Hasilnya, potensi peningkatan produktivitas tersebut menunjukkan angka positif, yang mana sektor keuangan mengalami pertumbuhan produktivitas kerja sekitar 0,8 persen.
Temuan ini muncul di saat para CFO mulai makin fokus pada keahlian AI.
Baca juga:
Sebagai contoh, studi terbaru dari Datarails menunjukkan, saat ini satu dari tiga lowongan kerja di bidang keuangan secara terang-terangan meminta keahlian AI, padahal tahun lalu hanya satu dari empat lowongan.
Mencari cara terbaik untuk memakai AI di dalam tim keuangan juga jadi prioritas utama. Marie Myers, CFO di Hewlett Packard Enterprise (HPE), menuturkan, timnya saat ini mulai mengandalkan agen AI untuk membantu pekerjaan mereka.
Para CFO percaya bahwa AI akan membuat karyawan lebih produktif pada masa depan, meski hasilnya belum terlihat dalam waktu dekat.
Namun, ada sebuah "paradoks produktivitas". Hasil survei menunjukkan bahwa CFO merasa AI sudah sangat membantu pekerjaan, tapi anehnya hal itu belum terlihat pada peningkatan keuntungan perusahaan atau jumlah karyawan yang ada sekarang.
Kendati demikian, penelitian mencatat bahwa kesenjangan ini kemungkinan disebabkan oleh realisasi hasil yang tertunda serta peningkatan kualitas yang belum tercatat dalam pendapatan.
Secara lebih luas, konsep produktivitas bagi perusahaan tampaknya melampaui perhitungan matematis pendapatan per karyawan di mana mencakup perbaikan alur kerja, efisiensi tugas, dan kapasitas organisasi yang efek pendapatannya baru akan terwujud secara bertahap.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya