Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CFO Prediksi Dampak AI Terhadap Tenaga Kerja Masih Minim Tahun Ini

Kompas.com, 27 Maret 2026, 18:16 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber esgdive

KOMPAS.com - Direktur keuangan (chief financial officer atau CFO) tidak melihat AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) berdampak signifikan terhadap pengurangan karyawan di perusahaan mereka tahun lalu, begitu juga untuk tahun ini.

Kendati demikian, CFO memperkirakan adanya perubahan dalam komposisi keterampilan tenaga kerja secara keseluruhan agar bisa mengimbangi teknologi ini.

Penilaian tersebut merupakan hasil penelitian yang dipublikasikan oleh National Bureau of Economic Research (NBER).

Baca juga:

AI tak berdampak signifikan pada pengurangan karyawan

CFO memperkirakan penggunaan AI akan mengurangi jumlah pekerjaan administrasi rutin dalam tiga tahun ke depan, dilansir dari ESG Dive, Jumat (27/3/2026). 

Diperkirakan, posisi staf admin ini bakal turun sekitar dua persen pada tahun 2028. Sebaliknya, lowongan untuk tenaga teknis seperti insinyur, ahli data, dan analis justru bakal makin banyak.

Menurut survei terhadap 750 CFO ini, posisi teknis tersebut diprediksi naik 0,62 persen pada tahun 2026 dan terus meningkat hingga 1,35 persen pada tahun 2028.

AI untuk produktivitas kerja

Menurut para CFO, AI tak berdampak signifikan terhadap pengurangan karyawan di perusahaan mereka, tapi ada perubahan keterampilan. Dok. Unsplash/solenfeyissa Menurut para CFO, AI tak berdampak signifikan terhadap pengurangan karyawan di perusahaan mereka, tapi ada perubahan keterampilan.

Studi tersebut juga meneliti jawaban para CFO mengenai bagaimana penggunaan AI telah membantu meningkatkan produktivitas pekerja.

Para CFO ini diminta untuk mencatat persentase perubahan produktivitas yang terjadi selama satu tahun terakhir dan perkiraan untuk dua tahun ke depan.

Survei tersebut menemukan, pada tahun 2025, rata-rata kenaikan produktivitas kerja berkat bantuan AI adalah 1,8 persen.

Sepanjang tahun ini, keuntungan produktivitas tersebut diperkirakan akan tumbuh pesat, yang mana rata-rata kenaikan produktivitas kerja diprediksi bakal mencapai tiga persen.

Menurut penelitian tersebut, AI membawa dampak positif bagi produktivitas kerja di berbagai bidang, dan efeknya diperkirakan akan semakin kuat pada tahun 2026.

Dampak paling besar terasa di sektor jasa keahlian tinggi seperti konsultan atau IT dan keuangan.

Adapun penelitian ini menyurvei empat sektor yaitu keuangan, manufaktur dan konstruksi, serta jasa keahlian tinggi dan rendah.

Perusahaan tersebut juga meminta para CFO untuk melaporkan perubahan persentase pada pendapatan dan jumlah karyawan akibat penggunaan AI.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Jumat Hari yang Pendek, DPR Sebut Efektif untuk WFH bagi ASN
Jumat Hari yang Pendek, DPR Sebut Efektif untuk WFH bagi ASN
Pemerintah
PSEL Akan Dibangun di Makassar, Ubah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
PSEL Akan Dibangun di Makassar, Ubah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
Pemerintah
Bappenas: ASN 'Kerja Main-Main Tapi Gajinya Serius' Warisan Masa Lalu
Bappenas: ASN 'Kerja Main-Main Tapi Gajinya Serius' Warisan Masa Lalu
Pemerintah
KLH Buka Pendaftaran Kalpataru 2026 untuk Pegiat Lingkungan, Cek Syaratnya
KLH Buka Pendaftaran Kalpataru 2026 untuk Pegiat Lingkungan, Cek Syaratnya
Pemerintah
GRI Perbarui Aturan Pelaporan Dampak Polusi bagi Perusahaan
GRI Perbarui Aturan Pelaporan Dampak Polusi bagi Perusahaan
LSM/Figur
Plastik Langka, Taiwan Fokus Stabilkan Pasokan dan Dorong Penggunaan kembali
Plastik Langka, Taiwan Fokus Stabilkan Pasokan dan Dorong Penggunaan kembali
Pemerintah
Warga Jakarta Bisa Donasi Pakaian Bekas untuk Didaur Ulang, Begini Caranya
Warga Jakarta Bisa Donasi Pakaian Bekas untuk Didaur Ulang, Begini Caranya
Swasta
Dampak Konflik AS-Israel Vs Iran, Industri Plastik Asia Terguncang
Dampak Konflik AS-Israel Vs Iran, Industri Plastik Asia Terguncang
Pemerintah
Pemerintah Percepat Strategi Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino
Pemerintah Percepat Strategi Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino
Pemerintah
Godzilla El Nino Picu Kekeringan, Banjir, dan Karhutla di Indonesia
Godzilla El Nino Picu Kekeringan, Banjir, dan Karhutla di Indonesia
Pemerintah
Mengenal 'Micromanagement', Gaya Kepemimpinan 'Tirani' yang Bisa Rusak Sistem Kerja Perusahaan
Mengenal "Micromanagement", Gaya Kepemimpinan "Tirani" yang Bisa Rusak Sistem Kerja Perusahaan
LSM/Figur
Titik Panas Karhutla Kalbar Melonjak di Tengah Ancaman Godzilla El Nino
Titik Panas Karhutla Kalbar Melonjak di Tengah Ancaman Godzilla El Nino
Pemerintah
Saat Pakaian Bekas Disulap Jadi Material Bangunan Peredam Suara...
Saat Pakaian Bekas Disulap Jadi Material Bangunan Peredam Suara...
Swasta
Kesenjangan Waktu Jadi Alasan Perempuan Sulit Berkarier
Kesenjangan Waktu Jadi Alasan Perempuan Sulit Berkarier
Pemerintah
Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional: Konservasi atau Komodifikasi?
Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional: Konservasi atau Komodifikasi?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau