KOMPAS.com - Direktur keuangan (chief financial officer atau CFO) tidak melihat AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) berdampak signifikan terhadap pengurangan karyawan di perusahaan mereka tahun lalu, begitu juga untuk tahun ini.
Kendati demikian, CFO memperkirakan adanya perubahan dalam komposisi keterampilan tenaga kerja secara keseluruhan agar bisa mengimbangi teknologi ini.
Penilaian tersebut merupakan hasil penelitian yang dipublikasikan oleh National Bureau of Economic Research (NBER).
Baca juga:
CFO memperkirakan penggunaan AI akan mengurangi jumlah pekerjaan administrasi rutin dalam tiga tahun ke depan, dilansir dari ESG Dive, Jumat (27/3/2026).
Diperkirakan, posisi staf admin ini bakal turun sekitar dua persen pada tahun 2028. Sebaliknya, lowongan untuk tenaga teknis seperti insinyur, ahli data, dan analis justru bakal makin banyak.
Menurut survei terhadap 750 CFO ini, posisi teknis tersebut diprediksi naik 0,62 persen pada tahun 2026 dan terus meningkat hingga 1,35 persen pada tahun 2028.
Menurut para CFO, AI tak berdampak signifikan terhadap pengurangan karyawan di perusahaan mereka, tapi ada perubahan keterampilan. Studi tersebut juga meneliti jawaban para CFO mengenai bagaimana penggunaan AI telah membantu meningkatkan produktivitas pekerja.
Para CFO ini diminta untuk mencatat persentase perubahan produktivitas yang terjadi selama satu tahun terakhir dan perkiraan untuk dua tahun ke depan.
Survei tersebut menemukan, pada tahun 2025, rata-rata kenaikan produktivitas kerja berkat bantuan AI adalah 1,8 persen.
Sepanjang tahun ini, keuntungan produktivitas tersebut diperkirakan akan tumbuh pesat, yang mana rata-rata kenaikan produktivitas kerja diprediksi bakal mencapai tiga persen.
Menurut penelitian tersebut, AI membawa dampak positif bagi produktivitas kerja di berbagai bidang, dan efeknya diperkirakan akan semakin kuat pada tahun 2026.
Dampak paling besar terasa di sektor jasa keahlian tinggi seperti konsultan atau IT dan keuangan.
Adapun penelitian ini menyurvei empat sektor yaitu keuangan, manufaktur dan konstruksi, serta jasa keahlian tinggi dan rendah.
Perusahaan tersebut juga meminta para CFO untuk melaporkan perubahan persentase pada pendapatan dan jumlah karyawan akibat penggunaan AI.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya