Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - IPB University memperkenalkan potensi sektor pertanian, perikanan, dan kewirausahaan berbasis desa Indonesia ke tingkat internasional melalui rangkaian kegiatan di Korea Selatan pada 20-22 Mei 2026.
Kegiatan yang digelar melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University tersebut menjadi bagian dari program One Village One CEO (OVOC) International 2026 yang bertujuan memperluas jejaring global sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional di bidang agromaritim.
Delegasi IPB University Roza Yusfiandayani menyatakan forum ini menjadi ajang bagi IPB untuk mempelajari perkembangan industri perikanan dan seafood global, sekaligus menjajaki peluang kerja sama dalam inovasi produk, hilirisasi, dan pengembangan sektor kelautan yang berkelanjutan.
Baca juga: El Niño Datang, Sektor Pertanian Asia Mulai Terancam
“Melalui kegiatan ini, kami berharap OVOC International dapat menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam pengembangan inovasi, kewirausahaan desa, dan penguatan kapasitas generasi muda untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (6/6/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan keikutsertaan delegasi IPB University dalam Korea Seafood Show 2026 pada 20 Mei 2026.
Selanjutnya, pada 21 Mei 2026, tim LPA2I IPB University menggelar sosialisasi program OVOC International di Yonsei University bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Korea Selatan (PERPIKA).
Dalam kegiatan tersebut, IPB memperkenalkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengembangan kewirausahaan desa, serta inovasi yang telah dikembangkan melalui OVOC International.
Program ini berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat desa melalui pendekatan kewirausahaan dan inovasi berbasis potensi lokal.
Selain memperkenalkan program, kegiatan juga diisi dengan pelatihan coffee cupping yang bertujuan mengenalkan keragaman dan karakteristik kopi Indonesia kepada mahasiswa internasional maupun diaspora Indonesia di Korea Selatan.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik dasar penilaian kualitas kopi, mulai dari identifikasi aroma hingga karakter cita rasa berbagai varietas kopi asal Indonesia.
Kegiatan serupa kemudian dilaksanakan di Seoul National University pada 22 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, IPB kembali memperkenalkan OVOC International sebagai salah satu program pengembangan desa berbasis inovasi dan kewirausahaan yang dijalankan perguruan tinggi tersebut.
Baca juga: Pakar IPB University Dorong Hilirisasi Industri Lobster Nasional
Pelatihan coffee cupping juga kembali digelar sebagai bagian dari promosi komoditas unggulan Indonesia di lingkungan akademik internasional.
Ketua delegasi IPB University, Dr Roza Yusfiandayani, mengatakan kegiatan di Korea Selatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional sekaligus memperkenalkan potensi agromaritim Indonesia kepada dunia.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap OVOC International dapat menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam pengembangan inovasi, kewirausahaan desa, dan penguatan kapasitas generasi muda untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Roza.
Menurut dia, kolaborasi internasional menjadi penting untuk memperluas pertukaran pengetahuan, memperkuat inovasi, serta membuka peluang pasar bagi berbagai produk dan komoditas unggulan Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, IPB University berharap dapat memperluas jejaring kemitraan global sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian dan kelautan Indonesia yang lebih berdaya saing di tingkat internasional.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya