KOMPAS.com - Google mengumumkan serangkaian komitmen baru untuk menjaga kelestarian air.
Salah satu targetnya adalah menjadi perusahaan yang menghasilkan dampak positif bagi air (water positive) di seluruh operasional pusat data mereka pada tahun 2030.
Ini mereka lakukan dengan cara mengembalikan air bersih ke alam dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang mereka gunakan.
Melansir ESG Today, Kamis (4/6/2026) komitmen baru ini juga mencakup investasi pada infrastruktur air, perlindungan daerah aliran sungai (DAS), pencarian sumber air alternatif, dan keterbukaan informasi.
Sebagai bagian dari program ini, Google mengucurkan dana sebesar 17 juta dolar AS (atau sekitar 306 miliar rupiah) untuk mendanai proyek-proyek pelestarian air di tujuh negara bagian Amerika Serikat.
Baca juga: Pusat Data Picu Pulau Panas, Suhu Sekitar Melonjak Hingga 2 Derajat
“Hari ini, kami mengumumkan beberapa komitmen pengelolaan air sebagai janji untuk bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya air yang sangat penting di tempat kami membangun dan mengoperasikan pusat data," kata Wakil Presiden Infrastruktur Global Google, Bikash Koley.
"Target kami adalah memperkecil dampak buruk bagi lingkungan sekitar, sehingga pertumbuhan bisnis kami tidak merugikan masyarakat di wilayah tempat kami tinggal dan bekerja,” katanya lagi.
Perusahaan tersebut menjelaskan lima komitmen dalam program ini, termasuk mengembalikan air bersih lebih banyak daripada yang digunakannya pada tahun 2030, meningkatkan investasi pada proyek infrastruktur air lokal, dan melindungi daerah aliran sungai (DAS) yang terancam bahaya dengan menggunakan sistem pendingin udara atau air daur ulang.
Selain itu juga mencari alternatif pengganti air bersih untuk mengoperasikan pusat data serta meningkatkan keterbukaan informasi lewat laporan tahunan penggunaan air pusat data.
Menurut Google, saat ini mereka memiliki 165 proyek pelestarian air di 97 daerah aliran sungai. Setelah selesai, proyek-proyek ini diperkirakan dapat mengembalikan lebih dari 19 miliar galon air setiap tahunnya pada tahun 2030, atau dua kali lipat dari total konsumsi air perusahaan pada tahun 2024.
Baca juga: Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Sebagai bagian dari target Google untuk mengembalikan air, perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka sedang menilai lebih dari 700 proyek yang masuk melalui program pengumpulan ide baru-baru ini.
Proyek-proyek yang sedang dipertimbangkan ini meliputi solusi teknologi untuk menghemat, menambah pasokan, atau meningkatkan kualitas air; metode bertani baru untuk mengurangi penggunaan air di sawah atau kebun sekaligus menyehatkan tanah, serta solusi berbasis alam yang bertujuan untuk memperbaiki siklus air bumi.
“Air adalah sumber daya alam sangat penting yang dijaga mati-matian oleh masyarakat. Melalui komitmen pengelolaan air ini, kami akan terus bertanggung jawab dan terbuka dalam penggunaan air kami demi melindungi kesehatan jangka panjang daerah aliran sungai di wilayah-wilayah yang kami sebut sebagai rumah,” tambah dan Kepala Strategi Infrastruktur & Keberlanjutan, Ben Townsend.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya