Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komitmen Net-Zero Perusahaan Global Tumbuh 61 Persen pada 2025

Kompas.com, 10 April 2026, 14:16 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber esgdive

KOMPAS.com - Laporan Science Based Targets Initiative (SBTi) mengungkapkan jumlah perusahaan global yang memiliki target iklim jangka pendek sekaligus target net-zero melonjak 61 persen pada 2025 dibanding tahun sebelumnya.

Laporan SBTi juga menyebutkan bahwa jumlah perusahaan yang target iklimnya telah disahkan oleh SBT naik sebesar 40 persen dalam periode yang sama.

Melansir ESG Dive, Kamis (9/4/2026) SBTi menyatakan bahwa pada akhir tahun 2025, lebih dari 12.000 perusahaan telah memiliki target yang disahkan atau berkomitmen untuk menetapkannya.

Sebelumnya, pada bulan Januari, lembaga verifikasi ini mengumumkan bahwa mereka telah melampaui angka 10.000 perusahaan dengan target yang sudah resmi disahkan.

Target Iklim Perusahaan Meningkat

Laporan SBTi mengenai tren aksi dan komitmen iklim ini muncul di tengah upaya mereka merevisi standar Net-Zero perusahaan.

Baca juga: Emisi Turun Tipis, Jerman Dinilai Kehilangan Momentum Capai Target Iklim

Menurut SBTi, jumlah organisasi yang memiliki target iklim telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak tahun 2023, sementara jumlah perusahaan yang hanya sekadar berkomitmen tanpa menetapkan target nyata justru berkurang dalam periode tersebut.

Dari 12.353 perusahaan yang memiliki target resmi atau baru berkomitmen untuk menetapkannya di akhir 2025, hanya 21 persen yang statusnya masih sekadar "berkomitmen". Angka ini terus menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu 30 persen pada 2024 dan 40 persen pada 2023.

Dalam laporan tahun lalu, SBTi menyatakan bahwa perusahaan yang menetapkan target iklim berbasis sains merasakan dampak positif pada reputasi, ambisi iklim, serta percepatan dekarbonisasi mereka.

CEO SBTi, David Kennedy, menambahkan bahwa menetapkan target berbasis sains adalah cara utama bagi perusahaan untuk mengelola risiko transisi ekonomi dan memperkuat ketahanan bisnis mereka.

"Data dalam laporan ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan politik, semakin banyak perusahaan di setiap wilayah yang menetapkan target berbasis sains," ujar Kennedy.

"Dengan melakukan hal tersebut, mereka menjadi bagian dari transformasi pasar yang menguntungkan bisnis sekaligus berkontribusi dalam mencapai tujuan iklim global," paparnya lagi.

Tren Pertumbuhan Target Iklim Global

Laporan terbaru ini juga menunjukkan keberlanjutan tren yang telah dilaporkan SBTi pada tahun 2025.

Tren tersebut mencakup peningkatan penetapan dan pengesahan target iklim oleh perusahaan-perusahaan di Asia yang terus melampaui wilayah lainnya. Target iklim perusahaan sesuai dengan SBTi di Asia juga tumbuh sebesar 53 persen antara 2024-2025.

Namun, Eropa tetap menjadi wilayah dengan jumlah perusahaan terbanyak yang memiliki target yang telah disahkan.

Laporan tersebut juga mengamati perbandingan perusahaan-perusahaan di bursa saham dunia yang sudah memiliki target atau komitmen berbasis sains.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
Swasta
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
LSM/Figur
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
LSM/Figur
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
Pemerintah
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Swasta
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
LSM/Figur
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
Pemerintah
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Pemerintah
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau