Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Privy Soroti Pentingnya Digital Trust bagi Masa Depan Ekonomi Digital

Kompas.com, 8 Juni 2026, 18:51 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com - Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital, isu kepercayaan menjadi salah satu tantangan utama yang perlu dijawab untuk memastikan ekonomi digital dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di saat yang sama, teknologi juga memunculkan tantangan baru, mulai dari penyalahgunaan identitas, manipulasi dokumen, hingga maraknya penipuan digital yang berpotensi menggerus kepercayaan publik.

Karena itu, kepercayaan digital atau digital trust dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang aman, transparan, dan dapat diandalkan oleh masyarakat.

Isu tersebut disampaikan dalam ajang MatchCAP Singapore 2026. Forum yang difasilitasi oleh Endeavor, organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan high-impact entrepreneur di berbagai negara, mempertemukan 59 perusahaan bertumbuh tinggi dan 73 investor global dari Asia Tenggara, Timur Tengah, serta Eropa.

Baca juga: Jakarta Berpotensi Besar Jadi Pusat Ekonomi Digital Indonesia

Dalam forum tersebut, CEO dan Founder Privy Marshall Pribadi yang terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur pada 2018 dipercaya menyampaikan opening remarks sekaligus berbagi perjalanan Privy bersama Endeavor serta pandangannya mengenai masa depan kepercayaan digital.

Marshall mengatakan, perkembangan Privy selama delapan tahun terakhir tidak terlepas dari dukungan ekosistem dan jejaring yang dibangun melalui komunitas kewirausahaan global tersebut.

“Saya terpilih menjadi bagian dari Endeavor Entrepreneur sejak 2018, dan sejak 8 tahun lalu hingga sekarang, pertumbuhan yang kami capai di Privy dengan peningkatan pendapatan 25 kali lipat dan lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi, tidak akan terjadi tanpa jejaring atau networking yang tepat di sekitar kami,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (8/6/2026).

Meski demikian, Marshall menegaskan bahwa sejak berdiri pada 2016, visi Privy tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan tanda tangan elektronik.

“Sejak awal, visi kami bukan sekadar menyediakan tanda tangan elektronik, melainkan membangun ekosistem kepercayaan digital atau digital trust,” katanya.

Baca juga: Riset Access Partnership 2023: Google Play Beri Dampak Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Menurut Marshall, kepercayaan kini menjadi elemen mendasar dalam berbagai aktivitas digital, terutama ketika semakin banyak keputusan, transaksi, dan layanan yang berlangsung secara daring.

“Seiring meningkatnya aktivitas digital lintas industri, kepercayaan merupakan mata uang utama dalam interaksi digital. Terlebih di era AI, semakin banyak keputusan, transaksi, hingga proses bisnis yang bergantung pada identitas yang terpercaya dan dokumen digital yang autentik,” ujarnya.

Menurut dia, masa depan ekonomi digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan sistem yang mampu menjamin identitas, komunikasi, dan transaksi yang dapat dipercaya.

Oleh karenanya, digital trust menjadi bagian penting dari upaya membangun tata kelola digital yang baik. Keberadaan sistem verifikasi identitas dan autentikasi dokumen yang kuat dinilai dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan identitas serta meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas di ruang digital.

Privy memandang digital trust terdiri atas tiga lapisan utama. Pertama, trusted identity atau identitas tepercaya yang memastikan identitas individu maupun institusi dapat diverifikasi secara aman dan akurat.

Kedua, trusted communication channel atau saluran komunikasi tepercaya yang menjaga integritas informasi yang dipertukarkan secara digital.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menjaga Anak Saat Orang Tua Bekerja, Cerita TPA Perkebunan di Solok Selatan
Menjaga Anak Saat Orang Tua Bekerja, Cerita TPA Perkebunan di Solok Selatan
Swasta
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
BUMN
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
LSM/Figur
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Pemerintah
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Pemerintah
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Pemerintah
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Pemerintah
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Pemerintah
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau