"Kita tidak bisa mengatasi perubahan iklim pegunungan secara terpisah dari masalah perubahan iklim yang lebih luas," jelas Dr. Pepin.
Kendala utama yang masih ada adalah minimnya pengamatan cuaca di pegunungan. Pegunungan adalah lingkungan yang keras, terpencil, dan sulit dijangkau.
Adanya kesenjangan data tersebut bisa diartikan bahwa ilmuwan mungkin meremehkan seberapa cepat suhu berubah dan seberapa cepat salju akan mencair.
Lebih lanjut, untuk mengatasi kesenjangan data, peneliti juga mengungkapkan perlunya model komputer yang lebih baik dengan resolusi spasial yang lebih tinggi.
Namun, Dr. Emily Potter dari Universitas Sheffield menambahkan, selain model komputer yang baik, saat ini kita juga memerlukan tindakan terkait komitmen iklim dan peningkatan infrastruktur pemantauan signifikan yang lebih cepat di wilayah pegunungan yang rentan ini.
Baca juga: Perubahan Iklim Berisiko Tingkatkan Penyakit Pernapasan hingga Gangguan Mental
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya