Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akhiri Krisis Air, Vinilon Group dan Solar Chapter Alirkan Air Bersih ke Desa Fafinesu NTT

Kompas.com, 22 November 2025, 14:35 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Vinilon Group berkolaborasi dengan organisasi nirlaba Solar Chapter menggelar program penyediaan akses air bersih bagi Desa Fafinesu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Insiatif yang menjadi bagian program "Penyebar Kebaikan" ini memfasilitasi akses air bersih yang mudah bagi warga Desa Fafinesu mencakup pemasangan pipa HDPE Vinilon sepanjang 8,2 kilometer langsung dari sumber mata air di perbukitan ke tengah pemukiman warga.

Air bersih masih menjadi barang mewah yang harus diperjuangkan setiap hari oleh warga Desa Fafinesu. Pasalnya, dari total 192 kepala keluarga di Fafinesu hanya 5 persen warga yang mampu membeli air bersih dengan menyisihkan 25 persen penghasilannya per bulan.

Bukan hanya membeli dengan uang, mereka juga "membeli" air dengan waktu dan tenaga. Ada jarak yang harus ditempuh selama 1 jam pulang-pergi melewati jalan berbukit dan terjal hanya untuk mendapatkan air bersih.

Setiap pagi, para ibu dan anak-anak berjalan memikul jeriken menuju sumber mata air di Gunung Fafinesu untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Bagi masyarakat Fafinesu, program akses air bersih dan penyediaan fasilitas sanitasi ini membawa perubahan besar. Alofridus Alen, Kepala Desa Fafinesu mengungkapkan rasa bahagianya.

Sebelum program akses air bersih, setiap pagi para ibu dan anak-anak berjalan setidaknya 1 jam sambil memikul jeriken menuju sumber mata air di Gunung Fafinesu untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
DOK. VINILON GROUP Sebelum program akses air bersih, setiap pagi para ibu dan anak-anak berjalan setidaknya 1 jam sambil memikul jeriken menuju sumber mata air di Gunung Fafinesu untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

“Dulu untuk merasakan air bersih, kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Sekarang, air bersih dapat dengan mudah diakses untuk kebutuhan warga desa sehari-hari," ujar Alofridus Alen.

"Terima kasih atas kolaborasi akses air bersih yang lebih dekat ini karena sangat bermanfaat bagi kebutuhan kami warga Desa Fafinesu,” ujarnya.

Selain membangun sistem perpipaan, Vinilon Group juga memberikan edukasi kepada warga lokal mengenai cara merawat dan mengelola sistem saluran air bersih secara mandiri untuk memastikan manfaat program ini dapat bertahan lama dan menjadi bagian dari kemandirian desa.

“Selama 46 tahun, Vinilon Group percaya bahwa membangun infrastruktur bukan hanya tentang menghadirkan produk yang berkualitas, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat," ujar Christian Rudolf, General Manager Marketing Vinilon Group.

"Melalui semangat #PenyebarKebaikan, Vinilon ingin memastikan bahwa air bersih dapat dinikmati sampai ke pelosok negeri,” lanjut Christian.

Vinilon menghadirkan akses air bersih yang mudah ke Desa Fafinesu, NTT, melalui pipa HDPE Vinilon sepanjang 8,2 kilometer beserta perangkat sanitary YUTA untuk kebutuhan sistem distribusi air bersih warga.DOK. VINILON GROUP Vinilon menghadirkan akses air bersih yang mudah ke Desa Fafinesu, NTT, melalui pipa HDPE Vinilon sepanjang 8,2 kilometer beserta perangkat sanitary YUTA untuk kebutuhan sistem distribusi air bersih warga.

Dia menegaskan, pihaknya memperkuat kembali komitmen untuk terus mengalirkan kebaikan ke seluruh penjuru Indonesia dengan menghadirkan akses air bersih yang mudah, demi masa depan generasi Indonesia lebih baik.

Baca juga: Longsor di Banjarnegara dan Cilacap, Pemkab Magelang Kirim Bantuan 2,5 Ton Sayur dan Air Bersih

Dalam kesempatan sama, Direktur Eksekutif Solar Chapter, Mustika Wijaya mengatakan, program penyediaan akses air bersih di Desa Fafinesu menunjukkan kolaborasi masyarakat desa dan Solar Chapter melalui dukungan CSR dari swasta seperti Vinilon Group dapat menghadirkan solusi berkelanjutan atas krisis air di Nusa Tenggara Timur.

"Memasuki tahun ketiga kerja sama dengan Solar Chapter, Vinilon Group mendukung penyediaan material pipa dan pendampingan teknis perpipaan agar masyarakat Desa Fafinesu semakin mandiri. Melalui model kolaborasi ini, kita berharap air dapat terus mengalir sampai anak cucu,” ujar pungkasnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Rasio SPKLU dan Kendaraan Listrik 1:47, Pemerintah Relaksasi Aturan Investasi Asing
Rasio SPKLU dan Kendaraan Listrik 1:47, Pemerintah Relaksasi Aturan Investasi Asing
Pemerintah
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
BUMN
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
BUMN
Harita Nickel Turunkan 2.600 Terumbu Buatan di Pesisir Pulau Obi, Datangkan Banyak Jenis Ikan
Harita Nickel Turunkan 2.600 Terumbu Buatan di Pesisir Pulau Obi, Datangkan Banyak Jenis Ikan
Swasta
Sepertiga Sampah Plastik Dunia Tak Terkelola dengan Baik pada 2026
Sepertiga Sampah Plastik Dunia Tak Terkelola dengan Baik pada 2026
Pemerintah
Aksi Terpadu Tangani Iklim dan Polusi Udara Berikan Keuntungan 15 Kali Lipat
Aksi Terpadu Tangani Iklim dan Polusi Udara Berikan Keuntungan 15 Kali Lipat
Pemerintah
Impor Batu Bara Metalurgi Naik, Indonesia Jadi Salah Satu Pendorong Pasar Global
Impor Batu Bara Metalurgi Naik, Indonesia Jadi Salah Satu Pendorong Pasar Global
LSM/Figur
PBB: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Hambat Perbaikan Kualitas Udara Dunia
PBB: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Hambat Perbaikan Kualitas Udara Dunia
Pemerintah
Harita Nickel Luncurkan Buku mengenai Pulau Obi dan Keanekaragaman Ikan
Harita Nickel Luncurkan Buku mengenai Pulau Obi dan Keanekaragaman Ikan
Swasta
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Pemerintah
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Pemerintah
Abu Vulkanik Ganggu Proses Fotosintesis Tanaman, Berisiko Gagal Panen Jika Terpapar Terlalu Lama
Abu Vulkanik Ganggu Proses Fotosintesis Tanaman, Berisiko Gagal Panen Jika Terpapar Terlalu Lama
LSM/Figur
Perempuan Makin Didorong Terlibat dalam Transisi Energi Indonesia
Perempuan Makin Didorong Terlibat dalam Transisi Energi Indonesia
LSM/Figur
Cavendish Rentan Penyakit Layu Fusarium, RI Bisa Ubah Pisang Liar Jadi Varietas Unggul Tahan Krisis Iklim
Cavendish Rentan Penyakit Layu Fusarium, RI Bisa Ubah Pisang Liar Jadi Varietas Unggul Tahan Krisis Iklim
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau