Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pakar IPB University Dorong Hilirisasi Industri Lobster Nasional

Kompas.com, 6 Juni 2026, 15:30 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi sektor perikanan melalui pengelolaan benih bening lobster (BBL) yang lebih berorientasi pada hilirisasi dan penguatan industri nasional.

Potensi tersebut menjadi penting, mengingat Indonesia merupakan salah satu pemasok utama BBL dunia, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati negara tujuan ekspor.

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dr Thomas Nugroho, lobster masih menjadi komoditas krustasea dengan kontribusi ekonomi lebih rendah dibandingkan udang dan rajungan.

Baca juga: Target Investasi Sektor Perikanan Rp 79 T, KKP Janji Permudah Izin

Pada 2024, nilai perdagangan lobster Indonesia tercatat sekitar 90 juta dolar AS, masih jauh tertinggal dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam.

Ia mengatakan, ketimpangan nilai ekonomi terlihat jelas pada rantai perdagangan BBL. Di tingkat nelayan, harga BBL berkisar Rp 10.000–Rp 15.000 per ekor. Namun di pasar Vietnam, nilainya dapat mencapai Rp40.000 hingga Rp70.000 per ekor, bahkan berdasarkan hasil riset tertentu mencapai Rp150.000 per ekor.

Kondisi ini, sebutnya, menunjukkan bahwa sebagian besar keuntungan ekonomi diperoleh pada tahapan distribusi dan pembesaran lobster, bukan pada pelaku usaha di tingkat hulu.

“BBL bukan sekadar sumber daya perikanan, tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi yang mampu menciptakan berbagai aktivitas ekonomi mulai dari penangkapan, pengumpulan, logistik, transportasi hingga perdagangan internasional,” ujar Thomas dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (6/6/2026).

Ia mengungkapkan, potensi benih lobster Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta ekor. Jika dikonversi menggunakan nilai rata-rata Rp 40.000 per ekor, maka nilai ekonomi yang beredar dapat mencapai sekitar Rp9 triliun.

Baca juga: OceanX–BRIN–KI Dukung Target Konservasi dan Perikanan Berkelanjutan

Besarnya nilai tersebut menjadikan BBL sebagai komoditas strategis yang melibatkan jaringan
perdagangan, aliran keuangan, serta berbagai instrumen regulasi dan perizinan.

Tata kelola

Thomas menambahkan bahwa tata kelola yang baik menjadi faktor kunci dalam memastikan manfaat ekonomi BBL dapat dirasakan masyarakat dan negara.

Ia menilai transparansi perizinan, penguatan pengawasan, integrasi sistem logistik, serta koordinasi kelembagaan perlu diperkuat guna mencegah kebocoran ekonomi dan praktik perburuan rente dalam tata niaga lobster.

“Transformasi dari ekspor benih menuju kedaulatan industri lobster menjadi langkah penting agar nilai tambah, penerimaan negara, dan kesejahteraan nelayan dapat meningkat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Baca juga: Potensi Lobster RI Melimpah, tapi Teknologi hingga Infrastruktur Belum Memadai

Melalui penguatan riset, inovasi, dan industri pembesaran lobster di dalam negeri, Indonesia berpeluang menjadi pusat produksi lobster bernilai tinggi sekaligus memperkuat ekonomi biru yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir dan penerimaan negara.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KLH Finalisasi Aturan Pembagian Keuntungan dari Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
KLH Finalisasi Aturan Pembagian Keuntungan dari Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
Pemerintah
Menteri LH: Bisnis Karbon Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Menteri LH: Bisnis Karbon Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemerintah
Satelit Bisa Deteksi Metana Secara Real-Time, Tapi Dibiarkan Tanpa Penanganan
Satelit Bisa Deteksi Metana Secara Real-Time, Tapi Dibiarkan Tanpa Penanganan
Pemerintah
PWYP: Putusan MK soal Jalur Prioritas Izin Tambang Belum Selesaikan Persoalan Tata Kelola
PWYP: Putusan MK soal Jalur Prioritas Izin Tambang Belum Selesaikan Persoalan Tata Kelola
LSM/Figur
Ini Upaya Pertamina Membangun Desa Mandiri Energi
Ini Upaya Pertamina Membangun Desa Mandiri Energi
BUMN
FDKJ Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pemberdayaan UMKM Hortikultura di Jonggol
FDKJ Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pemberdayaan UMKM Hortikultura di Jonggol
Swasta
PT Astra International Tbk Hadir dalam Sesi Bincang Inspiratif Lestari Summit 2026
PT Astra International Tbk Hadir dalam Sesi Bincang Inspiratif Lestari Summit 2026
Swasta
Pengetahuan Masyarakat Adat Jadi Kunci Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan
Pengetahuan Masyarakat Adat Jadi Kunci Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan
Pemerintah
Transisi Energi Hadapi Risiko Krisis Air dan Pelanggaran HAM
Transisi Energi Hadapi Risiko Krisis Air dan Pelanggaran HAM
Pemerintah
UE Usul Tunda Penerapan Denda Aturan Metana Hingga Tiga Tahun
UE Usul Tunda Penerapan Denda Aturan Metana Hingga Tiga Tahun
Pemerintah
Studi: Kekeringan Dapat Meningkatkan Solidaritas Sosial dan Lembaga yang Inklusif
Studi: Kekeringan Dapat Meningkatkan Solidaritas Sosial dan Lembaga yang Inklusif
Pemerintah
Bappenas: Saatnya Menuju Pembangunan Regeneratif
Bappenas: Saatnya Menuju Pembangunan Regeneratif
Pemerintah
AHY: Pertumbuhan Ekonomi Harus Diimbangi Keberlanjutan Lingkungan
AHY: Pertumbuhan Ekonomi Harus Diimbangi Keberlanjutan Lingkungan
Pemerintah
Pos Lintas Batas Negara Diharapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Terluar
Pos Lintas Batas Negara Diharapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Terluar
Pemerintah
Ketika Festival Musik Tak Lagi Wariskan Gunungan Sampah dan Polusi Lingkungan
Ketika Festival Musik Tak Lagi Wariskan Gunungan Sampah dan Polusi Lingkungan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau