Sedangkan sisanya 36 miliar Euro akan dialokasikan untuk memperpanjang masa pakai reaktor nuklir yang sudah ada.
Baca juga: Sudah Generasi 4, Nuklir Dinilai Bisa Jadi Alternatif Transisi Energi Bersih
Dalam jangka panjang, investasi tambahan juga bakal diperlukan untuk teknologi nuklir yang lebih baru, termasuk Reaktor Modular Kecil (SMR), Reaktor Modular Lanjutan (AMR), dan mikroreaktor, serta teknologi fusi.
Untuk mendanai investasi yang dibutuhkan, Komisi menyoroti perlunya berbagai sumber pembiayaan publik dan swasta, yang dilengkapi dengan instrumen pengurangan risiko.
“Untuk benar-benar mewujudkan transisi energi bersih, kita memerlukan semua solusi energi nol dan rendah karbon. Energi nuklir berperan dalam membangun sistem energi yang tangguh dan lebih bersih," kata Dan Jørgensen, Komisaris Energi dan Perumahan.
"Memastikan kondisi kerangka kerja yang diperlukan akan memungkinkan UE untuk mempertahankan kepemimpinan industrinya di sektor ini sekaligus menegakkan standar keselamatan tertinggi dan pengelolaan limbah radioaktif yang bertanggung jawab,” tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya