Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sampah Puntung Rokok Berpotensi Berubah Jadi Mikroplastik

Kompas.com, 18 Maret 2026, 11:43 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Phys.org

KOMPAS.com - Pernah bertanya ke mana sampah puntung rokok berakhir? Setiap tahunnya, triliunan puntung rokok dibuang sembarangan, termasuk di pinggir jalan dan pantai.

Meski berukuran kecil, puntung rokok menyebabkan polusi. Sebab, sebagian besar filternya terbuat dari selulosa asetat, polimer plastik dari selulosa alami yang diproduksi sebagai serat mikroskopis tersusun rapat dan sangat tahan terhadap degradasi lingkungan.

Baca juga:

Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Pollution melacak "perjalanan" sampah puntung rokok selama 10 tahun, dilansir dari Phys.org, Rabu (18/3/2026).

Puntung rokok mengalami serangkaian perubahan fisik, kimia, dan biologis yang kompleks, meski tidak sepenuhnya menghilang. Sebaliknya, puntung rokok perlahan berubah dan bertahan di tanah sebagai residu mirip mikroplastik.

Temuan dari studi menawarkan salah satu gambaran paling komprehensif hingga saat ini tentang nasib lingkungan yang terpapar filter rokok dan menyoroti sifat jangka panjang dari jenis polusi ini.

Bagaimana pengelolaan sampah puntung rokok?

Filter rokok terdegradasi melalui proses multi-tahap tergantung lingkungan

Studi 10 tahun menunjukkan, sampah puntung rokok tidak hancur sepenuhnya, tapi berpotensi berubah jadi mikroplastik.Dok. Freepik/jcomp Studi 10 tahun menunjukkan, sampah puntung rokok tidak hancur sepenuhnya, tapi berpotensi berubah jadi mikroplastik.

Mayoritas riset tentang sampah puntung rokok berfokus pada efek jangka pendek. Biasanya, riset mempelajari puntung rokok yang baru saja dibuang atau cairan yang larut darinya selama beberapa hari.

Namun, sedikit diketahui tentang apa yang terjadi pada filter rokok dalam jangka panjang di kondisi lingkungan nyata.

Para peneliti menempatkan ribuan puntung rokok di dalam kantong sampah jaring. Mereka mengamat bagaimana filter rokok terurai selama satu dekade di lingkungan yang mewakili permukaan perkotaan, tanah berpasir, dan tanah padang rumput kaya nutrisi.

Melalui sampel pada beberapa interval waktu selama 10 tahun, terungkap bagaimana puntung rokok berubah dari waktu ke waktu dalam hal kehilangan massa, komposisi kimia, kolonisasi mikroba, hingga toksisitas ekologisnya.

Ternyata, filter rokok terdegradasi melalui proses multi-tahap yang umumnya diatur oleh kondisi lingkungan, terutama erat kaitannya dengan ketersediaan nutrisi dan aktivitas mikroba.

Mulanya, dekomposisi terjadi relatif cepat. Selama beberapa minggu pertama, puntung rokok kehilangan sebagian massanya karena senyawa terlarut dan lapisan luarnya mulai hancur.

Namun, tahap awal ini diikuti oleh periode degradasi yang sangat lambat dalam jangka waktu lama. Alasan utamanya terletak pada struktur filter itu sendiri.

Serat selulosa asetat dimodifikasi secara kimia untuk meningkatkan daya tahan dan kapasitas penyaringannya, yang membuatnya tahan terhadap serangan mikroba.

Di lingkungan dengan sedikit aktivitas biologis, seperti perkotaan atau area substrat yang miskin nutrisi lainnya, proses degradasi segera stagnan. Dalam kondisi ini, bahkan setelah 10 tahun, serat filter sebagian besar tetap utuh.

Dalam kondisi yang lebih menguntungkan, seperti tanah kaya akan bahan organik dan komunitas mikroba, dekomposisi berlangsung semakin luas. Di lingkungan ini, mikroorganisme dapat mengkolonisasi bahan penyaring dan secara bertahap mengubah strukturnya.

Baca juga:

Studi 10 tahun menunjukkan, sampah puntung rokok tidak hancur sepenuhnya, tapi berpotensi berubah jadi mikroplastik.PIXABAY/PUBLICDOMAINPICTURES Studi 10 tahun menunjukkan, sampah puntung rokok tidak hancur sepenuhnya, tapi berpotensi berubah jadi mikroplastik.

Setelah 10 tahun, kehilangan massa maksimum yang diamati mencapai sekitar 84 persen, menunjukkan bahwa sebagian besar material asli masih ada di dalam tanah.

Namun, di lingkungan yang menyerupai perkotaan, degradasi hanya mencapai sekitar 52 persen, menyisakan hampir setengah dari material penyaring itu.

Di sisi lain, dalam kondisi tanah yang menguntungkan, serat selulosa asetat asli secara bertahap kehilangan strukturnya dan menyatu ke dalam matriks tanah di sekitarnya.

Seiring waktu, filter rokok membentuk agregat mikroskopis padat terdiri dari serat yang terdegradasi, residu mikroba, dan partikel mineral.

Berdasarkan pengamatan dengan mikroskop elektrik, temuan struktur bulat tampaknya mewakili perubahan serat filter rokok yang belum pernah dilaporkan sebelumnya selama degradasi lingkungan jangka panjang.

Proses degradasi tersebut memang mengurangi visibilitas sampah puntung rokok. Namun, hal itu tidak menghilangkan material itu sepenuhnya.

Sebaliknya, hal ini kemungkinan menjadi jalur baru bagi partikel-partikel yang berasal dari plastik untuk tetap bertahan di ekosistem darat.

Perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa filter rokok berkontribusi pada pembentukan mikroplastik sekunder di lingkungan tanah.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
LSM/Figur
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
LSM/Figur
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Pemerintah
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Pemerintah
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau