Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Microsoft Bikin Pusat Data dari Kayu untuk Atasi Jejak Karbon Teknologi

Kompas.com, 13 November 2024, 13:00 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Microsoft merevolusi konstruksi pusat datanya dengan menggunakan material yang tak terduga, yakni kayu laminasi silang (CLT) dan menggabungkannya dengan baja dan beton.

Metode inovatif itu diklaim menjanjikan pengurangan jejak karbon fasilitas pusat data hingga 35 persen dibandingkan dengan konstruksi baja konvensional.

Rahasia pengurangan jejak karbon ini terletak pada sifat unik CLT yang terbuat dari cemara dan pinus yang dipanen secara berkelanjutan.

Mengutip Sustainability News, Selasa (12/11/2024) kayu rekayasa itu kemudian dibuat dengan merekatkan tiga hingga sembilan lapisan kayu yang ditumpuk secara bergantian sehingga menjadi panel padat.

Baca juga:

Tidak seperti baja, yang dapat berubah bentuk pada suhu tinggi, CLT mengembangkan lapisan arang pelindung yang mempertahankan integritas struktural lebih lama.

CLT ini nantinya akan menggantikan sebagian besar beton tebal yang secara tradisional digunakan untuk lantai dan langit-langit.

Pusat data kayu ini hanya mewakili satu dari komponen dari strategi keberlanjutan yang komprehensif dari Microsoft.

Selain itu, perusahaan juga secara mendasar mengubah praktik konstruksinya melalui persyaratan kontrak baru dan menerapkan spesifikasi rendah karbon yang ketat untuk bahan dan peralatan.

Microsoft juga mengharuskan pemasok bervolume tinggi terpilih untuk menggunakan listrik bebas karbon 100 persen pada tahun 2030.

David Swanson, seorang insinyur struktur yang mengerjakan desain pusat data Microsoft, mencatat meski CLT saat ini memiliki premi 5-10 persen lebih tinggi daripada bahan tradisional untuk rumah keluarga tunggal, CLT menghemat biaya untuk proyek-proyek besar.

Hal tersebut lantaran berkurangnya waktu konstruksi dan kebutuhan tenaga kerja. Bahan CLT diketahui dibuat di luar lokasi dan dapat dipasang lebih cepat dan aman daripada struktur baja konvensional.

Microsoft sendiri mendukung berbagai teknologi konstruksi berkelanjutan melalui Dana Inovasi Iklim senilai 1 miliar dollar AS.

Dana tersebut berfokus pada inovasi yang dapat diadopsi secara umum pada tahun 2030.

Baca juga:

Meningkatkan Solusi Berkelanjutan

Microsoft telah mencapai pengurangan emisi langsung sebesar 6,3 persen selama tiga tahun. Namun perusahaan menghadapi tantangan yang makin besar dengan emisi tidak langsung yang telah meningkat sebesar 30,9 persen karena perluasan pusat data.

Jim Hanna, yang memimpin keberlanjutan untuk tim teknik pusat data Microsoft, mengakui kompleksitasnya.

"Kita harus menjadi pemikir sistem di seluruh rantai nilai material yang masuk ke pusat data serta peralatan yang memasok pusat data kita. Itulah yang membuatnya sulit tetapi tentu saja bukan tidak mungkin," katanya.

Meskipun inovatif, inisiatif pusat data kayu hanya merupakan satu langkah dalam mengatasi tantangan yang lebih luas dari infrastruktur digital yang berkelanjutan.

Keberhasilan inisiatif ini pada akhirnya tidak hanya bergantung pada kelayakan teknis material baru tetapi juga pada kemampuan Microsoft untuk meningkatkan solusi ini di seluruh jaringannya yang berkembang pesat.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Induk dan Anak Gajah Ditemukan Tewas di Bengkulu, Kemenhut Telusuri Penyebabnya
Induk dan Anak Gajah Ditemukan Tewas di Bengkulu, Kemenhut Telusuri Penyebabnya
Pemerintah
Percepat Transisi Energi, PLN Garap PLTS Mentari Nusantara I Berkapasitas 1.225 GW
Percepat Transisi Energi, PLN Garap PLTS Mentari Nusantara I Berkapasitas 1.225 GW
BUMN
Perancis Targetkan Bebas Energi Fosil pada 2050
Perancis Targetkan Bebas Energi Fosil pada 2050
Pemerintah
Jadi Masalah Lingkungan dan Inefisiensi, Limbah Makanan Industri Perhotelan Disorot
Jadi Masalah Lingkungan dan Inefisiensi, Limbah Makanan Industri Perhotelan Disorot
Pemerintah
Waspada Krisis Energi, India Imbau Warganya Pakai Listrik Sampai Pukul 17.00
Waspada Krisis Energi, India Imbau Warganya Pakai Listrik Sampai Pukul 17.00
Pemerintah
Awas Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem dan Ancam Ikan Lokal di Indonesia
Awas Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem dan Ancam Ikan Lokal di Indonesia
Pemerintah
UT School Gelar Wisuda Nasional Mekanik Alat Berat Batch 37
UT School Gelar Wisuda Nasional Mekanik Alat Berat Batch 37
Swasta
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah hingga 7 Mei 2026
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah hingga 7 Mei 2026
Pemerintah
El Nino Berisiko Tingkatkan Konflik Manusia dengan Satwa, Begini Kata Pakar
El Nino Berisiko Tingkatkan Konflik Manusia dengan Satwa, Begini Kata Pakar
Pemerintah
Setelah Krisis Selat Hormuz, Ancaman Besar Masih Menanti Dunia
Setelah Krisis Selat Hormuz, Ancaman Besar Masih Menanti Dunia
Pemerintah
Sejarah Hari Buruh: Berawal dari Tuntutan Pekerja Kurangi Jam Kerja
Sejarah Hari Buruh: Berawal dari Tuntutan Pekerja Kurangi Jam Kerja
Pemerintah
Rumah Tangga Tanggung Biaya Energi Fosil 3 Kali Lipat saat RI Kehilangan Windfall Tax Batu Bara
Rumah Tangga Tanggung Biaya Energi Fosil 3 Kali Lipat saat RI Kehilangan Windfall Tax Batu Bara
LSM/Figur
Pemerintah Ingin Stop Impor BBM, IESR Sebut Tak Realistis
Pemerintah Ingin Stop Impor BBM, IESR Sebut Tak Realistis
LSM/Figur
UMKM Digital Finance Tour Tangerang Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital Pelaku Usaha
UMKM Digital Finance Tour Tangerang Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital Pelaku Usaha
Swasta
Peran Vital Hiu: Bantu Kumpulkan Data Iklim Laut  yang Sulit Dipantau
Peran Vital Hiu: Bantu Kumpulkan Data Iklim Laut yang Sulit Dipantau
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau