KOMPAS.com - Australia telah mengumumkan target iklim baru, yang bertujuan untuk memangkas emisi karbon setidaknya 62 persen pada tahun 2035.
Keputusan ini meningkatkan target yang dipatok sebelumnya, yaitu memangkas emisi sebesar 43 persen pada tahun 2030.
Perdana Menteri Anthony Albanese menjelaskan bahwa rencana ini didasarkan pada saran ilmiah dan teknologi yang sudah ada.
Albanese diperkirakan akan mengonfirmasi janji ini di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York akhir bulan ini.
Pengumuman mengenai target baru tersebut keluar setelah pemerintah meminta evaluasi risiko, yang hasilnya memperingatkan bahwa cuaca ekstrem akan memburuk akibat perubahan iklim.
Baca juga: Taktik Eropa Capai Target Iklim 2040: Beli Kredit Karbon dari Negara Berkembang
Laporan tersebut, seperti dilansir dari Know ESG, Jumat (19/9/2025) mencatat bahwa suhu di Australia telah naik di atas 1,5 derajat C, sebuah ambang batas yang dianggap berbahaya oleh banyak ahli.
Laporan itu juga memperkirakan akan ada lebih banyak kematian akibat gelombang panas, kualitas air yang memburuk akibat banjir dan kebakaran hutan, serta kenaikan permukaan air laut yang dapat mengancam sekitar 1,5 juta orang.
Kerugian properti bahkan dapat mencapai 611 miliar dolar Australia, menurut temuan tersebut.
Lebih lanjut, target baru pemerintah ini selaras dengan komitmen Australia dalam Perjanjian Iklim Paris, di mana negara-negara sepakat untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celcius.
Baca juga: Waste4Change Tekan 28,8 Juta Kg Emisi CO2, Dorong Ekonomi Sirkular dan Green Jobs
Namun target pengurangan emisi antara 62 persen hingga 70 persen pada tahun 2035 ini masih menjadi perdebatan politik. Alasannya target tersebut tidak kredibel dan mahal akan tetapi pihak lain berpendapat bahwa pengurangan emisi harus dipercepat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya