“Secara ekologi, area reklamasi ini sudah berfungsi—minimal mendekati kondisi alaminya,” ucapnya.
Dengan demikian, lanjutnya, Himalaya Hill bukan hanya simbol keberhasilan reklamasi, melainkan juga bagian integral dari peta jalan dekarbonisasi PT Vale Indonesia.
“Hutan yang tumbuh kembali itu berperan ganda, yakni menyerap karbon sekaligus menyediakan bank bibit dan ruang hidup bagi spesies lokal,” ucap Iqbal.
Pesan yang terpatri dalam film Sore: Istri dari Masa Depan sederhana, tetapi kuat, bahwa perubahan sejati tidak lahir dari rasa takut, tetapi dari rasa cinta. Cinta pada kehidupan, pada generasi mendatang, dan pada bumi inilah yang menjadi alasan manusia untuk berbenah.
Baca juga: Vale Indonesia Klaim Telah Rehabilitasi 2,5 Kali Lahan Tambangnya
Semangat itu sejalan dengan langkah PT Vale Indonesia yang menempatkan dekarbonisasi sebagai inti dari operasionalnya.
Mulai dari efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga reklamasi lahan pascatambang lewat Himalaya Hill, setiap inisiatif menunjukkan bahwa industri pertambangan dapat tumbuh bertanggung jawab sekaligus menjaga keberlanjutan.
Sama halnya dengan waktu yang tak bisa diputar kembali, kesempatan untuk melindungi bumi pun hanya ada sekali.
Oleh karena itu, perubahan menuju keberlanjutan harus dimulai sekarang. Bukan karena takut pada bencana, melainkan karena cinta pada kehidupan.
Praktik pertambangan berkelanjutan seperti yang dijalankan PT Vale Indonesia menunjukkan bahwa industri bisa tetap tumbuh tanpa harus melukai alam.
Sebab, pada akhirnya, waktu memang tak bisa diulang. Namun, masa depan masih bisa diselamatkan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya