Editor
JAKARTA, KOMPAS.com– Tiga proyek panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapatkan dukungan pendanaan hingga hampir 478 Juta Dollar AS setelah masuk dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Pendanaan tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 di Sumatera Selatan, serta PLTP Lahendong Unit 7-8 di Sulawesi Utara.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam Green Book 2026 menjadi pengakuan atas kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya sekaligus membuka akses terhadap sumber pembiayaan internasional.
Baca juga: Pertamina Andalkan Strategi Migas Tetap Jalan, Geothermal Jadi Masa Depan
"Kami melihat kinerja positif yang dibukukan Perseroan semakin memperkuat kepercayaan berbagai pemangku kepentingan terhadap prospek bisnis dan pengembangan proyek-proyek PGE. Selain membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung percepatan realisasi proyek, pencapaian ini juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global," ujar Ahmad Yani dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan dokumen Green Book 2026, proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 dengan target operasi komersial (COD) pada 2030 memperoleh alokasi pembiayaan sebesar 158,86 juta dollar AS dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Sementara itu, PLTP Lumut Balai Unit 4 yang ditargetkan beroperasi pada 2032 memperoleh dukungan pendanaan sebesar 148,97 juta dollar AS dari JICA. Adapun PLTP Lahendong Unit 7-8 di Sulawesi Utara memperoleh pembiayaan sebesar 170,04 juta dollar AS dari World Bank dengan target operasi pada 2030.
Ketiga proyek tersebut akan dibiayai melalui skema concessional loan atau pinjaman lunak yang menawarkan bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang dibandingkan pembiayaan komersial.
Menurut Ahmad Yani, dukungan pembiayaan tersebut berpotensi memperkuat struktur pendanaan perusahaan sekaligus meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.
"Selain membantu menjaga struktur pendanaan yang sehat dan mempertahankan cost of debt yang kompetitif, masuknya ketiga proyek ini juga berpotensi meningkatkan keekonomian proyek sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Perseroan dan para pemangku kepentingan," kata dia.
Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari strategi PGE untuk mengembangkan kapasitas panas bumi hingga 3 gigawatt (GW). Setelah beroperasi, proyek-proyek itu diharapkan dapat menambah pasokan listrik rendah emisi sekaligus memperkuat kontribusi energi panas bumi dalam bauran energi nasional.
PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 akan memperluas pengembangan panas bumi PGE di Sumatera Selatan. Sementara itu, pengembangan PLTP Lahendong Unit 7-8 di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, diperkirakan dapat meningkatkan kontribusi listrik panas bumi terhadap kebutuhan listrik wilayah tersebut dari sekitar 30 persen menjadi 35-40 persen.
Di tengah pengembangan proyek baru tersebut, PGE juga mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar 43,90 juta dollar AS atau meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 31,35 juta dollar AS.
Baca juga: Star Energy Geothermal Gandeng Perusahaan AS untuk Kembangkan Panas Bumi
Pendapatan perusahaan juga meningkat 14,8 persen menjadi 116,56 juta dollar AS dari sebelumnya 101,50 juta dollar AS. Sementara produksi listrik pada kuartal I-2026 mencapai 1.370 GWh atau naik 15,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami optimistis penguatan fundamental bisnis, didukung portofolio proyek yang semakin matang, akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional," ujar Ahmad Yani.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya