Masalahnya, meskipun makanan jadi murah untuk diproduksi dan dibeli, sebenarnya ada biaya tersembunyi yang sangat besar di baliknya, terutama untuk lingkungan dan kesehatan kita dalam jangka panjang.
Misalnya, karena makanan murah, orang cenderung makan berlebihan dan banyak yang terbuang.
Paradigma makanan murah akhirnya menciptakan dua masalah besar yakni kekuatan pasar yang terkonsentrasi di tangan perusahaan besar yang sulit diubah, dan pola investasi lama yang membuat petani makin bergantung pada korporasi, yang pada akhirnya merugikan lingkungan dan keberlanjutan.
Baca juga: Tambang Ancam Ekosistem Kerapu dan Ketahanan Pangan di Raja Ampat
Artinya ada kebutuhan mendesak untuk mengubah standar dan sistem pajak agar memperhitungkan biaya lingkungan dan kesehatan jangka panjang dari sistem pangan saat ini.
Laporan ini pun menyarankan agar pemerintah membuat lebih banyak aturan dan melakukan penelitian agar praktik ramah lingkungan dihargai serta meningkatkan biaya untuk bisnis yang merusak lingkungan.
Kekuatan konsumen dan gerakan masyarakat punya peran besar dalam mendorong perusahaan dan investor untuk bertindak lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam sistem pangan.
Makin banyak insiatif dalam meningkatkan pengawasan terhadap praktik agribisnis dan keputusan investor maka akan makin besar untuk mendorong pengurangan emisi berbahaya, polusi tanah dan air, dan peningkatan nilai gizi makanan.
Lebih lanjut, jika sistem pangan bertransisi ke arah yang lebih berkelanjutan maka kita akan melihat hasil-hasil positif seperti mesin pertanian dan produksi bahan kimia yang tidak lagi terlalu bergantung pada bahan bakar fosil, makanan yang berasal dari beragam lanskap, bukan hanya monokultur.
Selain itu juga pengolahan daging bisa menghasilkan keuntungan lebih besar melalui produk berkualitas tinggi, berdampak rendah, dan kesejahteraan hewan yang tinggi. Lalu, munculnya alternatif daging berbasis tumbuhan atau daging hasil budidaya.
Baca juga: Tambang Ancam Ekosistem Kerapu dan Ketahanan Pangan di Raja Ampat
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya