Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bibit Siklon Tropis 91S Muncul di Samudera Hindia, Apa Dampaknya untuk Sumatera?

Kompas.com, 11 Desember 2025, 12:49 WIB
Add on Google
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Bibit siklon tropis 91S saat ini disebut berlokasi di Samudera Hindia, sebelah barat Provinsi Lampung. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganjurkan masyarakat untuk tetap tenang dan waspada menghadapi perkembangan siklon tropis tersebut.

Baca juga:

"Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia, mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan," ucap Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dilansir dari Antara, Kamis (11/12/2025).

Apa pengaruh bibit siklon tropis 91S pada hujan di Sumatera?

Potensi bibit berkembang jadi siklon tropis 91S tergolong rendah

Menurut hasil analisis BMKG, bibit siklon tropis 91S berpotensi memberi dampak tidak langsung terhadap intensitas hujan di beberapa wilayah Sumatera.

Dinamika atmosfer yang aktif saat ini turut memengaruhi curah hujan, dan keberadaan bibit siklon tropis 91S bisa memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Wilayah yang perlu memberi perhatian lebih meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Lampung.

Namun, BMKG menegaskan bahwa potensi bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis yang masuk ke wilayah daratan tergolong rendah.

Maka dari itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, sekaligus mendapat informasi resmi terbaru dari kanal BMKG.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menuturkan, dalam analisis terbaru, pergerakan bibit siklon tropis 91S diperkirakan akan bergerak ke arah selatan hingga barat daya mulai Kamis (11/12/2025) siang atau sore hari.

Sistem ini kemudian diprediksi bergerak lebih konsisten menjauhi Indonesia pada Jumat (12/12/2025). 

"BMKG Pusat bersama BMKG Provinsi telah melakukan koordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di wilayah terdampak untuk memastikan langkah mitigasi berjalan optimal sesuai kondisi potensi cuaca yang dipengaruhi oleh keberadaan 91S," jelas Guswanto.

Baca juga:

Potensi hujan lebat dan angin kencang perlu diperhatikan

BMKG sebut bibit siklon tropis 91S berada di Samudera Hindia, lantas apa dampaknya untuk wilayah Sumatera? Simak selengkapnya.freepik.com BMKG sebut bibit siklon tropis 91S berada di Samudera Hindia, lantas apa dampaknya untuk wilayah Sumatera? Simak selengkapnya.

Dari sisi keselamatan publik, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat di wilayah pesisir barat-selatan Sumatera hingga Banten.

Potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu diperhatikan. Sektor kelautan seperti pelayaran, perikanan, dan transportasi laut juga diminta menyesuaikan operasional berdasarkan peringatan gelombang tinggi.

BPBD daerah juga diimbau memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, gangguan angin, dan pohon tumbang.

Menurut Andri, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci penting untuk menjaga keselamatan publik.

"Sinergi ini memastikan informasi ancaman diterima dengan cepat dan ditindaklanjuti secara efektif oleh semua pihak sehingga mampu memitigasi risiko dan mencapai keselamatan masyarakat secara maksimal," tutur Andri.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau