Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertamina Beri Bantuan ke Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Kompas.com, 2 Desember 2025, 09:35 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur, yang terjadi beberapa waktu lalu. Pihaknya mengirimkan kebutuhan sehari-hari melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan, hal itu merupakan bagian dari program Pertamina Peduli Satgas Natal dan Tahun Baru.

"Pertamina turut bersedih dan prihatin atas kejadian ini, kami berkomitmen membantu masyarakat terdampak dengan berbagi bantuan hidup dasar sekaligus menjaga ketersediaan BBM (bahan bakar minyak) dan LPG (gas petroleum cair) untuk aktivitas masyarakat," kata Baron dalam keterangannya, dilansir Selasa (2/12/2025).

Baca juga:

Adapun erupsi Gunung Semeru berdampak terhadap masyarakat Desa Penanggal Kecamatan Candipuro serta Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Bencana ini menyebabkan korban luka, kerugian material, serta memaksa warga desa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Penyerahan bantuan dilakukan pada Jumat (28/11/2025) lalu oleh perwakilan Pertamina, yang diterima BPBD Kabupaten Lumajang di Gudang Bulog.

Bantuan mencakup 500 paket pakaian untuk dewasa, 500 paket pakaian anak-anak, 100 paket pakaian ibu hamil, 500 paket pakaian balita, 250 set pakaian dalam, 500 dus popok, 100 dus pembalut perrmpuan, 500 dus hygiene kit dan P3K, serta satu paket paket alas tidur. Selain itu, bantuan Bright Gas 12 kilogram untuk kebutuhan dapur umum.

Menurut Baron, kehadiran Pertamina di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga bagian dari garda terdepan dalam penanganan penanggulangan bencana.

Baca juga:

Visual guguran lava Gunung Semeru, Senin (1/12/2025)KOMPAS.com/MIFTAHUL HUDA Visual guguran lava Gunung Semeru, Senin (1/12/2025)

“Pertamina akan hadir untuk membantu masyarakat saat adanya situasi darurat. Kami berharap bantuan ini dapat mengurangi beban dan mendukung pemenuhan kebutuhan mereka selama masa tanggap darurat,” ujar dia.

Penanggung Jawab Gudang Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Dwi Harisusanto, mengapresiasi kepedulian perusahaan pelat merah tersebut kepada masyarakat Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Kami berterima kasih kepada Pertamina yang sudah banyak membantu ketika Kabupaten Lumajang mengalami bencana alam seperti saat ini, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat penyintas erupsi,” kata Dwi.

Adapun Pertamina juga disebut mendukung target Net Zero Emission 2060 (emisi nol 2060) dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
El Nino Diprediksi Terjadi Lagi Tahun 2026, Dunia Bisa Makin Panas
El Nino Diprediksi Terjadi Lagi Tahun 2026, Dunia Bisa Makin Panas
Pemerintah
Kurangi Camilan dan Minuman Rendah Gizi Bisa Tekan Dampak Lingkungan
Kurangi Camilan dan Minuman Rendah Gizi Bisa Tekan Dampak Lingkungan
LSM/Figur
Abrasi Ban Jadi Sumber Mikroplastik di Udara, Bisa Masuk ke Paru-paru
Abrasi Ban Jadi Sumber Mikroplastik di Udara, Bisa Masuk ke Paru-paru
LSM/Figur
PBB Sahkan Kredit Karbon Pertama Sesuai Standar Perjanjian Paris
PBB Sahkan Kredit Karbon Pertama Sesuai Standar Perjanjian Paris
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Dana Iklim dan Konservasi untuk Asia dan Afrika
Inggris Berencana Pangkas Dana Iklim dan Konservasi untuk Asia dan Afrika
Pemerintah
Kasus Pembunuhan Gajah Tanpa Kepala di Riau, 15 Orang Jadi Tersangka
Kasus Pembunuhan Gajah Tanpa Kepala di Riau, 15 Orang Jadi Tersangka
Pemerintah
Hingga Akhir 2025, Xurya Kembangkan Lebih dari 300 Proyek PLTS di Indonesia
Hingga Akhir 2025, Xurya Kembangkan Lebih dari 300 Proyek PLTS di Indonesia
Swasta
Konflik Israel-AS Vs Iran Bisa Picu Transisi Energi di Indonesia?
Konflik Israel-AS Vs Iran Bisa Picu Transisi Energi di Indonesia?
LSM/Figur
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Transisi Energi dan Emisi Global
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Transisi Energi dan Emisi Global
LSM/Figur
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Pemerintah
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
LSM/Figur
Babak Baru Kasus Anak Gajah Mati di TN Tesso Nilo, Polisi Tangkap Tersangka
Babak Baru Kasus Anak Gajah Mati di TN Tesso Nilo, Polisi Tangkap Tersangka
Pemerintah
Mengapa Banyak Karyawan Resign Setelah Dapat THR Lebaran?
Mengapa Banyak Karyawan Resign Setelah Dapat THR Lebaran?
LSM/Figur
Bahan Kimia Abadi PFAS Terdeteksi dalam Makanan Anjing dan Kucing
Bahan Kimia Abadi PFAS Terdeteksi dalam Makanan Anjing dan Kucing
LSM/Figur
AC Bisa Tambah Pemanasan Global di Bumi 0,05 Derajat, Mengapa?
AC Bisa Tambah Pemanasan Global di Bumi 0,05 Derajat, Mengapa?
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau