Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tingkatkan Literasi di Desa Cijayanti, BRIDS Bangun Saung Baca

Kompas.com, 31 Juli 2023, 15:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Menurut UNESCO, Indonesia menempati urutan kedua dari bawah terkait literasi. Minat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen, yang artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang rajin membaca.

Sebagai upaya mendukung peningkatan literasi dan edukasi di Indonesia yang berkelanjutan, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melalui BRIDS Peduli, program Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan, meresmikan saung baca di Desa Cijayanti, Bogor, Jawa Barat.

Pembangunan saung baca ini merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas literasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Bale Baca Cijayanti, sebuah komunitas yang didirikan oleh sekumpulan anak muda sejak tahun 2019 yang berfokus pada peningkatan literasi untuk anak-anak dan remaja usia 3-17 tahun.

Selain membangun saung baca, Perusahaan juga memberikan donasi berupa peralatan edukasi, buku, yang melibatkan sekitar 40 pegawai untuk berinteraksi dengan anak-anak di TBM, dengan tujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan komunikasi, serta untuk memiliki mimpi yang tinggi.

Baca juga: Rilis Gerakan Literasi Bersama, HK Buka Program Donasi Buku

Direktur Utama BRIDS Laksono Widodo mengungkapkan, pembangunan saung ini dilakukan dalam rangka HUT ke-31 Perusahaan dengan tujuan memberikan nilai tambah kepada masyarakat, serta memenuhi kebutuhan tempat belajar yang layak, nyaman dan mampu memenuhi antusias belajar sekitar 150 anak-anak penerima manfaat di Desa Cijayanti.

“Kami berharap dengan dibangunnya saung baca ini dapat meningkatkan semangat dan kenyamanan adik-adik saat belajar, dan juga dapat meningkatkan kualitas edukasi di Desa Cijayanti secara berkelanjutan, agar adik-adik dapat menggapai cita-cita yang diimpikan," jelas Laksono dalam rilis pers kepada Kompas.com, Senin (31/7/2023).

Penanggung Jawab TBM Bale Baca Cijayanti Dwi Sulistia Ningsih menyampaikan, saung baca yang baru ini sangat membantu dalam kegiatan belajar anak-anak, karena selama ini ruangan yang ada tidak mencukupi kapasitas anak-anak.

“Ini adalah ‘kapal baru’ untuk mempersiapkan dan mengantarkan anak-anak untuk menggapai mimpinya. Terima kasih CSR BRI Danareksa Sekuritas atas perhatian dan kesungguhan terhadap pendidikan,” tambah Dwi.

Baca juga: Hanya 36,14 Persen Perempuan Melek Literasi Keuangan Digital

Pada kegiatan ini, BRIDS didukung oleh Indorelawan, sebuah organisasi nirlaba berbasis daring yang mempertemukan organisasi sosial dengan relawan.

Dikutip dari situsnya, Indorelawan telah membantu sekitar 270.000 relawan dan 6.000 organisasi untuk melaksanakan lebih dari 8.000 aktivitas.

“BRI Danareksa berkomitmen untuk mendukung peningkatan edukasi di seluruh Indonesia melalui program CSR BRIDS Peduli yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak yang berkelanjutan seperti kegiatan hari ini,” tutup Laksono.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Pemerintah
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Pemerintah
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
LSM/Figur
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
LSM/Figur
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
Pemerintah
Revisi UU Sisdiknas, Jangan Sekadar Ganti Aturan
Revisi UU Sisdiknas, Jangan Sekadar Ganti Aturan
LSM/Figur
3 Ton Sampah Plastik Diangkut dari Pantai Liang Sulawesi Utara lewat Global Ocean Cleanup
3 Ton Sampah Plastik Diangkut dari Pantai Liang Sulawesi Utara lewat Global Ocean Cleanup
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Daerah Sepekan ke Depan
BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Daerah Sepekan ke Depan
Pemerintah
Asosiasi Petani Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan DSI dalam Tata Niaga Sawit
Asosiasi Petani Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan DSI dalam Tata Niaga Sawit
LSM/Figur
Singapura Evaluasi Rencana Induk Daur Ulang Sampah Demi Perpanjang Usia TPA Semakau
Singapura Evaluasi Rencana Induk Daur Ulang Sampah Demi Perpanjang Usia TPA Semakau
Pemerintah
Fenomena Super El Nino Ancam Nasib 500 Juta Petani Global
Fenomena Super El Nino Ancam Nasib 500 Juta Petani Global
Pemerintah
Pemerintah Bakal Terbitkan Inpres Perlindungan Gajah Demi Cegah Kepunahan
Pemerintah Bakal Terbitkan Inpres Perlindungan Gajah Demi Cegah Kepunahan
Pemerintah
Imbas Cuaca Panas, Produksi Susu Merosot dan Kurang Bergizi
Imbas Cuaca Panas, Produksi Susu Merosot dan Kurang Bergizi
Pemerintah
BRIN Identfikasi Spesies Baru Rhododendron yombuwurii di Sulawesi Tengah
BRIN Identfikasi Spesies Baru Rhododendron yombuwurii di Sulawesi Tengah
Pemerintah
Penghidupan Jutaan Orang Asia Tenggara dari Sungai Mekong Terancam Tambang Ilegal di Myanmar
Penghidupan Jutaan Orang Asia Tenggara dari Sungai Mekong Terancam Tambang Ilegal di Myanmar
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau