Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hujan Lebat Diprediksi Terjadi Awal Tahun 2026, BMKG Rilis Daftar Daerah Terdampak

Kompas.com, 1 Januari 2026, 09:49 WIB
Add on Google
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi awal tahun 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan sejak Kamis (1/1/2026).

Simak selengkapnya berikut ini.

Baca juga:

Prediksi hujan lebat awal tahun 2026

Berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia

BMKG mencatat hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Lampung.

Potensi hujan lebat juga meluas ke wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Selain Pulau Jawa dan Sumatera, wilayah Kalimantan juga masuk dalam daftar peringatan. BMKG mencatat potensi hujan lebat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara pada awal tahun 2026.

Tidak hanya itu, beberapa kota di Indonesia diprediksi mengalami hujan disertai petir. Kota-kota tersebut meliputi Padang, Palembang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Tanjung Selor, dan Banjarmasin.

"Kemudian potensi hujan sedang di Bengkulu, Serang, dan Samarinda," kata prakirawan cuaca BMKG, Miftah Ali, dilansir dari Antara, Kamis (1/1/2026).

BMKG juga menyebut hujan ringan berpotensi turun di sebagian besar wilayah Sumatera dan sebagian besar wilayah Jawa. Hujan ringan juga diprakirakan terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Baca juga: Waspadai Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Petir Selama Nataru

BMKG peringatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia saat awal tahun 2026. Simak daerah terdampaknya.KOMPAS.com/Lalu Muammar Q BMKG peringatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia saat awal tahun 2026. Simak daerah terdampaknya.

Sementara itu, wilayah Indonesia bagian timur juga tidak luput dari potensi cuaca basah. BMKG mengingatkan adanya hujan disertai petir di Mamuju, Kupang, dan Merauke. 

Untuk wilayah Makassar dan Kendari, BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang. Adapun hujan ringan berpeluang terjadi di Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, serta sebagian wilayah Papua.

"Terdapat juga potensi hujan ringan di Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, dan sebagian Papua," tutur Miftah.

Baca juga:

Potensi berawan hingga berawan tebal

Tidak semua wilayah diprediksi mengalami hujan. BMKG mencatat kondisi berawan hingga berawan tebal berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Jayapura, dan Manado. 

Miftah juga menyampaikan perkembangan sistem cuaca di sekitar wilayah Indonesia. Eks siklon tropis hayley diperkirakan berubah menjadi tropical low dalam 24 jam ke depan. Perubahan ini terjadi seiring masuknya sistem tersebut ke daratan Australia.

"Eks Siklon Tropis Hayley ini diprediksi tidak memberikan dampak terhadap cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan," kata Miftah.

Meski demikian, masyarakat sebaiknya tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang terjadi di awal tahun. Hujan dengan intensitas tinggi berisiko menimbulkan genangan, banjir, dan gangguan transportasi.

Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia Seminggu ke Depan

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
LSM/Figur
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Pemerintah
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Pemerintah
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Pemerintah
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Pemerintah
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
BUMN
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Pemerintah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya  Ada yang Salah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya Ada yang Salah
Pemerintah
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
BUMN
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
BrandzView
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Pemerintah
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Pemerintah
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
Swasta
EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata
EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata
LSM/Figur
Manfaatkan Barang Bekas untuk Bersihkan Sampah, Siswi SMAN 40 Jakarta Bikin 'Sapu Teknologi'
Manfaatkan Barang Bekas untuk Bersihkan Sampah, Siswi SMAN 40 Jakarta Bikin "Sapu Teknologi"
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau