Penulis
Cuaca tidak menentu ini berkaitan dengan kemunculan bibit siklon tropis 96S. Berdasarkan analisa Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis atau Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, bibit siklon tersebut terbentuk pada Rabu (24/12/2025).
Lokasi bibit siklon tersebut di Samudera Hindia sebelah selatan Pulau Lombok, NTB.
Saat ini, bibit badai tropis 96S terpantau berada di perairan Samudera Hindia bagian selatan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 65 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimumnya tercatat 999 hPa.
BMKG menjelaskan bahwa bibit siklon tropis 96S bergerak perlahan menjauhi wilayah Indonesia. Arah pergerakannya menuju daratan Australia Barat. Bibit siklon ini diprediksi akan luruh pada Rabu (31/12/2025).
Baca juga:
Meski menjauh dari Indonesia, dampak tidak langsung masih dapat dirasakan. Salah satu dampaknya adalah peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah NTB.
Selain itu, fenomena sirkulasi siklonal juga memicu gelombang tinggi di perairan selatan.
Gelombang laut setinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Bali, NTB, dan NTT. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh nelayan dan pengguna transportasi laut.
BMKG mengimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru. Hindari aktivitas di laut saat gelombang tinggi.
Waspadai genangan air, pohon tumbang, dan gangguan transportasi saat hujan lebat dan angin kencang terjadi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya