelas dia.
Selain itu, pemda diminta memastikan kesiapan personel, peralatan, serta langkah-langkah mitigasi, khususnya di wilayah yang memasuki musim kemarau dan rawan kebakaran hutan dan lahan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya