Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atasi Krisis Alam, Bandara London Heathrow Gagas Nature Positive Plan

Kompas.com, 30 Desember 2024, 16:15 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Bandara Heathrow di Inggris memperkenalkan 'Nature Positive Plan' yang bertujuan untuk mengatasi tantangan terkait perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Nature Positive Plan sendiri merupakan rancangan yang menguraikan rencana Heathrow memahami dan mengurangi dampak bandara terhadap lingkungan, melestarikan sumber daya, dan memulihkan ekosistem baik di dalam maupun di luar area bandara.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari pembaruan yang lebih luas terhadap strategi keberlanjutan bandara, Connecting People and Planet (Heathrow 2.0), yang memiliki komitmen utama untuk tidak melampaui tingkat emisi bersih yang tercatat pada 2019.

Dikutip dari Edie, Senin (30/12/2024), sebagai bagian dari rencana tersebut, bandara pun mengambil beberapa langkah utama untuk mengintegrasikan perspektif keanekaragaman hayati ke dalam operasinya.

Baca juga: 8 Bandara Paling Berkelanjutan di Dunia

Heathrow akan mengadopsi praktik terbaik keanekaragaman hayati di bandara dengan meningkatkan jumlah lahan yang dikelola untuk konservasi alam.

Saat ini, bandara mengelola sekitar 170 hektar lahan di 13 lokasi yang didedikasikan untuk konservasi alam.

Upaya tersebut akan sejalan dengan skema penghargaan tolok ukur keanekaragaman hayati dari Wildlife Trust.

Selain itu, bandara berkomitmen untuk memperluas kemitraan keanekaragaman hayati lokalnya.

Ini termasuk berkolaborasi dengan masyarakat lokal, pelanggan, pemasok, dan pakar untuk membangun jaringan alam lokal yang lebih kuat yang melindungi dan mendukung satwa liar di area tersebut.

"Saya berharap dapat bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk lebih memperluas jaringan alam di sekitar Heathrow dan mempertahankan penghargaan tolok ukur keanekaragaman hayati kami di tahun-tahun mendatang,” ungkap direktur komunitas dan keberlanjutan Bandara Heathrow Becky Coffin.

Baca juga: Ini Kriteria Bandara Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Heathrow juga terus berinvestasi dalam pendekatan carbon offset, upaya mengurangi emisi karbon di satu tempat atau sektor dengan mengimbanginya di tempat lain. .

Langkah itu sejalan dengan Prinsip Karbon Inti dari Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM).

Komponen utama lain dari strategi keberlanjutan Heathrow yang diperbarui adalah komitmennya terhadap transparansi.

Bandara ini akan menjadi yang pertama di dunia yang mengadopsi rekomendasi dari Gugus Tugas Pengungkapan Keuangan Terkait Alam (TNFD) dan, mulai tahun 2025, akan mengungkapkan dampak dan ketergantungannya pada alam setiap tahun.

Ke depan, berfokus strategi Heathrow adalah pada pengurangan dampak lingkungan, peningkatan kualitas udara, mitigasi kebisingan, dan pemberian manfaat bagi masyarakat setempat.

“Kita berada di tengah krisis keanekaragaman hayati global. Tindakan yang Heathrow berkomitmen untuk diambil guna lebih memahami dan mengurangi dampaknya terhadap alam merupakan langkah positif," ungkap kepala eksekutif London Wildlife Trust, David Mooney.

Baca juga: Warga Inggris Produksi Emisi Karbon 23 Kali Lebih Banyak pada Natal

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Luas Karhutla Januari hingga Mei 2026 Tembus 81.000 Hektare
Luas Karhutla Januari hingga Mei 2026 Tembus 81.000 Hektare
Pemerintah
BNPB Catat Banjir, Angin Kencang, dan Karhutla Landa Sejumlah Wilayah
BNPB Catat Banjir, Angin Kencang, dan Karhutla Landa Sejumlah Wilayah
Pemerintah
Grab Berdayakan 189.000 Mitra Pengemudi Perempuan se-Asia Tenggara
Grab Berdayakan 189.000 Mitra Pengemudi Perempuan se-Asia Tenggara
Swasta
DANA dan KKP Perkuat Komitmen Blue Economy lewat Aksi Bersihkan Pantai
DANA dan KKP Perkuat Komitmen Blue Economy lewat Aksi Bersihkan Pantai
Swasta
Kemendagri Akselerasi ILASPP, Menata Batas Desa untuk Lindungi Ruang Hidup Warga Sultra
Kemendagri Akselerasi ILASPP, Menata Batas Desa untuk Lindungi Ruang Hidup Warga Sultra
Pemerintah
Belantara Foundation Gandeng Perusahaan Jepang Tanam Pohon di Hutan Riau
Belantara Foundation Gandeng Perusahaan Jepang Tanam Pohon di Hutan Riau
LSM/Figur
Kelola Sampah Hotel-Restoran, TPST Desa Adat Seminyak Mampu Raup Rp 450 Juta Per Bulan
Kelola Sampah Hotel-Restoran, TPST Desa Adat Seminyak Mampu Raup Rp 450 Juta Per Bulan
LSM/Figur
Mahasiswa LSPR Ajak Warga di Bogor Sulap Sampah Jadi Pupuk
Mahasiswa LSPR Ajak Warga di Bogor Sulap Sampah Jadi Pupuk
Swasta
Pemerintah Perlu Optimalkan Energi Terbarukan di Tengah Kenaikan Harga Pertamax
Pemerintah Perlu Optimalkan Energi Terbarukan di Tengah Kenaikan Harga Pertamax
LSM/Figur
Kebijakan Iklim yang Parsial Berisiko Rugikan Ekosistem dan Anggaran Publik
Kebijakan Iklim yang Parsial Berisiko Rugikan Ekosistem dan Anggaran Publik
LSM/Figur
Dana CSR Tak Bisa Jadi Andalan Pengelolaan Sampah Daerah
Dana CSR Tak Bisa Jadi Andalan Pengelolaan Sampah Daerah
Pemerintah
Studi: 15 Persen Pemanasan Global Berasal dari Polutan yang Sering Diabaikan
Studi: 15 Persen Pemanasan Global Berasal dari Polutan yang Sering Diabaikan
Pemerintah
Ekonom: Kenaikan Harga Pertamax Green Pertanda Gagalnya Program Bioetanol
Ekonom: Kenaikan Harga Pertamax Green Pertanda Gagalnya Program Bioetanol
LSM/Figur
Studi: CEO yang Kompeten Lebih Konsisten Komunikasikan Risiko Iklim Perusahaan
Studi: CEO yang Kompeten Lebih Konsisten Komunikasikan Risiko Iklim Perusahaan
LSM/Figur
WRI: Mayoritas Negara G20 Gagal Penuhi Target Atasi Perubahan Iklim
WRI: Mayoritas Negara G20 Gagal Penuhi Target Atasi Perubahan Iklim
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau