KOMPAS.com - Laporan Science Based Targets Initiative (SBTi) mengungkapkan jumlah perusahaan global yang memiliki target iklim jangka pendek sekaligus target net-zero melonjak 61 persen pada 2025 dibanding tahun sebelumnya.
Laporan SBTi juga menyebutkan bahwa jumlah perusahaan yang target iklimnya telah disahkan oleh SBT naik sebesar 40 persen dalam periode yang sama.
Melansir ESG Dive, Kamis (9/4/2026) SBTi menyatakan bahwa pada akhir tahun 2025, lebih dari 12.000 perusahaan telah memiliki target yang disahkan atau berkomitmen untuk menetapkannya.
Sebelumnya, pada bulan Januari, lembaga verifikasi ini mengumumkan bahwa mereka telah melampaui angka 10.000 perusahaan dengan target yang sudah resmi disahkan.
Laporan SBTi mengenai tren aksi dan komitmen iklim ini muncul di tengah upaya mereka merevisi standar Net-Zero perusahaan.
Baca juga: Emisi Turun Tipis, Jerman Dinilai Kehilangan Momentum Capai Target Iklim
Menurut SBTi, jumlah organisasi yang memiliki target iklim telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak tahun 2023, sementara jumlah perusahaan yang hanya sekadar berkomitmen tanpa menetapkan target nyata justru berkurang dalam periode tersebut.
Dari 12.353 perusahaan yang memiliki target resmi atau baru berkomitmen untuk menetapkannya di akhir 2025, hanya 21 persen yang statusnya masih sekadar "berkomitmen". Angka ini terus menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu 30 persen pada 2024 dan 40 persen pada 2023.
Dalam laporan tahun lalu, SBTi menyatakan bahwa perusahaan yang menetapkan target iklim berbasis sains merasakan dampak positif pada reputasi, ambisi iklim, serta percepatan dekarbonisasi mereka.
CEO SBTi, David Kennedy, menambahkan bahwa menetapkan target berbasis sains adalah cara utama bagi perusahaan untuk mengelola risiko transisi ekonomi dan memperkuat ketahanan bisnis mereka.
"Data dalam laporan ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan politik, semakin banyak perusahaan di setiap wilayah yang menetapkan target berbasis sains," ujar Kennedy.
"Dengan melakukan hal tersebut, mereka menjadi bagian dari transformasi pasar yang menguntungkan bisnis sekaligus berkontribusi dalam mencapai tujuan iklim global," paparnya lagi.
Laporan terbaru ini juga menunjukkan keberlanjutan tren yang telah dilaporkan SBTi pada tahun 2025.
Tren tersebut mencakup peningkatan penetapan dan pengesahan target iklim oleh perusahaan-perusahaan di Asia yang terus melampaui wilayah lainnya. Target iklim perusahaan sesuai dengan SBTi di Asia juga tumbuh sebesar 53 persen antara 2024-2025.
Namun, Eropa tetap menjadi wilayah dengan jumlah perusahaan terbanyak yang memiliki target yang telah disahkan.
Laporan tersebut juga mengamati perbandingan perusahaan-perusahaan di bursa saham dunia yang sudah memiliki target atau komitmen berbasis sains.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya