Penulis
Menurut Dedik Irianto, inovasi ini menjawab masalah global yang dirasakan banyak kota lain.
“Hampir seluruh kota yang mengikuti finalis ini menyampaikan bahwa di kota-kota mereka juga ada permasalahan dengan popok sekali pakai ini. Artinya, inovasi ini saya pikir sesuatu yang sangat luar biasa,” tutur Dedik Irianto.
Lebih jauh Dedik menegaskan, keberhasilan Surabaya dalam menghadapi tantangan lingkungan adalah hasil dari kolaborasi yang erat.
Pemkot Surabaya menerapkan konsep Hexa Helix yang menyinergikan semua unsur, yaitu Pemerintah, Media, Masyarakat, Swasta atau Dunia Usaha, Akademisi Perguruan Tinggi, dan Komunitas.
Dedik mengingatkan, kolaborasi menjadi fondasi utama dalam membangun kota berkelanjutan. "Keberhasilan Surabaya adalah hasil dari ketegasan, keberanian, dan kolaborasi antara pemerintah, pakar, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat," tegasnya.
Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan menjadi model bagi kota-kota lain.
Baca juga: DKI Jakarta Menuju Kota Berkelanjutan, Bangun Ekonomi Hijau
Upaya ini dijiwai filosofi sederhana, yang diungkapkan Dedik Irianto sebagai pesan penutup.
"Kita ini di bumi itu hanya bertamu. Pada saat kita jadi tamu di bumi, jadilah tamu yang sebaik-baik saja. Jangan merusak yang kita tamui ini. Jadilah tamu yang baik, kita pelihara bumi ini agar semakin lestari," pungkasnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya