Penulis
KOMPAS.com - Penguatan sektor pangan nasional tidak lagi hanya bertumpu pada kuantitas produksi, melainkan juga penguatan standardisasi mutu dan penerapan tata kelola yang berkelanjutan.
Di tengah dinamika industri global, jaminan keamanan pangan (food safety) dan sistem ketertelusuran (traceability) bahan baku menjadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Sebagai langkah strategis untuk menanamkan kesadaran mutu ini sejak dini, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan PT Garudafood menginisiasi program nasional "SNI Goes to Campus".
Gerakan berbasis akademik ini dirancang untuk menjembatani regulasi standardisasi dengan dunia perguruan tinggi, guna mencetak generasi muda yang tidak hanya sadar mutu, tetapi juga siap mengawal ekosistem industri pangan yang bertanggung jawab di masa depan.
Inisiatif awal "SNI Goes to Campus" ini menggandeng IPB University (4/5/2026) dan dijadwalkan akan terus bergulir dan menyambangi berbagai perguruan tinggi lain di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun 2026 guna mencetak generasi muda sadar mutu dan berdaya saing tinggi.
Dalam forum akademik yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan IPB University, Garudafood menghadirkan Head of Q-SHE & MFG Innovation, Bangun Raharjo, sebagai narasumber utama.
Kehadiran perwakilan manajemen ini bertujuan membagikan pengalaman empiris serta praktik terbaik implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam rantai produksi industri makanan dan minuman skala besar.
Dalam paparannya, Bangun Raharjo menegaskan bahwa SNI bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan yang mengakar.
‘Standar bukan hanya tentang memenuhi persyaratan dan regulasi, tetapi tentang membangun disiplin, konsistensi, dan kepercayaan sehingga menjadi budaya kerja yang dijalankan setiap hari," ungkap Bangun Raharjo.
"Karena itu, kami percaya mahasiswa yang memahami pentingnya standardisasi sejak dini akan memiliki kesiapan lebih baik untuk masuk ke dunia industri, yang kemudian berkembang dengan berkontribusi pada produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing," tambahnya.
Lebih lanjut, forum ini menjadi momentum penting bagi Garudafood menggaungkan edukasi mengenai keamanan pangan (food safety) dan standardisasi produk kepada sivitas akademika.
Perusahaan menilai bahwa sektor perguruan tinggi memiliki peran krusial sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan kesadaran akan produk pangan yang aman, bermutu, dan memiliki sistem ketertelusuran yang jelas, sehingga asal bahan baku hingga proses distribusinya dapat diketahui.
Direktur Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran Institut Pertanian Bogor (IPB University), Prof. Yulin Lestari menekankan pentingnya pengintegrasian aspek standardisasi ke dalam kerangka kurikulum pendidikan tinggi sebagai upaya strategis meningkatkan kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja.
Ketua Tim Kerja Diseminasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Nindya Malvins Trimadya menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi industri dalam program "SNI Goes to Campus".
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha memegang peran penting dalam mendekatkan pemahaman standardisasi dengan praktik nyata di dunia kerja.
"Keterlibatan perusahaan seperti Garudafood membuktikan bahwa penerapan standar bukan hanya urusan laboratorium, tetapi menyentuh seluruh aspek operasional bisnis. Ini pesan yang perlu diterima mahasiswa sedini mungkin," ungkapnya.
Garudafood menilai pemahaman mendalam mahasiswa tentang standardisasi industri merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Warteg Jakarta Menjerit: Omzet Anjlok, Harga Pangan Melangit
Indonesia saat ini memiliki lebih dari 13.000 SNI yang aktif, namun tingkat penerapannya di kalangan industri kecil dan menengah masih perlu terus didorong, menjadikan edukasi berbasis kampus sebagai pendekatan yang strategis dan tepat sasaran.
Melalui edukasi publik ini diharapkan akan menciptakan ekosistem industri yang bertanggung jawab dan transparan, sekaligus mendukung agenda pencapaian ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya