Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesian Sales Mission di Bulgaria Hasilkan Transaksi 5,6 Juta USD

Kompas.com, 11 November 2023, 14:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Pemasaran berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara, melaksanakan kegiatan Indonesian Sales Mission untuk subsektor kuliner.

Kegiatan Sales Mission yang berlangsung 6-7 November 2023 merupakan tindak lanjut kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ke Bulgaria bulan Juni lalu dalam rangka menyukseskan program Indonesia Spice Up the World (ISUTW).

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara Iwan Bogananta berkontribusi dalam mempertemukan perusahaan besar yang ada di Bulgaria dengan lima perusahaan Indonesia, sehingga menghasilkan transaksi senilai 5,6 juta dollar AS.

Kelima perusahaan tersebut adalah PT Rodamas Inti Internasional, La Moringa, PT Alko Sumatera Internasional, CV Mahorahora Bumi Nusantara dan Lada Murni yang dipimpin oleh Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Erwita Dianti.

Baca juga: Harmonature, Cara KBRI Sofia Tingkatkan Ekonomi Kreatif dan Kunjungan Turis Mancanegara

Di antara produk yang ditawarkan, teh daun kelor menjadi produk yang menarik perhatian karena keunikannya dan memberikan manfaat bagi kesehatan yang dapat membersihkan dan melancarkan peredaran darah.

La Moringga perusahaan yang memproduksi daun kelor berhasil menandatangani kesepakatan bisnis dengan perusahaan Boyan.co senilai 1 juta dollar AS.

Selain itu, PT Lada Murni yang menawarkan produk lada berhasil menandatangani kesepakatan bisnis dengan Bella group senilai 1,5 juta Euro atau setara dengan 1,6 juta dollar AS.

Sementara itu, perusahaan PT Roda Mas pemilik brand Sasa, berhasil menandatangani kesepakatan bisnis dengan PICCO Bulgaria senilai 3 juta dollar AS untuk pembelian produk desiccated coconut dan Monosodium Glutamate (MSG).

Pada kesempatan tersebut, perusahaan PICCO Bulgaria menyatakan ingin berinvestasi dengan membangun pabrik pengolahan kakao di Indonesia bekerja sama dengan PT Alko Sumatra Kopi.

Dubes Iwan dalam sambutannya pada acara Sales Mission yang diselenggarakan di Residence Club bersama Bulgarian Chambers and Commerce Industry (BCCI) mengatakan, kegiatan Sales Mission tersebut semakin memperkuat harapan menjadikan Bulgaria sebagai hub perdagangan atau pintu masuk produk Indonesia ke wilayah Eropa.

Baca juga: Cegah Peredaran Narkotika, Dubes Iwan Fasilitasi Pertemuan Kepala BNN dan Mendagri Albania

"Saya berterima kasih kepada semua pihak, para stakeholder dari Kemenparekraf RI dan para shareholder yang percaya untuk berbisnis dengan para pengusaha di Bulgaria" ucap Iwan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (12/11/2023).

Dia berkeyakinan dalam lima tahun ke depan produk Indonesia akan membanjiri Eropa dan wilayah Balkan melalui Bulgaria.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Erwita Dianti selaku pemimpin delegasi Sales Mission Indonesia menyampaikan apresiasi kepada KBRI Sofia, khususnya kepada Duta Besar yang telah memberikan dukungan kepada Kemeparekraf untuk medorong sub sektor kuliner sebagai implementasi dari program Indonesia Spice Up the World.

Erwita juga memberikan penghargaan kepada KBRI Sofia yang berhasil membuka ruang transaksi kepada para pengusaha industri kreatif Indonesia dengan nilai Rp 87,6 miliar.

Presiden Bulgarian Chambers of Commerce and Industry Tsevetan Semionov mengucapkan terima kasih kepada Dubes Iwan yang begitu aktif mempromosikan Indonesia di Bulgaria dan mendorong peningkatan hubungan dagang kedua negara.

"Kami akan terus mendukung aktifitas bisnis dua negara pada masa mendatang dan mengundanga partisipasi Indonesia untuk meramaikan kegiatan ekspo yang bertaraf international di Bulgaria," tuntasnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ini 16 Pemenang Lestari Awards 2026
Ini 16 Pemenang Lestari Awards 2026
Swasta
UNDP: Sekitar 70 Persen Ekonomi RI Bergantung pada SDA, Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing
UNDP: Sekitar 70 Persen Ekonomi RI Bergantung pada SDA, Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing
LSM/Figur
TBS Energi: Bertahan di Bisnis Batu Bara Bisa Timbulkan Kerugian 3,8 Miliar Dollar AS pada 2050
TBS Energi: Bertahan di Bisnis Batu Bara Bisa Timbulkan Kerugian 3,8 Miliar Dollar AS pada 2050
Swasta
Susi Pudjiastuti: Pariwisata Pangandaran Tumbuh, tetapi Ekonomi Perikanan Justru Merosot
Susi Pudjiastuti: Pariwisata Pangandaran Tumbuh, tetapi Ekonomi Perikanan Justru Merosot
LSM/Figur
Mari Elka: Indonesia Hadapi 'Perfect Storm', Keberlanjutan Kini Jadi Syarat Bertahan
Mari Elka: Indonesia Hadapi "Perfect Storm", Keberlanjutan Kini Jadi Syarat Bertahan
Pemerintah
AEI: Lebih dari 800 Emiten Sampaikan Laporan Keberlanjutan, Hasil Evaluasi Terbit Juli 2026
AEI: Lebih dari 800 Emiten Sampaikan Laporan Keberlanjutan, Hasil Evaluasi Terbit Juli 2026
Pemerintah
OJK Targetkan Aturan Baru Laporan Keberlanjutan Berstandar Global Terbit pada 2026
OJK Targetkan Aturan Baru Laporan Keberlanjutan Berstandar Global Terbit pada 2026
Pemerintah
Marine-Based Water Security: Saatnya Laut Jadi Sumber Air Bersih Masa Depan
Marine-Based Water Security: Saatnya Laut Jadi Sumber Air Bersih Masa Depan
Pemerintah
IPB University Kirim 125 Peserta Ekspedisi Patriot untuk Dampingi Transmigran
IPB University Kirim 125 Peserta Ekspedisi Patriot untuk Dampingi Transmigran
Pemerintah
Lestari Summit 2026: KG Media Serukan Kolaborasi Lintas Sektor lewat 'The Regenerative Pulse'
Lestari Summit 2026: KG Media Serukan Kolaborasi Lintas Sektor lewat "The Regenerative Pulse"
Swasta
WVI: Penanganan Stunting Tak Cukup dengan Gizi, Akses Air Bersih dan Sanitasi Jadi Kunci
WVI: Penanganan Stunting Tak Cukup dengan Gizi, Akses Air Bersih dan Sanitasi Jadi Kunci
LSM/Figur
Praktik Baik Rumah Maggot, dari Sampah Jadi Penggerak Ekonomi Sirkular
Praktik Baik Rumah Maggot, dari Sampah Jadi Penggerak Ekonomi Sirkular
Swasta
IBCSD: Minimnya Transparansi Risiko Lingkungan Hambat Investasi Berkelanjutan di Indonesia
IBCSD: Minimnya Transparansi Risiko Lingkungan Hambat Investasi Berkelanjutan di Indonesia
Swasta
PBB Soroti Ancaman Sampah Antariksa yang Makin Mengkhawatirkan
PBB Soroti Ancaman Sampah Antariksa yang Makin Mengkhawatirkan
Pemerintah
BRIN Dorong Pemanfaatan Biomaterial untuk Industri Pertahanan
BRIN Dorong Pemanfaatan Biomaterial untuk Industri Pertahanan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau