Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sedekah Pohon, Dompet Dhuafa Tanam 150 Bibit di Pesantren Banten

Kompas.com, 30 September 2025, 09:10 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menggelar program Sedekah Pohon di Pondok Pesantren Al Ihsan, Anyer, Serang, Banten, Sabtu (27/9/2025).

Deputi Direktur I Bidang Sosial, Dakwah, Kemanusiaan Dompet Dhuafa, Juperta Panji Utama, mengatakan pihaknya menanam 150 pohon produktif bersama para santri, pengurus, relawan dan masyarakat.

Gelaran bertajuk Menanam Kebaikan, Merawat Kehidupan: Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Pesantren itu merupakan pemberdayaan penghuni pesantren yang mengawinkan pelestarian alam dan pemberdayaan bernilai ekonomi.

“Tujuan dari program Sedekah Pohon ini jauh selain pemberdayaan masyarakat adalah upaya kami mengajak masyarakat menyadari bahwa lingkungannya tidak baik-baik saja," kata Panji dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).

"Sehingga penting masyarakat tahu bahwa ada tanah yang kondisinya kritis dan itu dapat menjadi problem di kemudian hari," imbuh dia.

Baca juga: Perubahan Iklim Picu Pohon di Hutan Hujan Amazon Tumbuh Lebih Besar

Panji menyatakan program bisa dilakukan secara lebih luas ketika ada kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Reboisasi lahan gundul dengan pohon produktif bertujuan menguatkan produksi oksigen.

Pohon juga menghasilkan buah yang bernilai ekonomi, sehingga Sedekah Pohon memiliki nilai keberlanjutan.

Pelibatan potensi sumber daya lokal adalah langkah pengelolaan dan perawatan program pemberdayaan dari Dompet Dhuafa. Menurut Panji, membentuk kelompok tani dan menyiapkan pendampingan menjadi upaya strategis Dompet Dhuafa pada program itu.

“Kami sudah siapkan satu pendamping program di sini. Kemudian ilmunya kami transfer ke masyarakat,” ucap Panji.

Pemilihan Ponpes menjadi lokasi penanaman dikarenakan kondisinya yang rawan bencana. Pasalnya, terdapat lahan gundul di lereng perbukitan dan sempat terjadibbanjir bandang. Program Sedekah Pohon Produktif dikelola di atas lahan kritis seluas 1 hektare, dan melibatkan pesantren, serta masyarakat setempat sebagai pengelolanya. 

Baca juga: Dampak Kekeringan pada Pohon Minim, tapi Perubahan Iklim Tingkatkan Angka Kematiannya

“Melalui program sedekah pohon, ini menjadi bagian dari mitigasi atau pengurangan resiko bencana. Jadi selain tanamannya produktif, tentu juga mampu mengurangi resiko bencana dan menjaga alam tetap Lestari,” ungkap Kepala Bagian Lingkungan DMC Dompet Dhuafa, Ahmad Baihaqi.

Dikelola Jadi Produk

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihsan Anyer, Suryana Sudrajat, mengaku menyambut baik penanaman ratusan pohon di wilayahnya. Mereka menanam durian, mangga, jambu, petai, dan lain sebagainya.

“Di pesantren ini basis utama jurusan SMK-nya adalah IT. Tetapi setelah adanya program ini, kami akan kembangkan juga jurusan Agro Wisata untuk memaksimalkan pengelolaan hasil dari program ini di masa mendatang," papar Suryana.

Ia berharap, hasil panen nantinya diolah menjadi produk tertentu yang dapat dijual ke lokasi wisata setempat. Lahan yang dipakai penanaman bakal terus mereka jaga dan rawat sebagai kebun produktif.

Baca juga: Melihat Desa Wisata Samtama, Warga Kelola Sampah hingga Tanam Pohon di Gang Sempit

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau