JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina New & Renewable Energy (NRE) menerbitkan kredit karbon baru dengan total volume 35.475 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e). CEO Pertamina NRE, John Anis, menyebutkan kredit karbon berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Dari total volume itu, sebanyak 90,4 persen atau 32.060 ton CO2e telah terjual. Pembeli kredit karbon antara lain perusahaan nasional dari berbagai sektor, termasuk perbankan, perdagangan, dan industri ekstraktif.
"Kami tidak menyangka kredit karbon yang baru diterbitkan akan diserap pasar secepat ini. Hal ini menunjukkan permintaan kredit karbon di Indonesia sangat tinggi," ungkap John dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).
Baca juga: Kemenhut Godok 4 Regulasi Baru untuk Dongkrak Pasar Karbon Internasional
Dengan penjualan karbon tersebut, Pertamina NRE memangkas emisi setara dengan lebih dari 8.000 mobil berbahan bakar bensin atau sama dengan penanaman 570.000 pohon per tahun.
"Kami optimistis pasar karbon Indonesia akan tumbuh pesat, terutama seiring dengan semakin matangnya regulasi," imbuh dia.
Melalui kredit karbon, masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengimbangan karbon untuk mendukung upaya dekarbonisasi dan mengurangi dampak lingkungan dari emisi karbon.
John lantas mengapresiasi langkah pemerintah dalam menandatangani perjanjian pengakuan bersama (MRA) dengan organisasi standar karbon internasional yakni Gold Standard dan Verra. Sehingga membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam pasar karbon global.
Untuk diketahui, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Sei Mangkei telah beroperasi sejak 2020 yang merupakan hasil kerja sama Pertamina NRE dan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III).
Baca juga: COP30: Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Fraud Perdagangan Karbon
Kredit karbon yang dihasilkan dari PLTBg Sei Mangkei menggunakan teknologi laguna tertutup, dihitung berdasarkan pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) dan konversinya menjadi listrik biogas terbarukan.
Sebelumnya, Pertamina NRE juga telah menjual habis emisi kredit karbon perdananya dengan total volume 864.209 ton CO2e, yang berasal dari PLTP Lahendong unit 5 dan 6. Perdagangan karbon ini berperan strategis dalam mendukung IDXCarbon, bursa karbon nasional yang diluncurkan pemerintah pada September 2023.
John menyatakan bahwa dengan portofolio energi terbarukan yang dikelola, Pertamina NRE akan terus aktif menerbitkan lebih banyak kredit karbon. Menurut dia, perusahaan kini mempersiapkan penerbitan kredit karbon Volume 3 dari PLTP Lahendong unit 5 dan 6 dengan perkiraan volume sebesar 465.131 ton CO2e.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya