Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agar Belajar Lebih Efektif, Ajari Anak Mencatat dengan Metode Cornell

Kompas.com - 12/09/2023, 18:47 WIB
Agis Maulana,
Sheila Respati

Tim Redaksi

Kolom paling besar, yaitu kolom yang digunakan untuk menulis catatan materi sekolah dapat diletakkan di sebelah kanan. Kemudian, kolom kecil di sebelah kiri dapat diisi dengan kata kunci. Terakhir, kolom di bawah digunakan untuk menulis ringkasan.

Baca juga: Gaya Belajar Visual: Pengertian dan Ciri-cirinya

Pembagian catatan ini bertujuan agar anak mudah mengetahui inti dari materi yang disampaikan guru. Dengan ruang yang kecil untuk menulis materi, anak juga diharuskan menulis seringkas mungkin yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya.

3. Buat pertanyaan

Dari kata kunci yang telah dibuat sebelumnya, orangtua dapat meminta anak membuat pertanyaan. Pertanyaan tersebut dapat menguji pemahaman anak.

4. Tinjau kembali catatan yang telah dibuat

Penting bagi anak untuk meninjau kembali catatan yang telah dibuatnya. Hal ini dilakukan agar anak mengingat materi yang sudah dipelajari. Ulangi secara rutin setiap anak selesai menulis catatan.

Dengan menerapkan keempat langkah di atas, aktivitas mencatat tidak akan membosankan dan lebih efektif. Memang, metode ini tidak mudah diterapkan dan membutuhkan dukungan orangtua serta guru di sekolah. Namun, tidak ada salahnya untuk mulai membiasakan anak menerapkan metode ini dari langkah kecil.

Yuk, terapkan metode ini dan ikut berperan dalam perkembangan pendidikan yang berkualitas bagi anak!

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya

Dekarbonisasi Industri, Pemerintah Minta Perusahaan Laporkan Data Emisi ke SIINas

Dekarbonisasi Industri, Pemerintah Minta Perusahaan Laporkan Data Emisi ke SIINas

Pemerintah
8.126 Ton Sampah Pasca-Lebaran Diangkut dari Kepulauan Seribu

8.126 Ton Sampah Pasca-Lebaran Diangkut dari Kepulauan Seribu

Pemerintah
Produsen Elektronik Ini Targetkan Pakai 35 Persen Bahan Daur Ulang pada 2030

Produsen Elektronik Ini Targetkan Pakai 35 Persen Bahan Daur Ulang pada 2030

Swasta
Proyek Energi Hijau Milik AS Terancam, Pendanaan Miliaran Dollar Bakal Dipangkas

Proyek Energi Hijau Milik AS Terancam, Pendanaan Miliaran Dollar Bakal Dipangkas

Pemerintah
BRIN Gandeng Korsel untuk Bangun Rumah Kaca Pintar di Indonesia

BRIN Gandeng Korsel untuk Bangun Rumah Kaca Pintar di Indonesia

Pemerintah
Startup Bikin Mentega Ramah Lingkungan dari Karbon, Seperti Apa?

Startup Bikin Mentega Ramah Lingkungan dari Karbon, Seperti Apa?

Swasta
RI Buka Peluang Lanjutkan Kerja Sama Bangun Fasilitas CCS dengan AS

RI Buka Peluang Lanjutkan Kerja Sama Bangun Fasilitas CCS dengan AS

Pemerintah
Lembaga Keuangan AS Prediksi Kenaikan Suhu Global Capai 3 Derajat Tahun Ini

Lembaga Keuangan AS Prediksi Kenaikan Suhu Global Capai 3 Derajat Tahun Ini

Swasta
Startup Filipina Bikin AGRICONNECT PH, App Berbasis AI untuk Cegah Gagal Panel

Startup Filipina Bikin AGRICONNECT PH, App Berbasis AI untuk Cegah Gagal Panel

Swasta
Sektor Perikanan RI Bakal Kena Imbas Kenaikan Tarif Impor AS

Sektor Perikanan RI Bakal Kena Imbas Kenaikan Tarif Impor AS

Pemerintah
2030, Perusahaan Global Targetkan Elektrifikasi 100 Persen Armada Operasional

2030, Perusahaan Global Targetkan Elektrifikasi 100 Persen Armada Operasional

Pemerintah
Asosiasi Mantan Pemimpin Dunia Desak Kepemimpinan Eropa dalam Aksi Iklim

Asosiasi Mantan Pemimpin Dunia Desak Kepemimpinan Eropa dalam Aksi Iklim

Pemerintah
IATA Bentuk Organisasi Pengawas Avtur Berkelanjutan

IATA Bentuk Organisasi Pengawas Avtur Berkelanjutan

Swasta
AS Naikkan Tarif Impor, Bagaimana Dampaknya ke Industri Hijau?

AS Naikkan Tarif Impor, Bagaimana Dampaknya ke Industri Hijau?

Pemerintah
12 Kebutuhan Kritis Pasca Gempa Myanmar, dari Obat hingga Akses Air Bersih

12 Kebutuhan Kritis Pasca Gempa Myanmar, dari Obat hingga Akses Air Bersih

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau