Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Capital Awali Transaksi REC di ICDX, Beli 2.098 MWh Energi Hidro

Kompas.com, 19 Mei 2025, 20:29 WIB
Eriana Widya Astuti,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) resmi menjadi emiten pertama yang membeli Renewable Energy Certificate (REC) melalui Indonesia Commodity & Derivative Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).

Transaksi perdana ini menandai dimulainya perdagangan Kontrak Fisik REC di ICDX, setelah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). REC adalah sertifikat yang menyatakan produksi listrik dari sumber Energi Baru dan Terbarukan (EBT), di mana satu REC setara dengan satu Megawatt hour (MWh) listrik bersih.

Bank Capital membeli 2.098 MWh REC yang berasal dari pembangkit listrik tenaga hidro. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung keuangan berkelanjutan dan pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Direktur Utama PT Bank Capital Indonesia Tbk., Kurniawan Halim, menyebut pembelian REC ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca juga: ICDX Resmi Jadi Bursa Perdagangan Renewable Energy Certificate

“Untuk mendorong penerapan bisnis berkelanjutan harus dilakukan dari hulu ke hilir, termasuk listrik yang digunakan dalam operasional sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembelian REC dari energi hidro ini menjadi wujud nyata kontribusi Bank Capital dalam penerapan Peraturan OJK No. 51 tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan, yang mendorong lembaga jasa keuangan mendukung pemanfaatan energi terbarukan.

Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi, menyambut positif langkah Bank Capital.

“Dengan ini, besar harapan REC dapat menjadi solusi atas kebutuhan korporasi termasuk emiten dalam target pemenuhan energi terbarukan,” ujar Fajar dalam keterangan resminya pada Senin (19/5/2025).

Fajar juga memastikan bahwa ICDX sebagai bursa berjangka pertama yang memfasilitasi perdagangan REC telah menyiapkan sistem yang transparan dan akuntabel untuk mendukung partisipasi pelaku usaha dalam transisi energi.

Langkah Bank Capital dinilai bisa mendorong perusahaan lain untuk mengikuti jejak serupa, sebagai bagian dari strategi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Baca juga: IESR Nilai Sertifikat REC PLN Tak Dorong Transisi Energi

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau