Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Robert Nasi
Chief Operating Officer CIFOR-ICRAF

Chief Operating Officer CIFOR-ICRAF

Hutan Lestari, Solusi Alami Turunkan Suhu Bumi

Kompas.com, 26 Maret 2025, 14:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KOMPAS.com - Ketika kita menghadapi kenyataan pahit bahwa suhu global pada tahun 2024 untuk pertama kalinya melebihi ambang batas 1,5derajat Celsius yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris, kita semakin menyadari pentingnya peran hutan dan pohon dalam mengatur iklim.

Kekuatan pendinginan dari pepohonan

Pepohonan secara aktif memberikan keteduhan yang signifikan, mengurangi suhu permukaan tanah hingga 2-8 derajat Celsius di daerah perkotaan dan hingga 15 derajat Celsius di daerah pedesaan. Efek peneduhan ini secara langsung menekan efek pulau panas perkotaan, di mana suhu kota biasanya 1-3 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan sekitarnya.

Selain itu, pepohonan juga mendinginkan udara melalui evapotranspirasi, yaitu proses penguapan air dari daun dan tanah di sekitarnya. Saat air menguap, proses ini menyerap panas dari udara, secara efektif menurunkan suhu lokal.

Pohon dewasa dapat melepaskan hingga 400 liter air setiap hari, menciptakan efek penyejuk udara alami. Penelitian menunjukkan bahwa satu pohon besar mampu menghasilkan efek pendinginan setara dengan 10-unit pendingin ruangan yang beroperasi selama 20 jam per hari.

Efek albedo hutan secara aktif berperan dalam mengatur suhu, meskipun mekanismenya kompleks. Hutan tropis dan hutan beriklim sedang memiliki albedo rendah dibandingkan dengan tutupan lahan lainnya, sehingga menyerap lebih banyak radiasi matahari dan berkontribusi terhadap pendinginan. Sebaliknya, hutan boreal dengan kanopi yang lebih gelap menunjukkan dinamika unik, di mana deforestasi justru dapat menyebabkan pendinginan akibat efek albedo permukaan yang kuat. Dalam kondisi dingin, albedo vegetasi salju mendominasi, membuat hutan boreal berperan dalam meningkatkan suhu iklim sekitarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa hutan secara aktif menghasilkan senyawa organik yang mudah menguap, yang berperan dalam pembentukan aerosol. Aerosol ini kemudian memengaruhi pembentukan awan dan pola curah hujan, yang secara tidak langsung berdampak pada suhu lokal dan global.

Baca juga: Pentingnya Tutupan Hutan

Selain itu, hutan yang sehat berfungsi sebagai penyerap karbon yang signifikan. Saat ini, hutan di seluruh dunia menyerap sekitar 7,6 miliar ton CO2 setiap tahun, setara dengan sekitar 20 persen emisi yang dihasilkan manusia. Hutan tropis sendiri menyimpan sekitar 250 miliar ton karbon dalam biomassa mereka. Kapasitas penyerapan karbon ini bervariasi tergantung pada usia dan jenis hutan, dengan hutan tropis dewasa mampu menyerap sekitar 2,4 ton karbon per hektar setiap tahun.

Deforestasi dan Penurunan Manfaat Pendinginan

Sayangnya, deforestasi dan perubahan iklim secara aktif mengancam kemampuan hutan dalam mengatur suhu. Hilangnya hutan di berbagai wilayah tidak hanya mengurangi manfaat pendinginan, tetapi juga memicu lingkaran umpan balik, di mana peningkatan suhu memperburuk tekanan terhadap hutan dan meningkatkan risiko kematian pohon. Akibatnya, beberapa hutan yang sebelumnya berfungsi sebagai penyerap karbon dapat berubah menjadi sumber emisi karbon.

Deforestasi secara drastis meningkatkan suhu global, dengan dampaknya yang telah terdokumentasi dengan baik. Antara tahun 2000 dan 2023, dunia kehilangan lebih dari 130 juta hektar hutan tropis. Kehilangan besar ini secara signifikan mendorong kenaikan suhu global, di mana wilayah yang mengalami deforestasi mencatat peningkatan suhu hingga 4 derajat Celsius dibandingkan dengan daerah berhutan di sekitarnya. (Penurunan curah hujan akibat deforestasi adalah cerita lain yang tak kalah penting.

Seiring dengan meningkatnya suhu, hutan semakin menghadapi tekanan akibat kekeringaan dan kebakaran, yang berpotensi mengubahnya dari penyerap karbon menjadi sumber emisi karbon. Misalnya, kebakaran hutan di Australia pada 2019-2020 melepaskan sekitar 830 juta ton CO2, menunjukkan bagaimana perubahan iklim dapat memicu lingkaran umpan balik yang menghancurkan.

Penelitian telah menegaskan bahwa hutan dan pepohonan adalah salah satu alat alami paling ampuh untuk mengatur suhu global dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Tindakan Tegas

Tindakan mendesak diperlukan di berbagai bidang:

  • Melindungi hutan yang masih utuh atau hampir utuh
  • Mendorong inisiatif reboisasi dan penghijauan yang baik
  • Menerapkan praktik-praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan
  • Mengintegrasikan perlindungan dan restorasi hutan ke dalam kebijakan iklim
  • Mendukung masyarakat hutan adat sebagai penjaga tanah

Pelanggaran ambang batas 1,5 derajat Celsius pada tahun 2024 menegaskan perlunya tindakan tegas untuk melindungi dan memperluas sumber daya hutan. Hutan berperan penting dalam mengatur suhu dan menyerap karbon, menjadikannya sekutu utama dalam upaya melawan perubahan iklim. Namun, tutupan hutan global terus menurun sejak tahun 2000, dengan kehilangan hutan primer yang paling parah terjadi di wilayah tropis.

Meskipun beberapa negara berhasil meningkatkan upaya reboisasi, kehilangan hutan primer terus berlangsung dengan kecepatan mengkhawatirkan, mencapai sekitar 3,8 juta hektar per tahun. Kehilangan ini secara langsung berkorelasi dengan percepatan kenaikan suhu global, yang berkontribusi terhadap pelanggaran ambang batas 1,5 derajat Celsius pada tahun 2024.

Baca juga: FWI: Ribuan Hektar Hutan di 3 DAS Rusak, Picu Banjir Bandang

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
LSM/Figur
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Pemerintah
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
BUMN
BMKG Optimalkan Pengisian Waduk Hadapi El Niño Kuat, Antisipasi Krisis Air hingga Karhutla
BMKG Optimalkan Pengisian Waduk Hadapi El Niño Kuat, Antisipasi Krisis Air hingga Karhutla
Pemerintah
Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat
Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat
Pemerintah
Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92.000, Isi Daya EV di Rumah Kian Diminati
Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92.000, Isi Daya EV di Rumah Kian Diminati
BUMN
Peneliti Usulkan Cara Baru Hitung Emisi Gas Rumah Kaca AI, Seperti Apa?
Peneliti Usulkan Cara Baru Hitung Emisi Gas Rumah Kaca AI, Seperti Apa?
Pemerintah
Bappenas Dorong Inovasi Pendanaan untuk Mitigasi El Niño di Tengah Keterbatasan Fiskal
Bappenas Dorong Inovasi Pendanaan untuk Mitigasi El Niño di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau