Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 30 September 2025, 22:58 WIB
Aningtias Jatmika,
Hotria Mariana,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

Dalam proses peleburan, PT Vale juga mengimplementasikan pemanfaatan panas limbah dari gas buang dan slag di tanur listrik (electric furnace) yang berkontribusi terhadap efisiensi energi. Selain itu, penggunaan electric furnace turut mendukung pengurangan jejak karbon dalam pemrosesan nikel matte.

Menariknya, efisiensi tersebut semakin optimal karena seluruh proses kini dipantau melalui ruang kontrol yang baru diresmikan pada akhir 2024.

“Sistem digitalisasi itu memungkinkan perusahaan memonitor efektivitas peralatan secara real-time sehingga produksi bisa dimaksimalkan dengan konsumsi energi yang lebih hemat,” ujar penanggung jawab area converter PT Vale Indonesia Hamzin saat ditemui Kompas.com, Senin (22/9/2025).

Baca juga: Vale Indonesia Lakukan Reklamasi 3.791 Hektare Lahan Tambang di Sulsel

Dekarbonisasi juga diwujudkan lewat pemanfaatan tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA), yakni PLTA Larona, PLTA Balambano, dan PLTA Karebbe, untuk memasok energi hingga 365 megawatt ke pabrik pengolahan.

Blok Sorowako memang berada di kawasan yang dikelilingi tiga danau di Danau Komplek Malili, yakni Danau Matano, Danau Mahalona, dan Danau Towuti. Danau ini disokong oleh sejumlah aliran sungai, seperti Sungai Larona, Sungai Petea, dan Sungai Tominanga.

Potensi sumber daya air (SDA) yang melimpah di kawasan tersebut menjadi berkah bagi PT Vale Indonesia yang terus berkomitmen untuk memanfaatkan energi bersih dan terbarukan (EBT).

Dekarbonisasi diwujudkan PT Vale Indonesia lewat pemanfaatan tiga PLTA, yakni PLTA Larona, PLTA Balambano, dan PLTA Karebbe, untuk memasok energi hingga 365 megawatt ke pabrik pengolahan.KOMPAS.com/ANINGTIAS JATMIKA Dekarbonisasi diwujudkan PT Vale Indonesia lewat pemanfaatan tiga PLTA, yakni PLTA Larona, PLTA Balambano, dan PLTA Karebbe, untuk memasok energi hingga 365 megawatt ke pabrik pengolahan.

Berkat ketiga PLTA tersebut, PT Vale mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hingga lebih dari satu juta ton CO2eq per tahun jika dibandingkan dengan pembangkit berbahan bakar batu bara.

Selain menunjang operasional, sebesar 10,7 megawatt energi listrik yang dihasilkan PLTA tersebut juga didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Luwu Timur melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Jejak hijau dari lahan pascatambang

Dekarbonisasi tidak hanya menyangkut efisiensi energi atau penggunaan energi terbarukan. Upaya mengurangi emisi juga mencakup pemulihan ekosistem yang mampu menyerap karbon dari atmosfer.

Di Sorowako, PT Vale membuktikan komitmen itu lewat Himalaya Hill—arboretum reklamasi yang lahir dari lahan bekas tambang yang dulunya tandus.

Sejak 2004, area seluas 31,04 hektare itu direklamasi dan ditanami secara intensif hingga akhirnya, pada 2025, menjelma menjadi hutan rimbun dengan lebih dari 80.000 pohon.

Baca juga: Menitip Asa Masa Depan Tambang Berkelanjutan Vale Indonesia di Danau Matano

Kanopi pepohonan yang terbentuk tidak hanya mengembalikan keanekaragaman hayati, tetapi juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami (carbon sink) yang memperkuat strategi dekarbonisasi perusahaan demi memitigasi perubahan iklim.

“Pada fase awal, kami menanam pohon pionir, seperti sengon, kayu angin, dan bitti. Pohon-pohon ini menjadi perintis untuk menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk sehingga spesies endemik, seperti eboni dan damar, bisa tumbuh kembali,” ujar Manager Reclamation and Rehabilitation PT Vale Indonesia Charles Andrianto.

Kini, suhu yang semula bisa mencapai 34 derajat Celcius turun stabil di kisaran 25–26 derajat Celsius. Ekosistem pun pulih, fauna endemik Sulawesi kembali singgah, tumbuhan dasar tumbuh alami, dan siklus ekologi berjalan mandiri.

Arboretum reklamasi Himalaya Hill PT Vale IndonesiaKOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Arboretum reklamasi Himalaya Hill PT Vale Indonesia

Head of Mine Operation Sorowako PT Vale Mohamad Iqbal Al Farobi menambahkan bahwa keberadaan anakan pohon menjadi indikator penting karena menandakan ekosistem sudah mampu beregenerasi tanpa intervensi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
LSM/Figur
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Pemerintah
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
BUMN
BMKG Optimalkan Pengisian Waduk Hadapi El Niño Kuat, Antisipasi Krisis Air hingga Karhutla
BMKG Optimalkan Pengisian Waduk Hadapi El Niño Kuat, Antisipasi Krisis Air hingga Karhutla
Pemerintah
Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat
Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat
Pemerintah
Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92.000, Isi Daya EV di Rumah Kian Diminati
Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92.000, Isi Daya EV di Rumah Kian Diminati
BUMN
Peneliti Usulkan Cara Baru Hitung Emisi Gas Rumah Kaca AI, Seperti Apa?
Peneliti Usulkan Cara Baru Hitung Emisi Gas Rumah Kaca AI, Seperti Apa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau