Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data

Kompas.com, 5 Juni 2026, 16:18 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Google mengumumkan serangkaian komitmen baru untuk menjaga kelestarian air.

Salah satu targetnya adalah menjadi perusahaan yang menghasilkan dampak positif bagi air (water positive) di seluruh operasional pusat data mereka pada tahun 2030.

Ini mereka lakukan dengan cara mengembalikan air bersih ke alam dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang mereka gunakan.

Melansir ESG Today, Kamis (4/6/2026) komitmen baru ini juga mencakup investasi pada infrastruktur air, perlindungan daerah aliran sungai (DAS), pencarian sumber air alternatif, dan keterbukaan informasi.

Sebagai bagian dari program ini, Google mengucurkan dana sebesar 17 juta dolar AS (atau sekitar 306 miliar rupiah) untuk mendanai proyek-proyek pelestarian air di tujuh negara bagian Amerika Serikat.

Baca juga: Pusat Data Picu Pulau Panas, Suhu Sekitar Melonjak Hingga 2 Derajat

“Hari ini, kami mengumumkan beberapa komitmen pengelolaan air sebagai janji untuk bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya air yang sangat penting di tempat kami membangun dan mengoperasikan pusat data," kata Wakil Presiden Infrastruktur Global Google, Bikash Koley.

"Target kami adalah memperkecil dampak buruk bagi lingkungan sekitar, sehingga pertumbuhan bisnis kami tidak merugikan masyarakat di wilayah tempat kami tinggal dan bekerja,” katanya lagi.

Komitmen pengelolaan air

Perusahaan tersebut menjelaskan lima komitmen dalam program ini, termasuk mengembalikan air bersih lebih banyak daripada yang digunakannya pada tahun 2030, meningkatkan investasi pada proyek infrastruktur air lokal, dan melindungi daerah aliran sungai (DAS) yang terancam bahaya dengan menggunakan sistem pendingin udara atau air daur ulang.

Selain itu juga mencari alternatif pengganti air bersih untuk mengoperasikan pusat data serta meningkatkan keterbukaan informasi lewat laporan tahunan penggunaan air pusat data.

Menurut Google, saat ini mereka memiliki 165 proyek pelestarian air di 97 daerah aliran sungai. Setelah selesai, proyek-proyek ini diperkirakan dapat mengembalikan lebih dari 19 miliar galon air setiap tahunnya pada tahun 2030, atau dua kali lipat dari total konsumsi air perusahaan pada tahun 2024.

Baca juga: Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara

Sebagai bagian dari target Google untuk mengembalikan air, perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka sedang menilai lebih dari 700 proyek yang masuk melalui program pengumpulan ide baru-baru ini.

Proyek-proyek yang sedang dipertimbangkan ini meliputi solusi teknologi untuk menghemat, menambah pasokan, atau meningkatkan kualitas air; metode bertani baru untuk mengurangi penggunaan air di sawah atau kebun sekaligus menyehatkan tanah, serta solusi berbasis alam yang bertujuan untuk memperbaiki siklus air bumi.

“Air adalah sumber daya alam sangat penting yang dijaga mati-matian oleh masyarakat. Melalui komitmen pengelolaan air ini, kami akan terus bertanggung jawab dan terbuka dalam penggunaan air kami demi melindungi kesehatan jangka panjang daerah aliran sungai di wilayah-wilayah yang kami sebut sebagai rumah,” tambah dan Kepala Strategi Infrastruktur & Keberlanjutan, Ben Townsend.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data
Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data
Pemerintah
Konsumsi Listrik AI Diprediksi Capai 945 TWh pada 2030
Konsumsi Listrik AI Diprediksi Capai 945 TWh pada 2030
Pemerintah
Ujian Berat bagi Asia Tenggara, El Nino Godzilla Perparah Dampak Konflik di Timur Tengah
Ujian Berat bagi Asia Tenggara, El Nino Godzilla Perparah Dampak Konflik di Timur Tengah
LSM/Figur
El Niño Datang, Sektor Pertanian Asia Mulai Terancam
El Niño Datang, Sektor Pertanian Asia Mulai Terancam
Pemerintah
Saat Plastik Tak Lagi Murah, Sistem Guna Ulang Jadi Makin Relevan
Saat Plastik Tak Lagi Murah, Sistem Guna Ulang Jadi Makin Relevan
BrandzView
Reformasi Subsidi BBM-LPG Bisa Hemat Ratusan Triliun untuk Energi Terbarukan
Reformasi Subsidi BBM-LPG Bisa Hemat Ratusan Triliun untuk Energi Terbarukan
LSM/Figur
Emil Salim Serukan Perubahan Model Pembangunan yang Lebih Holistik
Emil Salim Serukan Perubahan Model Pembangunan yang Lebih Holistik
LSM/Figur
BNPB: Karhutla hingga Banjir Landa Sejumlah Wilayah Indonesia
BNPB: Karhutla hingga Banjir Landa Sejumlah Wilayah Indonesia
Pemerintah
Reformasi Subsidi Energi Jadi Kunci Pulihkan Kredibilitas Fiskal dan Percepat Transisi Energi
Reformasi Subsidi Energi Jadi Kunci Pulihkan Kredibilitas Fiskal dan Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Dibanding Biofuel, EV Disebut Lebih Layak Jadi Alternatif untuk Tekan Impor BBM
Dibanding Biofuel, EV Disebut Lebih Layak Jadi Alternatif untuk Tekan Impor BBM
LSM/Figur
FEM IPB: Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen Belum Mampu Kurangi Ketimpangan
FEM IPB: Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen Belum Mampu Kurangi Ketimpangan
Pemerintah
Kualitas Udara Indonesia Memburuk Pasca-Larangan Impor Sampah Plastik China
Kualitas Udara Indonesia Memburuk Pasca-Larangan Impor Sampah Plastik China
Pemerintah
Dorong Konservasi dan Ekonomi, Masyarakat Kampung Salafen Uji Coba Wisata Buka Sasi
Dorong Konservasi dan Ekonomi, Masyarakat Kampung Salafen Uji Coba Wisata Buka Sasi
LSM/Figur
Biaya Tersembunyi Subsidi BBM Terus Membengkak, Hambat Transisi Energi
Biaya Tersembunyi Subsidi BBM Terus Membengkak, Hambat Transisi Energi
LSM/Figur
Aliansi Global Luncurkan Simbol Baru untuk Kemasan yang Bisa Dipakai Ulang
Aliansi Global Luncurkan Simbol Baru untuk Kemasan yang Bisa Dipakai Ulang
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau